AHY: Ramadan Momentum Penting Jaga Daya Beli dan Dorong Ekonomi Lokal
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY menegaskan Ramadan menjadi momentum krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi UMKM.
Bulan suci Ramadan menjadi momentum krusial yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong perputaran roda ekonomi lokal. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Bogor, Jumat (27/2/2026).
AHY menekankan bahwa kepedulian sosial yang meningkat selama bulan Ramadan tidak hanya memberikan dampak positif secara kemanusiaan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan usai dirinya menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada perwakilan dewan kemakmuran masjid (DKM) dari enam kecamatan di Kota Bogor.
Menurut AHY, perhatian terhadap daya beli masyarakat harus terus diberikan agar tetap terjaga, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Kondisi ini secara langsung akan mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada peningkatan konsumsi pada periode tersebut.
Penguatan Daya Beli Masyarakat di Bulan Suci
AHY menyoroti bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tumbuh subur di bulan Ramadan memiliki dimensi ekonomi yang kuat. Dengan terjaganya daya beli masyarakat, para pelaku UMKM akan mendapatkan dorongan signifikan, sehingga aktivitas ekonomi lokal dapat terus berdenyut. “Kita tahu bahwa sebagian masyarakat perlu terus kita berikan atensi agar daya belinya juga dapat terjaga,” ujar AHY.
Penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako merupakan salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki kemampuan membeli kebutuhan pokok. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran.
AHY menambahkan, upaya menjaga daya beli masyarakat juga merupakan bagian dari niat untuk menghidupkan para pelaku UMKM. “Sekaligus kita bisa menghidupkan para pelaku UMKM. Ini juga menjadi bagian dari niat,” tegasnya.
Optimalisasi Potensi Ekonomi Kreatif Bogor
Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menyoroti potensi besar Kota Bogor di sektor ekonomi berbasis pariwisata dan jasa kreatif. Menurutnya, potensi ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan kenyamanan kota dan kelancaran mobilitas. Kota Bogor dinilai memiliki banyak UMKM dan lokasi pariwisata strategis yang menarik minat banyak masyarakat.
“Bogor selalu menjadi destinasi. Dari dulu terkenal memiliki keindahan, suasananya menyenangkan, udaranya segar. Ada Istana Kepresidenan, ada Kebun Raya Bogor, dan banyak lagi daya tarik untuk pariwisata masyarakat secara umum,” kata AHY.
Kenyamanan kota dan pengelolaan lalu lintas yang baik akan secara langsung meningkatkan minat kunjungan wisatawan, yang pada gilirannya akan mendorong aktivitas belanja dan penggunaan jasa di daerah. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut menyampaikan bahwa pemerintah kota terus berupaya memperkuat pengelolaan kota demi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Kami terus berupaya memperkuat pengelolaan kota agar semakin nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat serta sektor ekonomi,” ungkap Dedie.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Stabilitas Ekonomi
AHY berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Fokus utama sinergi ini adalah pada momentum Ramadan dan menjelang perayaan Idul Fitri, di mana terjadi peningkatan konsumsi masyarakat.
Kerja sama yang solid antara berbagai tingkatan pemerintahan akan memastikan kebijakan dan program yang diterapkan dapat berjalan efektif. Dengan demikian, dampak positif dari momentum Ramadan terhadap daya beli dan ekonomi lokal dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews