Ekonomi Banyuwangi 2025 Tumbuh 5,65 Persen, Pariwisata Jadi Penopang Utama
Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi mencatat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mencapai 5,65 persen pada tahun 2025, didorong sektor pariwisata dan transportasi yang signifikan.
Perekonomian Kabupaten Banyuwangi menunjukkan kinerja impresif pada tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi melaporkan angka pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Capaian ini menjadi indikator positif bagi stabilitas daerah.
Menurut Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mencapai 5,65 persen. Angka tersebut melampaui target dan ditopang oleh kinerja positif dari berbagai sektor usaha. Ini menunjukkan resiliensi ekonomi lokal.
Sektor pariwisata menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ini, dengan laju yang sangat tinggi. Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan turut memberikan kontribusi besar. Kebijakan pemerintah daerah dinilai sangat mendukung.
Pariwisata dan Transportasi sebagai Lokomotif Pertumbuhan
Sektor jasa, khususnya pariwisata, tercatat mengalami pertumbuhan paling tinggi di Banyuwangi pada tahun 2025. Kenaikan sebesar 8,64 persen ini didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Baik wisatawan nusantara maupun mancanegara membanjiri wilayah tersebut. Hal ini mengindikasikan keberhasilan promosi wisata.
Abdus Salam menjelaskan bahwa tingginya mobilitas wisatawan berkorelasi langsung dengan lonjakan di sektor pariwisata. Destinasi wisata yang beragam dan inovatif menjadi daya tarik utama. Investasi dalam infrastruktur pariwisata juga berperan penting.
Mengikuti jejak pariwisata, sektor transportasi dan pergudangan juga menunjukkan performa yang luar biasa. Sektor ini melaju sebesar 8,4 persen, seiring dengan peningkatan mobilitas. Berbagai moda transportasi seperti kereta api, bus, dan pesawat mengalami kenaikan. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang dinamis.
Kontribusi Sektor Primer dan Kebijakan Strategis
Selain sektor jasa, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi juga ditopang oleh tiga sektor penyumbang utama lainnya. Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Kontribusi mereka sangat vital bagi stabilitas ekonomi.
Secara struktural, sektor pertanian masih menjadi penyumbang ekonomi tertinggi di Banyuwangi. Pertumbuhannya tercatat sebesar 4,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah kenaikan produksi gabah kering giling sebesar 15,83 persen. Ini menunjukkan ketahanan pangan daerah.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Banyuwangi, Ferdy Elfian, menyoroti peran kebijakan yang tepat. Ia menyatakan bahwa kebijakan Bupati Ipuk sangat strategis. Kebijakan tersebut menjadikan pariwisata sebagai payung besar penggerak ekonomi daerah. Fokus pada pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas (desa wisata) dianggap sangat tepat.
Iklim Investasi Positif dan Tanpa Kontraksi Sektor
Iklim investasi di Banyuwangi juga menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mengalami kenaikan kumulatif. Hal ini menandakan kepercayaan investor terhadap potensi daerah.
Abdus Salam menegaskan bahwa tidak ada sektor lapangan pekerjaan yang mengalami kontraksi di Banyuwangi pada tahun 2025. Semua sektor menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ini menciptakan stabilitas dan peluang kerja yang lebih baik.
Kondisi ini mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama. Perekonomian yang inklusif terus diupayakan untuk kesejahteraan bersama.
Sumber: AntaraNews