Ekonomi Aceh Triwulan III 2025 Melesat 4,46 Persen, Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan **Ekonomi Aceh Triwulan III 2025** mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,46 persen, didorong sektor pertanian.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mengumumkan pertumbuhan ekonomi yang positif di wilayah tersebut. Pada triwulan III-2025, ekonomi Aceh tumbuh sebesar 4,46 persen secara tahunan (y-on-y). Laporan ini menunjukkan kinerja ekonomi yang menggembirakan bagi provinsi ujung barat Sumatera.
Plt Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 6,36 persen pada periode yang sama. Hal ini menegaskan peran krusial sektor primer dalam perekonomian Aceh.
Perekonomian Aceh diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku. Angkanya mencapai Rp65,56 triliun pada triwulan III-2025. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp40,22 triliun.
Dominasi Sektor Pertanian dan Kontribusi PDRB Aceh
Struktur PDRB Aceh pada triwulan III-2025 masih sangat didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini menyumbang 32,03 persen dari total PDRB provinsi. Kontribusi ini menunjukkan bahwa pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Selain pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, juga memberikan andil besar. Sektor ini berkontribusi sebesar 14,97 persen terhadap PDRB Aceh. Administrasi pemerintahan turut menyumbang 8,61 persen.
Sektor konstruksi menyumbang 8,51 persen, diikuti oleh transportasi dan pergudangan sebesar 7,04 persen. Kelima lapangan usaha utama ini secara kolektif memberikan kontribusi signifikan. Total andilnya mencapai 71,16 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.
Dinamika Pertumbuhan Lapangan Usaha dan Komponen Pengeluaran
Pertumbuhan positif ekonomi Aceh pada triwulan III-2025 terjadi di seluruh lapangan usaha. Beberapa sektor menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Salah satunya adalah penyediaan akomodasi dan makan minum, yang tumbuh 7,78 persen.
Sektor real estate juga mencatat pertumbuhan impresif sebesar 7,28 persen. Sementara itu, jasa pendidikan mengalami peningkatan sebesar 6,67 persen. Angka-angka ini mencerminkan vitalitas berbagai sektor ekonomi di Aceh.
Dari sisi pengeluaran, ekonomi Aceh masih didominasi oleh ekspor barang dan jasa, dengan kontribusi 66,05 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga menyusul dengan 54,15 persen. Pembentukan modal tetap bruto sebesar 31,68 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah 16,14 persen.
Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,85 persen. Hal ini menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi rumah tangga di Aceh.
Perbandingan Triwulan dan Kontribusi Regional Sumatera
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi Provinsi Aceh pada Triwulan III-2025 tumbuh sebesar 1,71 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan momentum positif yang berkelanjutan. Kinerja ekonomi Aceh tetap stabil dari waktu ke waktu.
Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara triwulanan. Sektor ini tumbuh sebesar 9,05 persen, menunjukkan aktivitas pembangunan yang meningkat. Ini adalah sinyal baik bagi investasi infrastruktur di Aceh.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto mengalami pertumbuhan tertinggi. Angkanya mencapai 4,56 persen, menandakan adanya peningkatan investasi. Hal ini penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Aceh.
Dalam konteks regional, Provinsi Aceh memberikan kontribusi sebesar 4,90 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera pada triwulan III-2025. Provinsi Sumatera Utara dan Riau mendominasi struktur perekonomian Sumatera. Kontribusi Aceh menunjukkan perannya dalam ekonomi regional.
Sumber: AntaraNews