Hati-Hati!Gejala Kolestrol Tinggi yang Tak Terduga Dapat Muncul saat di 'Ranjang'
Gejala kolesterol tinggi dapat muncul secara mengejutkan saat berhubungan intim.
Menurut para pakar kesehatan, gejala kolesterol tinggi dapat muncul secara tidak terduga saat seseorang berada di tempat tidur. Penelitian menunjukkan pria yang memiliki kolesterol tinggi memiliki kemungkinan hampir dua kali lipat untuk mengalami disfungsi ereksi. Kolesterol tinggi merujuk pada kelebihan zat lemak, yang dikenal sebagai kolesterol, yang terdapat dalam aliran darah. Walaupun tubuh memerlukan kadar kolesterol tertentu untuk berfungsi dengan baik, kelebihan kolesterol dapat membawa risiko kesehatan yang serius.
Potensi bahaya terletak pada kemampuannya untuk menumpuk dan menyumbat arteri, yang dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis. Aterosklerosis adalah kondisi di mana pembuluh darah menjadi menyempit dan mengeras. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berujung pada konsekuensi serius seperti serangan jantung atau stroke. Sering disebut sebagai pembunuh diam-diam, kolesterol tinggi umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Banyak individu tidak menyadari bahwa mereka memiliki kadar kolesterol tinggi hingga mereka menjalani tes darah atau mengalami masalah kesehatan lainnya.
Namun, para ahli menyatakan bahwa gejala yang muncul saat berhubungan intim bisa menjadi tanda adanya peningkatan kadar kolesterol. Seorang apoteker pengawas di Oxford Online Pharmacy, Robert Bradshaw menjelaskan hubungan antara kolesterol dan disfungsi ereksi.
"Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar kolesterol Anda, semakin besar risiko Anda mengalami disfungsi ereksi," ungkap Robert.
Disfungsi Ereksi Dapat Menjadi Indikasi Adanya Kadar Kolesterol Tinggi
Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology, ditemukan bahwa pria yang memiliki kadar kolesterol total di atas 6,21 mmol/L hampir dua kali lipat lebih rentan mengalami disfungsi ereksi dibandingkan dengan pria yang kadar kolesterolnya berada di bawah 4,65 mmol/L. Selain itu, sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Urology menunjukkan jenis kolesterol yang terdapat dalam darah juga berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya disfungsi ereksi.
"Pria dengan DE memiliki kadar lipoprotein densitas rendah [kolesterol 'jahat'] yang jauh lebih tinggi daripada orang sehat," ujar Robert.
Dia juga menambahkan penelitian lain menemukan bahwa pria dengan kadar lipoprotein densitas tinggi [kolesterol 'baik'] yang lebih tinggi memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk mengalami disfungsi ereksi daripada mereka yang kadarnya lebih rendah, bahkan jika kolesterol total mereka sama. Intinya? Semakin tinggi kolesterol Anda, semakin tinggi peluang Anda mengalami masalah ereksi.
Kolesterol dapat Pengaruhi Disfungsi Ereksi
Robert menjelaskan keterkaitan antara kolesterol dengan disfungsi ereksi. Ia mengatakan, karena ereksi bergantung pada aliran darah yang baik ke penis, apa pun yang memengaruhi pembuluh darah Anda juga dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.
"Siapa pun dengan kolesterol tinggi memiliki lemak berlebih dalam darah, yang dapat mulai menggumpal dan membentuk endapan pada lapisan pembuluh darah. Seiring waktu, kerusakan ini menyebabkan pembuluh menyempit dan membatasi aliran darah," kata Robert.
Robert juga mengatakan dalam kasus disfungsi ereksi, berkurangnya aliran darah ke arteri penis dapat mengganggu kemampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Di samping itu, kolesterol tinggi dapat mengganggu fungsi otot polos dan saraf tepi yang berperan dalam proses ereksi. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kadar kolesterol tetap normal sangat penting untuk kesehatan seksual dan fungsi ereksi yang optimal.
Disfungsi Ereksi Tidak Selalu Berkaitan dengan Tingginya Kadar Kolesterol
Disfungsi ereksi tidak selalu menunjukkan seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Menurut klarifikasi dari NHS, sebagian besar pria terkadang mengalami kesulitan dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi, terutama pria yang berusia di atas 40 tahun. Organisasi kesehatan tersebut menjelaskan lebih lanjut, hal ini biasanya disebabkan oleh stres, kelelahan, atau konsumsi alkohol yang berlebihan, dan tidak perlu dikhawatirkan. Ini juga bisa menjadi efek samping dari beberapa obat.
Meskipun begitu, NHS mengakui beberapa kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, depresi atau kecemasan, serta ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi kemampuan ereksi seseorang.
Untuk mencegah atau mengurangi kadar kolesterol yang tinggi, ada beberapa langkah yang disarankan. Pertama, kurangi asupan lemak jenuh dan jaga pola makan yang sehat serta seimbang. Selain itu, lakukan aktivitas fisik secara teratur, berhenti merokok, dan batasi konsumsi alkohol. Jika perlu, minumlah obat yang diresepkan oleh dokter. Jika Anda merasa khawatir mengenai kadar kolesterol atau mengalami disfungsi ereksi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum Anda.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2878008/original/054745300_1565600209-Infografis_7_Jurus_Turunkan_Kolesterol-rev.jpg)