DPRD Jabar Desak BJB Prioritaskan Pembiayaan Produktif untuk Ekonomi Warga
DPRD Jawa Barat mendesak Bank BJB untuk tidak hanya fokus pada setoran daerah, melainkan BJB Prioritaskan Pembiayaan Produktif guna menggerakkan ekonomi riil masyarakat dan pembangunan daerah.
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendesak Bank Jabar Banten (BJB) untuk memprioritaskan penyaluran pembiayaan produktif yang inklusif. Desakan ini bertujuan menstimulasi aktivitas ekonomi riil masyarakat dan tidak hanya berfokus pada setoran pendapatan daerah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah potensial seperti Kabupaten Bandung.
Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, menekankan pentingnya kontribusi perbankan daerah yang dirasakan langsung oleh penggerak ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan di Bandung pada Minggu, 11 Januari, setelah kunjungan kerja evaluasi. Kunjungan kerja tersebut dilakukan bersama jajaran Komisi III ke Bank BJB Cabang Soreang, Kabupaten Bandung, pada 8 Januari 2026.
Menurut Jajang, meskipun kredit konsumer masih menjadi penopang stabil, pergeseran ke sektor produktif sangat krusial. Pergeseran ini diperlukan agar dampak pembangunan daerah dapat terasa lebih signifikan dan merata. Potensi ekonomi yang ditopang Bank BJB memberikan keuntungan tersendiri bagi para penggerak ekonomi di Jawa Barat.
Pentingnya Pembiayaan Produktif untuk Ekonomi Warga
Jajang Rohana menegaskan bahwa Bank BJB sepatutnya terus memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan daerah. Sumbangsih tersebut dapat berupa peningkatan pendapatan, perluasan akses layanan perbankan, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Barat. Fokus pada pembiayaan produktif akan memastikan bahwa manfaat perbankan daerah benar-benar sampai ke level akar rumput.
Dominasi kredit konsumer memang memberikan stabilitas bagi bank, namun dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi riil terbatas. Oleh karena itu, penyeimbangan ke arah sektor produktif menjadi kunci utama. Hal ini akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Bank BJB memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama di wilayah seperti Soreang, Kabupaten Bandung. Dengan menyalurkan pembiayaan produktif, BJB dapat membantu UMKM dan sektor riil lainnya untuk berkembang. Ini akan menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal dan regional.
Tren Kinerja Positif dan Harapan di Tahun 2026
Manajemen Bank BJB Cabang Soreang memaparkan capaian kinerja hingga Desember 2025 yang menunjukkan tren positif. Indikator hijau terlihat dari peningkatan total aset, penyaluran kredit secara umum, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Capaian ini menunjukkan Bank BJB mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Jajang mengapresiasi tren positif tersebut, khususnya dari sisi manajemen risiko yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis. "Kami melihat kinerja Bank BJB Soreang cukup baik dan menunjukkan tren yang positif," kata Jajang. Ia menambahkan bahwa dominasi kredit konsumer yang stabil, pertumbuhan tabungan masyarakat, serta pengelolaan risiko yang terjaga menjadi indikator bahwa Bank BJB mampu menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi daerah.
Legislator tersebut berharap tren positif di tahun 2025 dapat menjadi landasan kuat untuk rencana kerja tahun 2026. Penekanan lebih besar pada fungsi intermediasi perbankan yang menyentuh sektor-sektor produktif warga Jawa Barat menjadi fokus utama. Dengan demikian, Bank BJB dapat lebih optimal dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Jawa Barat.
Sumber: AntaraNews