Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Prabowo Sindir Pengusaha Indonesia Banyak Dosa

{{caption}}
Diperiksa Polisi, Thariq Halilintar Ternyata Bayar Rp 160 Juta ke Hanania Travel

{{caption}}
Aktivis Usul Program Makan Bergizi Gratis Disetop 30 Hari

{{caption}}
Bahlil Sebut Prabowo Teladan bagi Pengusaha Muda

{{caption}}
Bahlil: MBG itu Makan Bergizi Gratis, Jangan Dipelintir 'Mas Bahlil Ganteng'

{{caption}}
Prabowo: Indonesia Butuh Pengusaha Militan

Topik Terkait
{{caption}}
Data BI: Insentif KLM Hingga 16 Desember 2025 Capai Rp338 Triliun

Secara sektoral, insentif KLM disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yakni sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, Jasa termasuk Ekonomi Kreatif dll.

{{caption}}
Gubernur BI Pastikan Arah Kebijakan Moneter 2026 Tetap Pro-Stability dan Pro-Growth

Gubernur BI Perry Warjiyo tegaskan Arah Kebijakan Moneter BI 2026 akan seimbangkan stabilitas dan pertumbuhan, siap cermati ruang penurunan suku bunga di tengah ketidakpastian global.

{{caption}}
Bank Indonesia Tak Turunkan BI Rate, Lebih Fokus pada Penurunan Suku Bunga Kredit

Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal untuk kemungkinan penurunan suku bunga acuan di masa mendatang.

{{caption}}
Resmi, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% hingga Oktober 2025

Bank Indonesia memutuskan untuk tetap menjaga suku bunga fasilitas deposito pada angka 3,75 persen dan suku bunga fasilitas pinjaman di level 5,5 persen.

{{caption}}
BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Menjadi 4,75 Persen

Kondisi global menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

{{caption}}
Bank Indonesia Telah Turukan Suku Bunga Acuan 6 Kali di Era Prabowo-Gibran

Perry menegaskan, kebijakan moneter kali ini ditempuh dengan tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas inflasi dan dorongan ekonomi.

{{caption}}
Info Terbaru: Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bank Indonesia juga turut menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

{{caption}}
BI: Suku Bunga Kredit Harus Turun Demi Pemulihan Ekonomi

Suku bunga perbankan juga mulai menurun, meskipun masih secara terbatas.

{{caption}}
Terlalu Tinggi, BI Minta Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Suku bunga kredit perlu diturunkan untuk mendorong penyaluran kredit.

{{caption}}
Bank Indonesia Prediksi The Fed Hanya Sekali Pangkas Bunga Acuan di Semester II-2025

Setelah membaca arah kebijakan The Fed, Perry menilai situasi ekonomi di Amerika Serikat saat ini membaik.

{{caption}}
Gubernur BI: Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan

Kebijakan suku bunga BI akan terus mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama pergerakan nilai tukar Rupiah.

{{caption}}
Kenaikan BI Rate Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia memutuskan Kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari volatilitas keuangan global dan depresiasi rupiah.

{{caption}}
TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan Uang Layak Edar di Wilayah 3T Kalimantan Selatan

TNI AL mengerahkan KRI HIU-634 untuk mendukung distribusi layanan Bank Indonesia ke sejumlah pulau terpencil di wilayah Kalimantan Selatan.

{{caption}}
Respons Chatib Basri dan Purbaya Usai Dirumorkan Jadi Menkeu dan Gubernur BI

Chatib Basri merespons singkat isu penunjukannya sebagai Menteri Keuangan. Pemerintah menegaskan tidak ada rencana reshuffle kabinet.

{{caption}}
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD144,9 Miliar pada Mei 2026

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tetap kuat, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor.

{{caption}}
Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tak Menuju Krisis Ekonomi 1997-1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tidak mengarah pada krisis ekonomi, keuangan, dan moneter seperti 1997-1998, meski rupiah sempat melemah. Stabilitas ekonomi nasional menjadi fokus utama pemerintah.

{{caption}}
Purbaya: Pelemahan Rupiah dan IHSG Tak Goyahkan Fundamental Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya, melainkan dipicu oleh persepsi negatif.

{{caption}}
Tak Hanya Naikkan BI Rate, Ini 5 Keputusan Bank Indonesia untuk Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

Keputusan kedua adalah penyesuaian tingkat imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

{{caption}}
Instrumen SRBI Capai Rp 885,41 triliun, BI Yakin Rupiah Tetap Stabil

Bank Indonesia melaporkan posisi SRBI mencapai Rp 885,41 triliun per 21 April 2026. BI-Rate dipertahankan di angka 4,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah.

{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga di 4,75%, Ini Alasannya

Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah

{{caption}}
Analis: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Investasi di Indonesia Bisa Kehilangan Daya Tarik

Selama kondisi ekonomi belum memberikan ruang yang cukup kuat untuk perubahan kebijakan, maka BI cenderung akan mempertahankan suku bunga.

{{caption}}
The Fed Tahan Suku Bunga, Ini Alasan Bank Sentral AS Pertahankan Kebijakan

The Fed, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian inflasi dan dampak perang di Iran terhadap ekonomi global.

{{caption}}
Dampak Konflik Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga 4,75% di Maret 2026

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI Rate, di angka 4,75 persen pada bulan Maret 2026.