Dedikasi Guru TK Tak Bergaji Tiap Hari Ajari Belasan Anak, ke Sekolah Bawa Kambing hingga Cari Rumput
Di sebuah pelosok desa di Yogyakarta, ada sosok inspiratif dengan cerita luar biasa.
Di sebuah pelosok desa di Yogyakarta, ada sosok inspiratif dengan cerita luar biasa. Perjuangannya menghadapi tantangan hidup rasanya tak main-main.
Jiwanya merasa terpanggil, dia pun mendedikasikan diri untuk mengabdi menjadi guru TK tak bergaji di sebuah lokasi yang cukup jauh dari kediamannya sendiri. Setiap harinya, dia pun rela untuk berjalan kaki sendiri.
Menariknya, dia turut membawa seekor kambing dengan peralatan sederhana untuk mencari rumput bagi ternaknya saat hendak mengajar. Seperti apa sosok dan ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Guru TK Tak Dibayar
Sosok wanita tangguh bermental baja itu yakni bernama Wati. Setiap hari, Wati rela menempuh perjalanan jauh di perbukitan demi mengajar di sebuah sekolah Taman Kanak-kanak (TK) sederhana yang telah berdiri selama kurang lebih enam tahun.
Tak selayaknya guru-guru di perkotaan, mirisnya Wati justru mengajar dengan tanpa imbalan sepeser pun. Dia murni mengabdikan diri agar anak-anak kecil di sekitar lokasi sekolah itu dapat memperoleh pendidikan yang baik dan layak.
"Tak seperti guru-guru lain di kota yang menerima gaji tetap, Ibu Wati mengajar dengan keikhlasan tanpa menerima bayaran sepeser pun," demikian dikutip dari keterangan unggahan akun Instagram @polisibaksos.
Mengajar Sekaligus Cari Rumput Ternak
Mirisnya lagi, Wati setiap harinya bahkan mengaku harus berjalan menapaki perbukitan dengan menggiring seekor kambing kecil miliknya sendiri. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Wati diketahui bakal mengikat tali kambingnya di sebuah lahan rumput yang luas.
Setelah merasa ternak satu-satunya itu aman, dia lantas bakal melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah tempatnya mengajar.
"Setelah mengikat kambingnya di tempat yang aman, ia melanjutkan perjalanan sejauh tiga kilometer, naik turun gunung dengan penuh semangat," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Keteguhan hati Wati dalam menjalani hidup sebagai seorang guru tak berbayar membuat salah seorang perwira personel Polda DIY tersentuh. Secara langsung, sang perwira menemui Wati yang tengah mencari rerumputan menggunakan sabit usai mengajar.
"Kok masih pakai baju dinas bu?" tanya sang polisi.
"Iya pak, ini tadi anak-anak habis pulang sekolah saya sekalian cari rumput. Biasa ini pak saya sehari-hari begini," ungkapnya.
"Jadi ibu sambil ngajar sambil cari rumput?" tanya sang polisi.
"Iya pak," balas Wati.
Tersenyum Diberi Bantuan
Usai mendengar Wati bercerita, sang polisi kedapatan langsung memberikan sejumlah lembar uang tunai. Sontak, wajah Wati senantiasa diliputi kebahagiaan sekaligus haru. Dia menuturkan ungkapan terima kasih mendalamnya.
"Bu, ini ada sedikit rezeki dari orang-orang yang baik. Diterima mohon ya bu," katanya.
"Terima kasih pak. Semoga rezekinya berlimpah, diberi kesehatan, dan dibalas oleh Allah SWT," balas Wati.
Bagi Wati, menjadi guru rasanya bukan sekadar sebuah profesi biasa, melainkan panggilan jiwa yang harus segera dilaksanakan. Sebab, dia mungkin percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah masa depan anak-anak di desanya.
Banjir Air Mata & Doa
Cerita perjuangan Wati dalam menjalani hidup sehari-hari membuat banyak warganet merasa prihatin. Banyak doa dan dukungan mendalam yang ditulis bagi sosok guru inspiratif tersebut.
"Sungguh sangat mulia ibu ini ya allahh😢," tulis akun @fajri_ramadhan28
"Ladang pahala ya bu ❤️," tulis akun @abahudi615
"Ya Allah miris banget😢," tulis akun @fahmiidris_99
"Masyallah barakallah...smg Bu Wati sll sht berkah barokah rezekinya lancar...aamiin..❤️❤️❤️," tulis akun @uchix60
"Sehat selalu ya Bu Guru semoga Allah mengangkat derajatmu 😍😍😢❤️," tulis akun @nourmaanna
"Semangat ibu guru.. ❤️semoga berkah dan sehat selalu ❤️," tulis akun @kharisma196