Sampai Tolak Pinggang, Mentan Amran Tegas Tantang Pria Berjenggot Panjang Karyawan BUMN
Mentan Amran Sulaiman tantang karyawan BUMN untuk sebut keburukan perusahaan.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menantang seorang karyawan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) saat menghadiri acara bertajuk 'Menuju Swasembada Gula & Ketahanan Energi' di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu, 11 Juni 2025 lalu.
Dalam sambutannya, Amran mendadak memanggil beberapa karyawan SGN untuk naik ke atas panggung dan meminta mereka mengungkap kejelekan atau kekurangan yang ada di salah satu perusahaan BUMN itu.
"Sini..sini..yang panjang jenggotnya tadi. Sama yang perempuan satu sini (naik) samping saya. Apa keluhannya coba selama di PT SGN apa yang harus diperbaiki. Ayo semua sini bongkar yang jelek di sini," kata Amran seperti dikutip dari Youtube MerdekaDotCom.
Setelah memanggil beberapa karyawan, Amran lalu meminta mereka secara bergantian membocorkan hal-hal buruk yang ada di perusahaan dengan tujuan untuk dilakukan evaluasi lagi ke depannya.
Terakhir, kepada salah satu karyawan yang memiliki tampilan khas dengan jenggot, Amran menantangnya untuk mengungkapkan unek-uneknya secara jujur.
"Tahu enggak janggut yang kau pasang itu simbol kebenaran, apa kata hatimu di sini sebut semua yang paling jelek," kata Amran.
"Kalau menurut kami untuk di SGN ini konsistensi untuk menjalankan komitmen yang sudah ditetapkan itu masih kurang pak," jawab karyawan berjenggot dalam video.
Lebih lanjut, Amran mengatakan jika apa yang disampaikan karyawan tersebut belum jujur sepenuhnya. Sehingga dia pun menantang kembali pria berjenggot itu untuk mengungkap hal-hal buruk sebenarnya meski harus disaksikan oleh para petinggi perusahaan.
"Berarti ada yang tidak beres pimpinannya? Kalau begini modelnya sudah lah cukur jenggotmu pendek-pendek ini enggak bener ini. Itu artinya terlalu berat disampaikan kebenaran. Jenggot itu harus diperjuangkan, dipertahankan, ini simbol kebenaran sampaikan sesuatu walaupun itu pahit," tantang Amran.
Setelah itu, Amran lalu meminta beberapa perwakilan karyawan itu untuk menuliskan aspirasi mereka ke lembar kertas. Dia kemudian mengatakan akan melakukan evaluasi dari hasil aspirasi tersebut.
Sebagai informasi, kedatangan Mentan Amran dalam acara tersebut ialah untuk mendorong percepatan swasembada gula nasional dalam waktu maksimal tiga tahun melalui langkah deregulasi, intensifikasi, serta perluasan lahan tebu.
Dalam Rapat Kerja (Raker), Amran menegaskan perlunya penyederhanaan regulasi yang dinilai sudah tidak relevan dan justru menghambat kinerja petani serta perusahaan negara.