Emas Masih Berkilau? Ini Skenario Harga Pekan Ini
Harga emas mencapai rekor tertinggi pada pekan lalu, namun di akhir pekan mengalami penurunan yang signifikan. Apakah pola serupa akan terulang pada pekan ini?
Di pekan terakhir Januari 2026, harga emas menunjukkan pergerakan yang sangat signifikan. Harga emas dunia melonjak hingga mencapai rekor baru di angka USD5.600, namun kemudian mengalami penurunan yang tajam dan lebih cepat dibandingkan dengan periode sebelumnya yang pernah tercatat.
Meskipun begitu, secara keseluruhan penurunan harga pada akhir pekan tersebut tercatat kurang dari 2 persen.
Gerak Harga Emas Pekan Lalu
Sesuai dengan laporan dari Kitco News pada Senin (1/2/2026), harga emas spot dibuka di level USD 5.021,97 pada awal pekan lalu.
Sesi awal perdagangan berlangsung cukup tenang dengan pergerakan harga berada dalam rentang sekitar USD 60 hingga mendekati USD 5.100.
Terdapat koreksi singkat yang menguji level support USD 5.000 per ons, yang terjadi tak lama setelah penutupan pasar saham di Amerika Utara pada hari Senin.
Namun, tekanan besar mulai muncul pada Jumat pagi, di mana harga emas merosot hingga mencapai titik terendah mingguan di USD 4.679,51 per ons.
Upaya untuk melakukan pemulihan tidak berhasil membawa harga kembali ke atas USD 5.000.
Akibatnya, harga emas bergerak liar dalam rentang USD 4.840 hingga USD 4.900 hingga akhir pekan, menandai salah satu pekan paling ekstrem dalam sejarah perdagangannya.
Pandangan Pelaku Pasar
Survei terbaru mengenai emas yang dilakukan oleh Kitco News menunjukkan bahwa pelaku pasar di Wall Street terpecah dan belum mencapai kesepakatan tentang arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat.
Sebaliknya, investor ritel masih menunjukkan kecenderungan bullish. Analis pasar senior dari Barchart.com, Darin Newsom, mengatakan bahwa harga emas sulit untuk diprediksi pada pekan ini, apakah akan mengalami kenaikan, penurunan, atau tetap datar.
"Mustahil untuk menebak arahnya saat ini. Pasar mulai mencatatkan rentang harian ratusan dolar, dan emas tidak sendirian karena perak dan tembaga juga melakukan hal yang sama," ujarnya.
Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan, berpendapat bahwa harga emas akan mengalami kenaikan.
Ia mengungkapkan bahwa jika penurunan yang terjadi pada hari Jumat disebabkan oleh Presiden Trump yang menunjuk Ketua Federal Reserve yang baru, maka hal itu diperkirakan akan berdampak dalam jangka pendek.
"Karena janji suku bunga yang lebih rendah baik untuk emas. Dan secara fundamental, tidak ada yang berubah," tuturnya.
Sementara itu, Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management, berpendapat bahwa tren emas tidak banyak berubah.
"Emas perlu melepaskan tekanan dan mungkin akan terus berada di kisaran tersebut selama sekitar seminggu. Namun, mari kita lihat dari perspektif yang lebih luas. Penurunan besar ini hanya membawa kita kembali ke posisi kita pada tanggal 27, dan kita berada di titik tertinggi sepanjang masa secara mingguan," tuturnya.
Hasil Survei
Pada minggu ini, sebanyak 18 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News. Hasil survei menunjukkan bahwa pandangan Wall Street terbagi rata mengenai arah harga emas dalam jangka pendek, setelah pergerakan pasar selama satu minggu terakhir memberikan berbagai kemungkinan.
Dari jumlah tersebut, tujuh analis, yang setara dengan 39%, memperkirakan bahwa harga emas memiliki peluang untuk mendekati level USD 5.000 pada minggu depan.
Jumlah yang sama juga memprediksi bahwa harga emas akan melanjutkan penurunan. Sementara itu, empat analis lainnya, yang mewakili 22%, berpendapat bahwa harga emas dapat bergerak ke salah satu arah tanpa kecenderungan yang jelas.
Di sisi lain, jajak pendapat daring Kitco berhasil mengumpulkan 340 suara dari investor ritel. Kelompok Main Street ini tetap optimis meskipun harga emas mengalami volatilitas yang signifikan dan sempat merosot tajam.
Sebanyak 249 responden, atau 73%, memperkirakan bahwa harga emas akan kembali menguat dalam seminggu ke depan. Sebaliknya, 53 orang (16%) memperkirakan bahwa logam mulia ini akan kehilangan momentum.
Sementara itu, 38 responden lainnya, sekitar 11%, menilai bahwa harga emas cenderung bergerak datar pada minggu mendatang.
Harga Emas Alami Fluktuasi
Pekan ini akan dipenuhi dengan agenda rilis data ekonomi yang sangat penting, terutama dari sektor ketenagakerjaan.
Para pelaku pasar akan berusaha mencocokkan serangkaian data ini dengan narasi yang terus berubah mengenai kebijakan suku bunga The Fed, terutama dengan adanya kemungkinan kepemimpinan baru di bank sentral tersebut.
Di sisi lain, sejumlah bank sentral utama di dunia juga dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan suku bunga mereka.
Pada Senin pagi, pasar akan memperhatikan data PMI Manufaktur ISM untuk Januari, sementara pada malam harinya, Reserve Bank of Australia akan mengumumkan kebijakan moneternya.
Memasuki hari Selasa, perhatian akan beralih ke data lowongan pekerjaan JOLTS. Kemudian, pada Rabu pagi, pasar akan diwarnai dengan rilis laporan ketenagakerjaan ADP, yang akan dirilis bersamaan dengan data PMI Jasa ISM untuk bulan Januari.
Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada bank sentral pada hari Kamis. Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya di pagi hari, diikuti dengan keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa tak lama setelahnya.
Pada hari yang sama, Amerika Serikat juga akan merilis data klaim pengangguran mingguan.
Rangkaian agenda yang padat ini akan ditutup pada Jumat pagi dengan rilis laporan Nonfarm Payrolls AS untuk bulan Desember. Setelah itu, pasar juga akan menantikan hasil awal Survei Sentimen Konsumen dari Universitas Michigan.