Penjelasan Dokter Ternyata Wanita Rentan Terkena Infeksi Saluran Kantung Kemih
Ternyata wanita punya risiko terkena infeksi saluran kantung kemih.
Dokter Spesialis Urologi, dr. Davis Jouwena Sp., menjelaskan jika wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kantung kemih, ketimbang laki-laki. Infeksi biasanya datang dari bakteri dan virus yang berasal dari luar yang masuk ke dalam tubuh.
Sementara itu, anatomi lubang kemih wanita terletak berdekatan dan itu memungkinkan bakteri dari lubang satu bisa masuk ke lubang yang lain bisa melalui media air dan lain sebagainya.
Lantas apa penyebab lainnya dan bagaimana cara mengatasi infeksi saluran kemih dan tipsnya yang diberikan langsung oleh Dokter Davis? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Penyebab Infeksi Kantung Kemih pada Wanita
Dokter Davis menyampaikan jika infeksi saluran kemih pada wanita bisa terjadi ketika bakteri atau virus melakukan invasi kepada tubuh. Bakteri tersebut biasanya datang dari luar dan kemudian masuk ke dalam saluran kemih.
“Kalau kita bilang infeksi biasanya adaya bisa berupa bakteri bisa berupa virus. Intinya ada invasi dari bakteri atau virus, atau benda asing lah intinya gitu. Itu dinamakan infeksi saluran kemih di urine,” ucap Davis.
Masuknya bakteri bisa disebabkan karena anatomi lubang dari wanita cukup berdekatan, mulai dari lubang kencing, vagina, dan kemudian lubang BAB. Bakteri yang keluar dari lubang BAB bisa saja mengkontaminasi saluran lainnya.
“Kalau kita lihat anatomi lubang kemih wanita, dia kan ada lubang kemih, saluran kencing, terus di bawahnya ada lubang vagina, lalu ada lubang BAB. Nah itu kan lubangnya berdekatan, bisa kontaminasi bisa, dari bakteri,” jelasnya.
Minum Air yang Cukup
Oleh karena itu, Davis menyarankan agar para wanita memperbanyak minum air putih. Hal itu dilakukan agar terhindar dari produksi urine yang pekat yang disebabkan oleh adanya endapan di dalam tubuh.
“Kalau misalnya minumnya kurang, produksi kencing urine-nya kan makin pekat. Pekat itu endapannya makin banyak, infeksi makin mudah terjadi,” jelas dokter Davis.
Selain itu, jika seseorang meminum air putih dengan intensitas yang cukup, maka produksi urine akan meningkat dan membuat seseorang menjadi sering buang air kecil. Hal itu bisa mendorong bakteri dan virus untuk keluar.
“Kalau kita minumnya cukup terus urinenya makin bening, kencingnya makin sering kan infeksi juga terdorong. Jadi bisa menghindari terjadinya infeksi. Jadi kalau kita kurang minum pun kemungkinan infeksi bisa jadi lebih besar ya,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar para pekerja yang sehari-hari bekerja duduk di atas kursi untuk tetap terus bergerak agar endapan dalam tubuh tidak selamanya mengendap dan bisa dikeluarkan.