E-Commerce China Kompak Kasih Diskon Gede, iPhone 16 Dibanderol Rp12 Juta
Ponsel pintar merupakan salah satu target utama rencana stimulus konsumsi ekonomi.
Platform e-dagang Tiongkok menawarkan diskon hingga 2.530 yuan (Rp5,8 juta) untuk iPhone 16, model terbaru dari Apple. Dilansir dari Reuters, diskon ini sebagai upaya untuk memacu penjualan karena pengiriman kuartal pertama oleh raksasa teknologi AS itu turun lebih jauh di pasar terbesar keduanya.
Kondisi Apple tersebut dijadikan peluang oleh sejumlah e-commerce untuk bersaing demi menarik konsumen yang sadar biaya di tengah ekonomi yang melambat, dengan pemotongan harga menjadi pusat perhatian menjelang festival belanja tahunan "618" pada 18 Juni, salah satu festival belanja terbesar di negara tersebut.
JD.com, menjual iPhone 16 Pro dengan penyimpanan 128GB seharga Rp12.562.380, turun Rp5,8 juta dari harga resmi Apple sebesar Rp18 juta berdasarkan pemeriksaan Reuters pada hari Rabu.
iPhone 16 dengan penyimpanan 256GB terdaftar pada Harga Rp12.562.380 atau turun Rp3,5 juta dari harga resminya Rp16 juta yuan, termasuk subsidi pemerintah.
Pasar Tmall milik Alibaba menawarkan diskon yang sebanding, menjual iPhone 16 Pro dengan 128GB seharga Rp12,6, atau diskon Rp5,7 juta dari harga resmi Apple, setelah menerapkan kupon yang mencakup subsidi pemerintah.
Reuters tidak dapat memastikan apakah diskon tersebut ditawarkan oleh Apple sendiri atau platformnya.
Stimulus Ekonomi China
Apple sebelumnya telah memangkas harga pada model-model terbarunya untuk mendongkrak penjualan selama festival "618", kata Will Wong, analis senior ponsel pintar di IDC.
"Apple mengulang strategi promosi penjualannya untuk acara belanja tahun lalu," imbuh Wong. "Apple memangkas harga iPhone 16 Pro agar dapat menikmati subsidi negara China untuk produk digital."
Diskon selektif telah ditampilkan dalam strategi harga perusahaan di China, baik melalui promosi sendiri atau pemotongan independen oleh platform daring dan pengecer resmi.
Pada bulan Januari, Apple menawarkan diskon langka hingga 500 yuan di situs webnya sendiri dan pada tahun-tahun sebelumnya platform e-dagang Tiongkok juga telah meluncurkan penawaran serupa.
Apple, JD.com dan Alibaba tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pengiriman telepon pintar raksasa teknologi AS di China turun 9% pada kuartal pertama, sementara pesaing domestik Xiaomi dan Huawei Technologies membukukan keuntungan masing-masing sebesar 40% dan 10%, data pasar dari IDC menunjukkan.
Ponsel pintar merupakan salah satu target utama rencana stimulus konsumsi Tiongkok yang lebih luas, dengan pemerintah daerah di kota-kota besar seperti Beijing, ibu kotanya, menawarkan subsidi hingga Rp1,14 juta untuk ponsel yang harganya kurang dari Rp13,7 juta.