Kupas Tuntas 5 Strategi Andalan Australia, Timnas Indonesia Wajib Antisipasi!
Timnas Indonesia harus mewaspadai strategi andalan Timnas Australia dibawah asuhan pelatih Tony Popovic.
Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Timnas Australia akan tersaji di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025). Timnas Indonesia wajib bersiap dengan perlawanan yang disajikan anak asuh Tony Popovic. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat, mengingat strategi-strategi andalan yang dimiliki oleh Timnas Australia.
Timnas Australia memiliki strategi dan cara bermain yang tak jauh beda dari pertandingan sebelumnya. Berbekal fisik yang mumpuni dan teknik dasar yang bagus, para pemain Australia mampu menciptakan peluang berbahaya ke pertahanan lawan.
Selain itu, pelatih Timnas Australia, Tony Popovic, kemungkinan akan memainkan strategi khusus yang akan diterapkan pada pertandingan melawan Timnas Indonesia mengingat komposisi pemain mereka banyak berubah. Meski begitu, sejumlah strategi andalan mereka diprediksi akan kembali diandalkan mengacu pada kualitas dan komposisi tim yang dibawa. Apa saja strategi andalan The Socceroos?
Pakai Pola 5 Bek Sejajar
Lini pertahanan Australia paten memakai skema tiga bek dengan bantuan dua pemain sayap di sisi kanan dan kiri. Dalam 4 laga terakhir di bawah asuhan pelatih Graham Arnold maupun Tony Popovic, Tim Kanguru selalu mengandalkan formasi 3-4-3 dinamis dan dengan cepat merubah formasi menjadi 5-4-1.
Saat posisi menyerang, Australia akan membuat pertahanannya tinggi. Dalam kondisi tersebut, tiga bek tengah akan berdiri sejajar untuk mengantisipasi serangan balik. Sebaliknya pada saat bertahan, Australia akan merubah pola menjadi lima bek sejajar terutama saat menghadapi lawan yang memiliki kecepatan.
Berkaca dari empat laga terakhir menghadapi China, Jepang, Arab Saudi dan Bahrain, Australia memakai pola yang sama dan berhasil mematikan lini tengah dan depan lawan. Mengantisipasi strategi tersebut, Timnas Indonesia wajib waspada dengan jebakan lini tengah Australia. Australia berpotensi membuat para gelandang Timnas Indonesia minim ruang gerak sehingga gampang terputus aliran bolanya.
Kemampuan fisik para pemain Australia juga masih sangat diandalkan untuk melakukan duel dengan para pemain Timnas Indonesia. Peran Thom Haye, Joey Pelupessy maupun Ivar Jenner akan sangat diandalkan dalam posisi ini. Terutama kreativitas mereka dalam mengalirkan bola ke lini depan.
Strategi High Pressing
Strategi kedua yang selalu digunakan Australia adalah kemampuan dalam melakukan teknik 'high pressing'. Australia mengandalkan trio penyerang mereka dengan bantuan dua gelandang aktif Jackson Irvine dan Aiden O'Neill untuk mengintimidasi pemain belakang lawan.
Peran aktif para pemain Australia dalam menutup ruang dan mengganggu pergerakan lawan bisa memecah konsentrasi dan memutus aliran serangan. Mengantisipasi hal tersebut, para pemain Timnas Indonesia harus meminimalisir kesalahan individu dan terlalu lama memegang bola.
Selain itu, perlu mobilitas dua gelandang tengah sebagai pemantul sekaligus penyalur bola ke lini depan. Dalam hal ini, peran Joey Pelupessy maupun Ivar Jenner akan sangat dibutuhkan terutama kemampuan fisik dan kelincahan mereka.
Marking 3 vs 1
Teknik high pressing Australia bukan hanya dilakukan pada saat lawan menguasai bola. Para punggawa The Socceroos juga selalu membentuk pola segitiga untuk mengepung pemain yang berada dalam posisi bebas. Cara ini dilakukan untuk mematikan pergerakan pemain tersebut sekaligus menutup ruang passing lawan yang tengah memegang bola.
Seperti yang mereka lakukan kala menghadapi Arab Saudi dan Bahrain, strategi itu cukup efektif membuat para pemain lawan membuang bola ke depan atau mengembalikan bola ke kiper.
Untuk mengantisipasinya, para pemain Timnas Indonesia harus mampu memiliki akurasi umpan dan kecepatan dalam membuat keputusan.
Cara terbaik menghadapi strategi tersebut adalah melakukan bola pendek dan berani membawa bola ke ruang yang kosong. Jika berhasil, para pemain Australia mau tidak mau akan merubah pola pressing mereka ke bentuk yang berbeda. Tentu saja cara tersebut akan menghasilkan celah terutama di lini tengah yang bisa cepat diisi gelandang serang Timnas Indonesia.
Teknik Individu dan Kolektivitas
Australia juga mengandalkan kemampuan individu para pemainnya untuk mendukung strategi mereka. Beberapa pemain seperti Jackson Irvine, Anthony Caceres hingga Craig Goodwin dikenal memiliki kemampuan individu di atas rata-rata.
Selain teknik individu, para pemain Australia juga memiliki kesepahaman gaya bermain masing-masing pemain sehingga mendukung kolektivitas permainan. Terbukti dari beberapa gol yang diciptakan Australia, kebanyakan berasal dari teknik individu maupun kerja sama antar pemain.
Menyikapi kelebihan para pemain Australia, para punggawa Garuda harus mengantisipasi duel satu lawan satu maupun sepakan jarak jauh. Cara meminimalisir peluang yang tercipta dari strategi tersebut tak lain dengan tidak memberikan ruang terbuka kepada lawan untuk bebas dalam menguasai bola.
Selain kecermatan para pemain belakang, peran gelandang bertahan Timnas Indonesia akan sangat diperhitungkan dalam hal ini terutama untuk memutus aliran bola.
Maksimal dalam Set Piece
Para pemain Australia dikenal memiliki kemampuan dalam melakukan set piece atau tendangan bebas. Selain menendang langsung ke gawang, mereka juga cukup efektif dalam melakukan bola silang.
Terbukti, para pemain Australia kerap menciptakan peluang emas dengan mengandalkan bola silang dari hasil tendangan bebas.
Pemain Australia, Craig Goodwin dikenal memiliki kemampuan dalam mengeksekusi tendangan bebas. Goodwin selalu mengincar tiang kedua yang kemungkinan besar akan diisi oleh Cameron Burgess maupun Milos Degenek.
Kemampuan pemain Australia tersebut harus bisa diredam oleh para pemain Indonesia. Postur tinggi para pemain belakang Timnas Indonesia juga akan sangat dibutuhkan untuk memutus aliran bola ke arah kotak penalti. Selain itu, para pemain Indonesia juga hendaknya tidak mudah terpancing untuk melakukan pelanggaran di dekat kotak penalti.