Rolex KW di Tangan Bupati Bombana, Mendagri: Pejabat Harus Tunjukkan Empati
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan agar pejabat publik menjalani hidup yang sederhana dan menunjukkan empati kepada masyarakat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa pejabat publik harus mengedepankan empati dalam menjalankan tugasnya, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya unggahan mengenai Bupati Bombana Burhanudin yang diduga terlihat mengenakan jam tangan merek Rolex.
Foto tersebut diunggah oleh Dinas Kominfo Kabupaten Bombana saat acara pengukuhan Paskibraka Kabupaten Bombana pada awal Agustus 2025.
"Janganlah, sebagai pejabat publik kita harus bersikap empati pada masyarakat," ungkap Tito saat kunjungannya ke Kota Kendari, Rabu (27/8).
Ia menambahkan bahwa seorang pejabat publik seharusnya menjalani hidup dengan sederhana dan menunjukkan pola hidup yang dapat dicontoh oleh masyarakat. Hal ini penting untuk menampilkan sikap teladan seorang pemimpin.
"Karena nanti kalau viral seperti ini, salah satu dampaknya publik tak akan simpati," jelas Tito.
Ia juga menegaskan bahwa jika publik kehilangan simpati, maka setiap kebijakan yang dikeluarkan akan mendapatkan tanggapan negatif.
"Pemimpin akan di-bully, kalau sudah di-bully maka akan kehilangan trust (kepercayaan) publik," tegasnya.
Jam KW
Bupati Bombana, Burhanudin, menegaskan bahwa ia tidak menggunakan jam tangan Rolex asli.
Ia menyatakan bahwa jam yang dipakainya adalah imitasi yang hanya berharga Rp 1,9 juta.
Menurut Burhanudin, ia tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli jam mewah tersebut.
"Jam yang saya gunakan jam KW, jam yang tidak asli, saya gak mampu beli yang asli," ujar Burhanudin.
Beli jam di kawasan Mangga Dua, Jakarta
Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara, Burhanudin, mengungkapkan bahwa ia membeli sebuah jam tangan di kawasan Mangga Dua, Jakarta. Jam tangan merek Rolex tersebut dibelinya seharga Rp1,9 juta.
"Disana (Mangga Dua) kita bisa dapat jam segala jenis mulai dari KW hingga yang benar benar asli," ujar Burhanudin.
Ia menjelaskan bahwa meskipun ingin memiliki barang-barang mewah, keterbatasan finansial membuatnya memilih alternatif berupa barang dengan kualitas KW atau tiruan.