Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Persib Bandung vs Arema FC: Singo Edan Puas Rusak Rekor Pangeran Biru di GBLA

{{caption}}
KPK Desak Pembahasan RUU Pembatasan Uang Kartal, Singgung Akar Politik Uang di Pemilu

{{caption}}
Program MBG Dongkrak Usaha Tempe Lokal, Perajin Tempe di Jaktim Raup Kenaikan Omzet

{{caption}}
15.349 Jemaah Haji RI Terbang ke Arab Saudi, Layanan Terintegrasi Permudah Proses Kedatangan

{{caption}}
Kubu Rismon Sianipar Tanggapi Laporan Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game

{{caption}}
Polisi Jadi Tersangka Tabrak Lari Tewaskan Satu Orang di Manado, Kini Dipatsus

Topik Terkait
{{caption}}
Ini Fokus Indonesia Setelah Resmi Jadi Anggota BRICS

Sektor manufaktur merupakan sektor unggulan yang terbesar di kawasan BRICS

{{caption}}
Indonesia Jadi Anggota BRICS, Luhut Soroti Kondisi Ekonomi China dan Krisis Energi di Eropa

Bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan BRICS bukanlah keputusan yang diambil sembarangan.

{{caption}}
Indonesia Jadi Anggota BRICS, Luhut: Kalau Menguntungkan Kenapa Tidak?

Keuntungan yang menjadi sorotan adalah peluang Indonesia untuk membeli minyak dari Rusia dengan harga yang lebih kompetitif.

{{caption}}
Membandingkan Investasi Amerika Serikat vs Negara BRICS di Indonesia, Mana Lebih Besar?

Keputusan Indonesia menjadi anggota BRICS memiliki dampak ke ddepannya.

{{caption}}
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Pengamat: Pemerintah Terlalu Pro China, Tak Beri Keuntungan Segi Ekonomi

Bhima menuturkan, sebaiknya pemerintah tidak hanya melihat BRICS dengan agenda China saja, tetapi ada potensi besar dengan negara Brasil.

{{caption}}
Ini Ancaman yang Bisa Dihadapi Indonesia Setelah Resmi Gabung BRICS

Organisasi ini dirancang untuk menyatukan negara-negara berkembang paling penting di dunia.

{{caption}}
Gabung jadi Anggota BRICS, Apa Untungnya bagi Ekonomi Indonesia?

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Heryawan menyebut pengaruh Indonesia akan makin besar dengan bergabung sebagai anggota BRICS

{{caption}}
Indonesia Resmi Bergabung Jadi Anggota Penuh BRICS

Arab Saudi telah diundang untuk bergabung, tetapi belum mengambil langkah konkret untuk melakukannya.

{{caption}}
Indonesia Resmi jadi Anggota Penuh BRICS, Ini Penjelasan Lengkap Kemlu

Indonesia menyatakan akan bergabung sebagai anggota penuh BRICS.

{{caption}}
Fakta-Fakta dan Sejarah BRICS, Dibentuk Rusia dan Indonesia Sampaikan Keinginan untuk Bergabung

KTT BRICS  pertama dilaksanakan pada 16 Juni 2009 di Yekaterinburg dimana para pemimpin BRIC.

{{caption}}
Prabowo Jadi Penentu Indonesia Gabung BRICS atau Tidak

Retno telah berkomunikasi dengan Prabowo Subianto mengenai BRICS ketika baru-baru diumumkan sebagai pemenang Pilpres 2024.

{{caption}}
KPK Dorong Lembaga Khusus Pengawas Kaderisasi Partai Politik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pentingnya lembaga khusus untuk pengawasan kaderisasi partai politik, guna menekan risiko penyimpangan dan biaya politik tinggi yang kerap terjadi.

{{caption}}
Google Cloud Indonesia Perkuat Kehadiran Digital di Tanah Air, Incar Pertumbuhan Ekonomi RI

CEO Google Cloud Thomas Kurian menyatakan perusahaan global makin gencar memperkuat kehadiran digital di Indonesia seiring pertumbuhan ekonomi, dengan Google Cloud Indonesia menjadi pilihan utama untuk infrastruktur cloud dan teknologi AI.

ai
{{caption}}
Hujan Lebat BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Berbagai Wilayah Indonesia Jumat Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru. Waspada potensi hujan lebat BMKG di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat besok. Simak detailnya.

{{caption}}
Singapura Tegas Tolak Pembatasan Lalu Lintas Kapal di Selat Malaka, Jamin Hak Lintas Semua Negara

Singapura menyatakan penolakan tegas terhadap usulan pembatasan lalu lintas kapal atau pengenaan bea masuk di Selat Malaka, menegaskan pentingnya jalur strategis ini bagi perdagangan global dan hak lintas semua negara.

{{caption}}
Salatiga Kembali Dinobatkan sebagai Kota Paling Toleran dalam Indeks Kota Toleran 2025

SETARA Institute merilis Indeks Kota Toleran 2025, menempatkan Salatiga sebagai kota paling toleran di Indonesia. Laporan ini mengungkap dinamika penting dan kota-kota berprestasi dalam menjaga kerukunan.

{{caption}}
Pakar Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Negara untuk Atasi Isu Sosial Ekonomi di Tengah Ketegangan Global

Pakar Hubungan Internasional Binus University, Dinna Prapto Raharja, menyoroti peran krusial Kedaulatan Negara dalam menyelesaikan masalah sosial ekonomi di tengah dinamika global, termasuk perang dagang dan ketegangan geopolitik.

{{caption}}
Komisi I DPR Usul Kemenlu Bentuk Unit Khusus Perjelas Posisi Diplomasi Indonesia di Kancah Global

Komisi I DPR RI mengusulkan Kementerian Luar Negeri membentuk unit khusus untuk memperjelas posisi Diplomasi Indonesia di mata dunia, terutama terkait isu bergabungnya Indonesia ke BRICS yang memicu pertanyaan internasional.

{{caption}}
Prabowo Putin Bertemu di Kremlin, Sepakati Peningkatan Kerja Sama Ekonomi hingga Antariksa

Presiden Prabowo Putin bertemu di Istana Kremlin, membahas peningkatan kerja sama bilateral di berbagai sektor vital, dari ekonomi hingga antariksa, membuka babak baru hubungan kedua negara.

{{caption}}
Praktisi Soroti Pentingnya Penguatan Hubungan Indonesia Iran di Tengah Gejolak Geopolitik

Direktur Eksekutif Synergy Policies Dinna Prapto Raharja menyoroti urgensi penguatan Hubungan Indonesia Iran serta solidaritas global di tengah gejolak geopolitik akibat serangan di Timur Tengah.

{{caption}}
Prabowo Tegaskan Awasi Langsung Percepatan Hubungan Moneter Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo Subianto akan secara pribadi mengawasi percepatan Hubungan Moneter Indonesia-Rusia, menandai komitmen serius untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Simak detailnya!

{{caption}}
Menlu Iran Tegaskan Pentingnya Peran BRICS di Timur Tengah untuk Stabilitas Kawasan

Menteri Luar Negeri Iran menyerukan agar BRICS memainkan peran konstruktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik di kawasan tersebut.

{{caption}}
Menlu China Ajak Negara Global South Perkuat Multilateralisme di Tengah Gejolak Dunia

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyerukan negara-negara Global South untuk menjaga semangat multilateralisme sebagai 'jimat pelindung' di tengah tantangan global, memperkuat posisi mereka di panggung internasional.