Sorot
{{caption}}
Mengenal Sosok Brigjen (Purn) Rumiah Kartoredjo, Satu-satunya Kapolda Perempuan di Indonesia

{{caption}}
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Soal Justice Collaborator Besok

{{caption}}
3 Bulan Usai Insiden Penyiraman Air Keras, Begini Kondisi Terkini Andrie Yunus

{{caption}}
Evaluasi Layanan Haji, Prabowo Panggil Menhaj ke Hambalang

{{caption}}
1 Orang Meninggal Akibat Gempa Palu, Mensesneg Minta Pemda Tak Lengah

{{caption}}
Korban Hanania Travel Bertambah, Kali Ini Jemaah Haji Khusus

Topik Terkait
{{caption}}
Menlu Marco Rubio: Kuba Ancaman bagi Amerika Serikat

Menlu AS menyatakan bahwa Kuba mengancam keamanan nasional karena memberikan intelijen kepada Rusia dan China, yang dapat memengaruhi stabilitas regional.

{{caption}}
Trump Ancam Kuba Jadi Target Berikutnya Setelah Iran, Havana Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Presiden AS Donald Trump menyatakan Kuba bisa menjadi target aksi militer AS berikutnya setelah Iran, memicu respons tegas dari Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel yang menegaskan kedaulatan Kuba tak bisa ditawar.

{{caption}}
Trump Ungkap Setelah Iran, Negara Ini Jadi Target Berikutnya

Ini bukanlah informasi yang mengejutkan, mengingat Trump telah beberapa kali menyampaikan pernyataan serupa sebelumnya.

{{caption}}
Presiden Kuba Lawan Donald Trump: Kuba Siap Membela Tanah Air Hingga Tetes Darah Terakhir!

Trump mengancam negara pulau yang diperintah rezim komunis itu segera mencapai kesepakatan dengan Washington.

{{caption}}
Usai Serang Venezuela, Donald Trump Kini Ancam Serang Kolombia

Tak cuma itu, Trump juga mengaku yakin pemerintah Kuba kemungkinan akan segera jatuh.

{{caption}}
Trump Tegaskan AS Tak Rencanakan Operasi Militer ke Kuba di Tengah Krisis Venezuela

Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada rencana operasi militer terhadap Kuba, meskipun Washington baru saja melancarkan serangan di Venezuela yang memicu perhatian global.

{{caption}}
Diusulkan Pakistan dan Qatar, Lokasi Kesepakatan Damai AS-Iran Digelar di Burgenstock Swiss pada Jumat 19 Juni 2026

Lokasi tersebut diusulkan oleh mediator Pakistan dan Qatar, serta pihak AS dan Iran.

{{caption}}
Jangan Dianggap Enteng, Keringat Terlalu Asin Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Keringat yang terasa sangat asin, mudah sesak saat beraktivitas, serta gangguan pernapasan yang berulang tidak selalu menandakan seseorang kurang bugar.

{{caption}}
AS Iming-imingi Iran dengan Uang Jika Setop Pengembangan Nuklir, Nilainya Rp 5 Kuadriliun

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres AS J.D. Vance saat menanggapi laporan mengenai kemungkinan Iran menerima dana besar untuk memulihkan perekonomiannya.

{{caption}}
Empat Negara Eropa Siap Cabut Sanksi terhadap Iran

Pemimpin dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyambut positif kesepakatan damai yang diumumkan oleh Amerika Serikat dan Iran.

{{caption}}
Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Sepenuhnya pada 19 Juni 2026, Iran Tetap Waspada

Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk menciptakan perdamaian antara kedua negara.

{{caption}}
Detik-Detik Pesawat Bomber B-52 Kebanggaan AS Jatuh di 'Kandang Sendiri', Delapan Awak Diduga Tewas

Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Pangkalan Udara Edwards untuk melaksanakan misi pengujian rutin.

{{caption}}
Rusia dan China Perluas Operasi Intelijen di Kuba Pantau Militer AS, Washington Siaga Penuh

Hal itu memicu kecemasan baru terkait aktivitas mata-mata asing yang berada dekat dengan wilayah AS.

{{caption}}
Kuba Terima Bantuan 60.000 Ton Beras dari China di Tengah Tekanan AS

China akan mengirimkan puluhan ribu ton beras ke Kuba sebagai bagian dari kerjasama antara kedua negara.

{{caption}}
Presiden Kuba Peringatkan AS, Serangan Militer Picu Pertumpahan Darah

Trump sedang berusaha mendesak Kuba agar menghentikan rezim komunisnya, dengan harapan membuka kesempatan bagi bisnis Amerika Serikat di negara tersebut.

{{caption}}
FOTO: Kuba Krisis BBM dan Listrik Memicu Gelombang Protes

Kuba menghadapi krisis energi serius setelah pemerintah mengakui negara itu kehabisan solar dan bahan bakar minyak di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat.

{{caption}}
FOTO: Kuba Kembali Gelap Tanpa Listrik

Pemadaman listrik nasional kembali melanda Kuba pada 21 Maret 2026, menyebabkan jutaan warga mengalami kegelapan.

{{caption}}
Kuba Pertahankan Perairan Teritorialnya Sesuai Hukum Internasional, Tegas Utusan PBB

Utusan PBB menegaskan bahwa Kuba berkewajiban untuk mempertahankan perairan teritorialnya sesuai hukum internasional, menyusul insiden penembakan kapal berbendera AS yang memasuki wilayah Kuba.