Benarkah Gaji Bos di Garuda Indonesia Tembus Rp1 Miliar? Begini Faktanya
Informasi yang beredar perihal gaji pimpinan di Garuda Indonesia tidak sepenuhnya akurat.
Garuda Indonesia memberikan klarifikasi terkait informasi yang viral di media sosial mengenai gaji mantan pegawai Lion Air yang kini bekerja di perusahaan penerbangan milik negara tersebut.
Masyarakat sempat mempertanyakan besaran gaji yang diterima oleh mantan karyawan Lion Air yang kini bekerja di Garuda Indonesia. Direktur Human Capital & Corporate Services Garuda Indonesia, Enny Kristiani, menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat.
"Sehubungan dengan informasi yang berkembang di media sosial mengenai sejumlah nama dan daftar gaji karyawan Garuda Indonesia yang disebutkan berasal dari salah satu maskapai penerbangan lain asal Indonesia, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut baik yang terkait dengan tugas, fungsi dan remunerasi tidak sepenuhnya valid," ujar Enny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/3).
Enny mengakui bahwa beberapa nama yang tercantum dalam daftar tersebut memang saat ini bekerja di Garuda Indonesia, dengan posisi seperti CEO Office Specialist hingga Lead Professional. Tugas mereka antara lain membantu CEO dalam fungsi strategis, seperti pengembangan bisnis, operasional, komersial, pengembangan jaringan, hingga urusan umum.
Enny menegaskan bahwa proses rekrutmen pegawai eks Lion Air tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan rekrutmen yang berlaku di Garuda Indonesia.
Semua pegawai tersebut berstatus sebagai pegawai dengan kontrak kerja waktu tertentu, dan komponen remunerasi yang diterima telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Garuda Indonesia serta mengacu pada praktik industri saat ini.
“Kami tentu sangat memahami atensi publik yang timbul terkait informasi daftar nama pegawai tersebut yang tersebar di media sosial. Kami pastikan Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu mengedepankan tata kelola organisasi yang baik, termasuk prinsip good corporate governance serta mengacu pada praktik bisnis dan industri yang berlaku,” jelas Enny.
Garuda Indonesia juga menyayangkan penyebarluasan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi faktual dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian BUMN Putri Violla juga memberikan pernyataan singkat mengenai viralnya informasi gaji pegawai Garuda Indonesia. Dia hanya menyinggung bahwa rekrutmen pegawai dilakukan sesuai kebutuhan.
“Ya, tentunya itu sesuai kebutuhan, jabatan-jabatan sesuai kebutuhan,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN.
Informasi yang viral tersebut mencantumkan 14 nama yang disebut merupakan mantan pegawai Lion Air yang kini bekerja di Garuda Indonesia, dengan total gaji yang disebutkan mencapai Rp975,75 juta.