Penampakan Bashiri Mumi Sakral Mesir Kuno yang Tak Berani Disentuh para Peneliti
Potret mumi misterius yang bikin para peneliti takut menyentuhnya.
Mumi menjadi salah satu obyek yang paling banyak diteliti oleh para arkeolog. Namun tidak semua mumi ternyata bisa diriset oleh para peneliti.
Sebuah mumi misterius yang diberi nama 'Bashiri' telah memikat pikiran para ahli Mesir Kuno selama lebih dari satu abad. Namun, mumi itu ternyata tidak pernah ditindaklanjut akibat tidak ada ahli yang berani menyentuhnya.
Dikutip dari Daily Mail, Selasa (1/4) mumi yang dijuluki 'tak tersentuh' itu pertama kali ditemukan oleh ahli Mesir Kuno terkenal Howard Carter pada tahun 1919 di daerah Lembah Para Raja di Luxor, tiga tahun sebelum ia mengungkap makam mewah Raja Tutankhamun.
Dalam temuan pertamanya, ia mengungkap teknik permumian yang digunakan untuk membungkus mayat kuno ini dan dianggap belum pernah terlihat di tempat lain.
Bashiri memakai perban di wajah yang disusun dalam pola rumit yang menyerupai piramida terkenal di Mesir.
Perlakuan yang diberikan pada mumi Bashiri saat dibungkus menunjukkan bahwa orang ini juga sangat penting dalam masyarakat Mesir kuno.
Meski begitu, identitas mayat tersebut masih belum diketahui terutama karena membuka bungkus mumi untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya dapat merusak praktik pembalsaman yang unik ini secara permanen.
Identifikasi Mumi
Para ilmuwan akhirnya menemukan cara lain untuk mengintip ke dalam mumi, dan menemukan beberapa petunjuk tentang siapa orang di balik mumi ini.
Pemindaian CT dan sinar-X telah digunakan untuk melihat apa yang ada di balik perban tanpa mengganggunya. Berdasarkan cara tersebut, para peneliti berhasil menentukan bahwa mumi Bashiri dulunya adalah seorang pria yang tingginya sekitar lima setengah kaki.
Mumi Bashiri diperkirakan hidup di era Ptolemeus antara abad kedua dan awal abad ketiga SM. Selama masa ini, seni dan kecanggihan praktik mumifikasi berada di puncaknya.
Menurut para ahli, bentuk perban yang rumit di atas wajah mumi tersebut dikatakan menyerupai desain arsitektur piramida Mesir.
Kemungkinan besar, bentuk perban tersebut adalah wujud rasa hormat dan penghormatan yang diberikan kepada individu ini.
Tentu saja dengan membuka bungkus mumi akan menjadi cara paling langsung untuk mempelajari lebih lanjut tentang sisa-sisa yang ada di dalamnya. Namun, bungkusnya sangat rapuh, dan merusaknya akan menghancurkan satu-satunya bukti yang diketahui dari teknik pembalseman khusus ini.
Sosok di Balik Mumi Bashiri
Keterbatasan para ahli menganalisa bagian dalam tak menyurutkan akal untuk mencari tahu rahasia di balik mumi itu.
Para ilmuwan pun meneliti bagian luar mumi yang penuh hiasan juga mengungkap informasi tentang status pria ini semasa hidupnya.
Kerah lebar yang menutupi dadanya terbuat dari beberapa baris manik-manik dan termasuk kait berkepala elang, menurut Museum Mesir.
Celemek yang menutupi tubuhnya menampilkan berbagai adegan, termasuk mumi yang berbaring di tempat tidur yang dikelilingi oleh dewi Isis dan Nephthys, serta keempat putra Horus, dewa kerajaan. Selubung di sekitar kaki juga dihiasi dua gambar dewa pemakaman Anubis.
Karena ciri-ciri ini, kemungkinan besar mumi tersebut berisi seorang pria yang sangat kaya dan penting, tetapi hal itu tidak membuat para ahli lebih dekat untuk mengetahui namanya.
Satu-satunya petunjuk adalah prasasti yang ditulis dengan tergesa-gesa di dalam makamnya, yang mungkin mengeja 'Bashiri' atau 'Nenu,' tetapi para ahli tidak pernah dapat memutuskan satu interpretasi pun.
Saat para ahli terus menyelidiki sisa-sisa yang luar biasa ini melalui teknik non-invasif, mereka mungkin akan menemukan lebih banyak petunjuk tentang siapa pria ini.
Meski telah banyak dilakukan analisa, hingga saat ini mumi Bashiri tetap diselimuti misteri yang belum terungkap sepenuhnya.