Keunikan Motif Batik Ayam yang saat Ini Dipamerkan di Museum Batik Indonesia
Ayam bisa jadi hewan yang paling banyak menginspirasi berbagai motif batik di Indonesia, dengan setiap bagian tubuhnya menjadi sumber ide kreatif.
Banyak motif batik yang terinspirasi oleh lingkungan sekitar, salah satunya adalah motif batik ayam. Menurut penelusuran yang dilakukan oleh tim kurator Museum Batik Indonesia, motif ini termasuk salah satu yang paling banyak ditemukan, baik pada batik pedalaman maupun batik pesisir.
Bentuknya pun bervariasi, ada yang menggambarkan ayam secara utuh, ada pula yang hanya menampilkan bagian cekernya, bahkan ada yang hanya mengambil bentuk bulu-bulunya. Temuan ini menjadi latar belakang diadakannya pameran batik berjudul Kukuruyuk di Museum Batik Indonesia yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Awalnya, ide muncul ketika kami eksplorasi koleksi museum batik. Gali hewan apa saja di dalam batik. Ada banyak batik ternyata yang mengandung motif ayam," ungkap Swa S. Adinegoro, kurator Museum Batik Indonesia, saat pembukaan pameran di Jakarta Timur, Senin, 20 Oktober 2025.
Motif ayam dalam batik, terutama pada batik pedalaman, memiliki makna yang mendalam. Sebagai contoh, motif babon angrem melambangkan kasih sayang seorang ibu, sehingga kain bermotif tersebut dikenakan oleh ibu yang sedang hamil tujuh bulan dalam upacara mitoni sesuai adat.
Sementara itu, motif batik ayam yang ditemukan di daerah pesisir lebih berfungsi sebagai elemen dekoratif. Contohnya adalah motif ayam alas yang terinspirasi dari keindahan ayam hutan, serta sawunggaling yang menggambarkan kegagahan ayam jantan Indonesia.
"Cerita Sawunggaling ini sebelumnya kan Go Tik Swan (maestro batik) diminta Presiden Sukarno untuk membuat batik Indonesia, Sepulang dari Bali, dia membuat motif itu yang terinspirasi dari sabung ayam," tambah Swa.
Kapan Motif Batik Ayam Mulai Diperkenalkan?
Swa menyatakan bahwa ayam dapat menjadi satu-satunya hewan yang berbagai bagian tubuhnya dijadikan motif.
"Bahkan, organ dalam ayam jadi inspirasi motif batik yang belum kami temukan di motif hewan lain," tuturnya.
Lalu, kapan sebenarnya motif batik ayam mulai muncul di Indonesia? Swa mengaku belum memiliki data yang jelas mengenai hal tersebut. Namun, ia berpendapat bahwa banyaknya inspirasi motif batik dari ayam disebabkan oleh kedekatan antara ayam dan manusia.
"Kita sudah familiar dengan ayam. Kita lihat ayam, oh induk ayam itu galak karena dia menjaga sarangnya. Maka kemudian digunakanlah itu sebagai simbol untuk babon angrem. Kemudian, dia melihat ayam mengais-ngais tanah untuk mencari makan. Maka, terciptalah motif batik cakar," tuturnya.
Semakin Muda, Semakin Modern
Meskipun sebagian besar batik pesisir hanya menampilkan motif sebagai elemen hiasan, ada juga batik pesisir yang memiliki makna mendalam. Contohnya adalah motif batik ayam yang terdapat pada batik Rifaiyah dari Batang.
Swa menjelaskan bahwa batik tersebut melambangkan sifat baik dan kejujuran manusia.
"Semakin ke kontemporer, kita melihat bahwa banyak batik sekarang ini lebih sebagai elemen dekoratif, dan itu sebenarnya tidak salah juga. Karena dengan membuat batik pun, kita juga sudah melestarikan batik," ungkap Swa.
Pameran Kukuruyuk menampilkan 26 kain batik yang semuanya memiliki motif ayam. Kain tertua yang dipamerkan berasal dari tahun 1950-an, sedangkan kain termuda diproduksi setelah tahun 2000.
"Ada dua koleksi yang merupakan pinjaman," tambahnya.
Pameran ini diadakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober. Desain interior pameran dibuat berwarna-warni, mengingat pengunjung museum mayoritas terdiri dari anak-anak dan orang tua yang membawa anak-anak mereka.
"Narasi disampaikan tidak terlalu berat sehingga bisa dipahami oleh anak-anak dan juga dinikmati oleh bapak ibu pecinta batik," kata Swa.
Mempelajari Tentang Kesederhanaan Ayam
Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 20 November 2025. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pameran ini, mengingat bahwa batik merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan.
"Batik dengan beragam cerita yang ada di balik motifnya, telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2009. Batik menjadi kebanggaan bangsa dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus mengembangkan, memanfaatkan, dan melestarikannya," ungkap Wamenbud Giring.
Mengenai tema ayam yang diangkat dalam pameran ini, Giring berpendapat bahwa pameran ini menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung tentang kesederhanaan ayam.
"Dari ayam betina, kita bisa belajar tentang kasih sayang dan kesabaran ketika ia mengerami telur-telurnya. Dari ayam jantan, kita bisa belajar tentang semangat dan tanggung jawab ketika ia berkokok menyambut fajar. Dari keduanya kita belajar tentang ketekunan, kasih, dan kehidupan," jelasnya.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3590047/original/047506100_1633118338-211001_infografis_motif-motif_batik_P.jpg)