Begini Nasib BRI Usai Gabung Danantara
Bos BRI menjawab kekhawatiran masyarakat terkait nasib bisnis perusahaan, usai bergabung ke Danantara.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi menjawab kekhawatiran masyarakat terkait nasib bisnis perusahaan, usai bergabung ke dalam Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Hery memastikan layanan bisnis perbankan BRI tetap berjalan normal.
"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan walaupun kita sekarang sudah secara formal itu di bawah Danantara. Layanan operasional maupun bisnis perbankan berjalan normal, nasabah tetap dapat menikmati layanan terbaik dari BRI," kata Hery dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (30/4).
Hery menilai bahwa masuknya BRI ke dalam ekosistem Danantara justru akan meningkatkan daya saing perusahaan. Mengingat, salah satu fokus pembentukan Danantara untuk meningkatkan minat investor asing ke Indonesia.
"Dengan demikian, BRI diharapkan dapat meningkatkan daya saing global (2:27) dan lebih kompetitif dalam menghadapi berbagai tantangan pasar," ucapnya.
Dia mengimbau nasabah agar tidak khawatir terhadap layanan bisnis perbankan usai BRI resmi masuk dalam ekosistem Danantara. Sebab, lembaga pesaing Temasek tersebut diisi oleh pengurus yang profesional.
"Danantara memiliki struktur organisasi yang berlapis, ada Dewan Pengawas dan Penasehat, Komite Audit, Komite Investasi, Komite Etik, dan lain sebagainya. Dan memiliki tim yang profesional serta kompeten sesuai bidangnya," tandasnya
Kekayaan Dikelola Danantara
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memprediksi total kekayaan yang dikelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan segera tembus hingga USD 1 triliun, atau setara Rp16.850 triliun.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat memberikan arahan kepada jajarannya dalam Town Hall Danantara di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/4).
Prabowo mengatakan, dirinya telah memberi arahan agar Danantara bisa mengelola kekayaan bangsa dengan sebaik mungkin. Dengan turut diiringi oleh transparansi yang sangat ketat, sehingga bisa mendorong kebangkitan Indonesia.
Prabowo yakin Danantara bakal menjadi aset yang luar biasa besar untuk Indonesia. Oleh karenanya, dia meminta pihak pengurus untuk meninggalkan praktik-praktik tak baik dalam mengurus aset negara ini.