Ada BBM Jenis Baru dari Pertamina, Meluncur Awal Tahun 2026
Produk ini dirancang untuk menjaga kebersihan sistem bahan bakar, menekan pembentukan deposit, serta menjaga stabilitas performa mesin.
PT Pertamina Patra Niaga akan menghadirkan BBM jenis baru, yaitu Biosolar Performance. BBM jenis baru ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan sektor industri pada awal 2026.
Biosolar Performance merupakan pengembangan dari Biosolar (CN 48) yang telah dilengkapi formula Pertatec (Pertamina Technology). Produk ini dirancang untuk menjaga kebersihan sistem bahan bakar, menekan pembentukan deposit, serta menjaga stabilitas performa mesin dalam operasional industri yang berkelanjutan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, kehadiran Biosolar Performance menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi sektor industri nasional.
"Pertamina Patra Niaga terus berupaya menghadirkan produk energi yang mampu meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional konsumen industri. Biosolar Performance kami siapkan sebagai BBM high performance yang mendukung keberlanjutan kegiatan industri ke depan," ujar Mars Ega di kantornya, Jakarta, Senin (22/12).
Dari sisi teknis, ia mengklaim Biosolar Performance menunjukkan peningkatan performa berdasarkan hasil pengujian. Antara lain, peningkatan kinerja bahan bakar, penurunan kecenderungan penyumbatan filter bahan bakar (filter blocking tendency), membersihkan deposit pada sistem bahan bakar, dan peningkatan efisiensi biaya penggantian filter.
"Dengan karakter tersebut, produk ini dinilai mampu menekan risiko downtime serta menurunkan biaya perawatan mesin industri," imbuh dia.
Performa Lebih Tinggi dari B40
VP Business Development & Subsidiary Patra Niaga Sigit Setiawan menambahkan, Biosolar Performance dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional industri dengan jam kerja tinggi dan beban mesin berat. Sehingga reliability operasional lebih tinggi dibandingkan B40 konvensional.
"Secara teknis, Biosolar Performance membantu menjaga sistem bahan bakar tetap bersih dan stabil. Sehingga performa mesin lebih optimal dan biaya operasional dapat ditekan. Ini menjadi solusi bagi konsumen industri yang membutuhkan keandalan jangka panjang," jelas Sigit.
Sudah Diuji Coba
Sebagai bagian dari tahap persiapan, VP Industrial & Marine Fuel Pertamina Patra Niaga Oos Kosasih menyampaikan, Biosolar Performance telah diuji coba pada sejumlah sektor industri, termasuk hulu migas dan pertambangan.
"Kami menargetkan produk ini mulai tersedia secara komersial pada awal 2026 melalui skema layanan Industrial & Marine Fuel Business, disertai pendampingan teknis dan komersial bagi konsumen," kata Oos.