Pedih Curhat Presiden Prabowo Depan Banyak Ulama Besar NU, Nikmati Hinaan dari Seseorang
Dalam sambutannya di hadapan para ulama besar NU, Prabowo mengaku ada pihak yang selama ini terus mengkritik tajam sampai keluarkan hinaan yang menohok.
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan Jakarta, Rabu (5/2) malam. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut meramaikan acara ini.
Dalam sambutannya di hadapan para ulama besar NU, Prabowo mengaku ada pihak yang selama ini terus mengkritik tajam sampai keluarkan hinaan yang menohok. Bahkan, dia dikritik dengan sebutan-sebutan yang tak pantas.
Meski demikian, Prabowo menegaskan tidak masalah dengan pernyataan tersebut. Seperti apa pengakuan Prabowo? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Kamis (6/2).
Presiden Prabowo Minta Anak Buah Berani
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato lantang saat menghadiri Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan Jakarta, Rabu malam.
Dalam pidatonya, dia menyerukan soal para pejabat yang harus berani memberantas praktik-praktik kenegaraan yang menyimpang. Dia secara detail meminta para bawahannya untuk berani mengevaluasi diri, menjalankan pemerintahan yang bersih, hingga memerangi korupsi.
"Kita harus berani, saya ajak semua rekan-rekan saya dalam Kabinet Merah Putih untuk berani. Berani mengoreksi diri, berani membangun suatu pemerintahan ke depan yang bersih, bebas dari penyelewengan dan korupsi. Itu tekad kami. Kami akan terus (berjuang)," tegasnya.
Mengaku Dapat Perlawanan
Memiliki tekad kuat untuk menjalankan pemerintahan yang bersih bukan berarti tak ada ancaman. Prabowo dalam keterangannya menyebut bahwa usahanya dalam pemerintahan untuk menciptakan situasi yang kondusif sempat mendapat perlawnan.
"Dan kami mengerti dan tahu ada perlawanan-perlawanan. Tapi kami yakin apa yang kami perjuangkan adalah untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Kami tidak akan ragu-ragu bertindak," katanya.
Termasuk berbagai bentuk kritikan tajam yang ditujukan kepada dirinya sendiri. Tak main-main, Prabowo bahkan mengaku jika dia sempat dikatakan dengan sebutan tak senonoh dari seseorang yang enggan diungkapnya. Meski demikian, Prabowo menegaskan tidak masalah dengan pernyataan tersebut.
"Saudara-saudara, jangan kira kami ini bodoh. Memang ada yang mengatakan saya ini tolol, enggak apa-apa. Ada yang mengatakan saya bajingan yang tolol ya kan? Tapi saya enggak sebut namanya kalian sudah tahu, enggak apa-apa, kami paham dan mengerti," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengaku akan tetap getol menjalankan berbagai usaha untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Bahkan, dia menegaskan kepada para pejabat dan jajaran menteri untuk senantiasa memberikan kesetiaannya hanya kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
"100 Hari pertama, kami akan baik dalam arti saya berharap ada kesadaran (berubah). Saya pernah menyampaikan ke aparat dan institusi untuk bersihkan dirimu sebelum kau dibersihkan," katanya.
"Dan saya ingatkan semua aparat, kesetiaanmu adalah kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Kalau kau tidak setia dan menghalangi kebijakan-kebijakan untuk membantu rakyat Indonesia, saya akan tindak," tegas Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Harlah NU
Melansir dari laman resmi NU, Presiden Prabowo Subianto diketahui hadir dalam Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2) lalu. Tak sendiri, Prabowo menjadi tamu khusus didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga sejumlah jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Beberapa menteri tersebut ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hadir pula Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Luar Negeri Sugiyono, Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar, Menteri Perumahan Rakyat Maruar Sirait, Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pada kesempatan itu, hadir pula Wakil Presiden (Wapres) ke-13 KH Ma'ruf Amin, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Jend (Purn) Dudung Abdurrahman, Panglima TNI Jend Agus Subiyanto, dan Kapolri Jend Pol Listyo Sigit Prabowo.
Saat membuka acara, Prabowo beserta Gibran tampak ikut bernyanyi Yalal Wathon usai Indonesia Raya dengan tangan yang mengepal, selayaknya para ulama-ulama NU lain di lokasi.