Karyawan PT Timah Ejek Honorer Antre BPJS, Rieke 'Oneng' Colek Kejaksaan Agung Ingatkan Kasus Korupsi Timah
Berikut Rieke 'Oneng' colek Kejaksaan Agung ingatkan kasus korupsi Timah usai karyawan PT Timah ejek honorer antre BPJS.
Publik belakangan dihebohkan dengan video seorang karyawan PT Timah yang bersikap nirempati terhadap peserta BPJS Kesehatan. Ia mengejek honorer yang mengantre BPJS saat hendak berobat. Videonya ini pun sontak langsung menjadi sorotan publik.
Tak hanya masyarakat saja, Rieke Diah Pitaloka juga menaruh atensi terhadap video tersebut. Hal ini terlihat dari unggahan di akun Instagram miliknya.
Menariknya, Rieke juga mencolek Kejaksaan Agung mengingatkan soal kasus korupsi Timah yang sempat menjadi perbincangan panas masyarakat.
Lantas bagaimana momen Rieke 'Oneng' colek Kejaksaan Agung ingatkan kasus korupsi Timah usai karyawan PT Timah ejek honorer antre BPJS? Melansir dari akun Instagram riekediahp, Senin (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Viral Karyawan PT Timah Ejek Honorer Antre BPJS
Pengguna media sosial belakangan ini ramai mengkritisi unggahan video seorang perempuan yang bersikap nirempati terhadap peserta BPJS Kesehatan.
Perempuan yang diketahui merupakan pegawai PT Timah, yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan wajah sinis mengucapkan kata-kata bernada sindiran.
"Ngantri ya dek, BPJS ya," kata wanita sambil goyang-goyangkan badan dan diiring tertawa berbahak-bahak seperti dikutip, Minggu (2/2).
"Awww BPJS. Masih honorer ya, ah kasian deh. Kebetulan saya kan. Saya gak ngantri deh pasien prioritas," timpal wanita itu sambil menunjukkan logo perusahaan tempatnya bekerja.
Beri Klarifikasi
Setelah video kontennya viral dan menjadi perbincangan panas publik, karyawan PT Timah ini langsung memberikan klarifikasi. Dikatakan bahwa video yang diunggahnya itu murni POV dan tidak ada hubungannya dengan perusahaan tempatnya bekerja.
"Konten-konten yang ada di akun saya tersebut itu adalah murni POV, point of view itu adalah sudut pandang saya sendiri yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan tempat saya bekerja," ujar karyawan ini.
"Karena itu adalah akun pribadi saya sendiri yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perusahaan tempat saya bekerja," lanjutnya.
Menariknya, Ia memberikan pernyataan permintaan maaf dengan kalimat yang ambigu. Bagaimana tidak, dalam video tersebut Ia justru mengatakan 'mungkin' mau minta maaf.
"Untuk pihak-pihak yang terganggu atas video atau vt yang saya buat, konten-konten yang saya buat, mungkin saya mau minta maaf," ucap karyawan PT Timah ini.
"Karena konten tersebut tidak ada kaitannya, niat buat menyinggung profesi atau organisasi tersebut," tambahnya.
Rieke 'Oneng' Colek Kejaksaan Agung Ingatkan Kasus Korupsi Timah
Tak hanya masyarakat saja, Rieke Diah Pitaloka juga menaruh atensi terhadap video tersebut. Anggota DPR RI yang dikenal dengan sebutan Rieke 'Oneng' ini bahkan sampai mengunggah kembali video dan klarifikasi karyawan tersebut.
Di tengah viralnya video itu, Rieke tak lupa mengingatkan Kejaksaan Agung soal kasus korupsi Timah. Sebagaimana diketahui, kasus korupsi Timah hingga kini masih menjadi perbincangan panas publik.
"#ViralForJustice #BongkarKorupsiTimah
Kelakuan seseorang berseragam perusahaan negara yang urusin timah, bikin inget #BongkarKorupsiTimah. Kabarnya masih ada Surat Perintah Penyidikan alias SPRINDIK lain di kasus korupsi timah. Semangat @kejaksaan.ri lanjutkan #BongkarKorupsiTimah. Salam sopan Indonesia! Kalau sopan vonis ringan🤭," ujar Rieke Diah Pitaloka.
PT Timah Buka Suara
Kepala Bidang Komunikasi PT Timah Tbk, Anggi Siaahan membenarkan bahwa perempuan tersebut merupakan pegawai BUMN.
"Inisialnya DCW betul karyawan PT Timah" kata dia saat dikonfirmasi, Minggu (2/2).
Anggi mengatakan, pihaknya telah melayangkan panggilan kepada DCW untuk dimintai klarifikasi atas konten tersebut.
"Hari pertama naiknya respon publik terkait ini tim HC perusahaan telah sigap menyampaikan pemanggilan terhadap yang bersangkutan," ujar dia.
Namun, pemeriksaan belum dilakukan karena terkendala hari libur. Kendati demikian, Anggi memastikan akan memproses DCW sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan.
"Pemanggilan sudah disampaikan kepada yang bersangkutan. Namun tersela hari libur. Insya Allah proses tetap akan dilaksanakan dengan tidak lama," ujar dia.
"Perusahaan tegas terhadap pelaksanaan aturan kekaryawanan namun semuanya tentu berproses," sambung dia.
Terkait kejadian ini, pihak perusahaan juga telah menyampaikan permintaan maaf bagi seluruh pihak yang terganggu.
"Terpenting adalah ke depan perusahaan terus fokus melakukan pembenahan internal termasuk edukasi terkait penggunaan media sosial yang bijak," pungkasnya.