Bandara Samarinda Perketat Keamanan Operasional Hadapi Lonjakan 22 Penerbangan Lebaran 2026
Bandara APT Pranoto Samarinda meningkatkan keamanan operasional secara ketat untuk menjamin kelancaran 22 penerbangan harian selama periode Angkutan Lebaran 2026, antisipasi lonjakan penumpang.
Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda (APT Pranoto) memperketat pengawasan keamanan dan ketertiban operasional sisi udara. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran 22 penerbangan per hari selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menyatakan bahwa pengawasan ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai standar prosedur yang ketat.
Peningkatan pengawasan keamanan operasional Bandara Samarinda ini dilakukan menyusul catatan positif lalu lintas udara. Tercatat, pergerakan arus penumpang mencapai 2.938 orang, menunjukkan kenaikan sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Lonjakan Lalu Lintas Udara dan Kesiapan Maskapai
Pada musim mudik Lebaran 2026 ini, Bandara APT Pranoto Samarinda melayani total 22 penerbangan setiap hari. Angka ini terdiri dari 11 pesawat datang dan 11 pesawat berangkat, menunjukkan aktivitas yang padat.
Lima maskapai utama turut melayani lonjakan penumpang yang signifikan ini. Maskapai tersebut meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Super Air Jet, dan Smart Aviation.
Pencapaian lalu lintas udara hari ini mencatatkan angka yang positif dengan melayani pergerakan arus penumpang sebanyak 2.938 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
Langkah Konkret Pengawasan Keamanan Operasional Sisi Udara
Guna mempertahankan capaian positif serta menjamin keamanan, kegiatan pengawasan bersama terus dilakukan. Tim pengawas secara teliti memeriksa penggunaan Pas Orang, Pas Kendaraan, dan Tanda Izin Mengemudi (TIM) bagi seluruh personel.
Pengecekan ini juga mencakup seluruh kendaraan operasional yang beraktivitas di sisi udara. Hal ini penting untuk memastikan setiap pergerakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain itu, pengecekan terhadap kinerja peralatan Ground Support Equipment (GSE) turut dilaksanakan secara berkala. Ini bertujuan untuk menjamin seluruh alat tersebut laik operasi dan siap mendukung kelancaran penerbangan.
Disiplin dan Sanksi Tegas untuk Keselamatan Penerbangan
Pemantauan kebandarudaraan ini sangat krusial agar seluruh pemangku kepentingan menjalankan fungsi operasional mereka secara tertib. Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan menjadi prioritas utama.
Otoritas Bandara APT Pranoto Samarinda tidak akan segan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar. Sanksi berupa peringatan tertulis akan diberikan kepada pimpinan instansi jika ditemukan operasional kendaraan tanpa dilengkapi dokumen sah di sisi udara.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan seluruh pihak. Tujuannya adalah untuk mewujudkan layanan Angkutan Udara Lebaran 2026 yang sepenuhnya selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Sumber: AntaraNews