Bukan 1 Mei, Negara-negara ini Punya Tanggal Berbeda Rayakan Hari Buruh
Meskipun 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional, berbagai negara merayakannya pada tanggal berbeda dengan tradisi unik.
Hari Buruh Internasional, atau May Day, diperingati setiap tanggal 1 Mei di lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Namun, perayaan Hari Buruh tidak seragam di seluruh dunia. Beberapa negara, ternyata merayakannya pada tanggal yang berbeda.
Perbedaan ini muncul karena berbagai faktor sejarah, politik, dan budaya masing-masing negara. Perbedaan perayaan Hari Buruh tidak hanya terletak pada tanggalnya saja, tetapi juga pada bentuk perayaannya.
Di beberapa negara, perayaan ini diwarnai demonstrasi dan aksi protes untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Di negara lain, perayaannya lebih bersifat meriah dan melibatkan kegiatan budaya seperti festival atau parade.
Keunikan ini menunjukkan keragaman budaya dan konteks politik masing-masing negara. Lantas negara mana saja yang memiliki perbedaan tanggal Hari Buruh? Simak informasi berikut ini dikutip dari berbagai sumber.
Amerika Serikat
Hari Buruh di Amerika Serikat diperingati pada hari Senin pertama di bulan September. Pada tahun ini, Hari Buruh di Amerika Serikat akan jatuh pada tanggal 1 September 2025.
Hari Buruh di Amerika Serikat berbeda dengan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei di banyak negara di dunia. Hari Buruh di AS merupakan hari libur federal yang didedikasikan untuk menghormati kontribusi pekerja terhadap kekuatan, kemakmuran, dan kesejahteraan negara. Hari ini juga secara tidak resmi menandai berakhirnya musim panas bagi banyak orang Amerika.
Ide awal untuk Hari Buruh muncul pada tahun 1882, dan perayaan pertama terjadi pada tanggal 5 September 1882 di New York. Acara ini, yang diselenggarakan oleh Central Labor Union (CLU), menjadi contoh bagi perayaan-perayaan serupa di kota-kota lain.
Pada tahun 1884, Knights of Labor, sebuah organisasi buruh yang berpengaruh pada masa itu, secara resmi mengadopsi resolusi yang menyatakan bahwa Senin pertama di bulan September harus ditetapkan sebagai Hari Buruh. Keputusan ini menjadi sangat penting karena menetapkan waktu spesifik dalam setahun untuk perayaan tersebut.
Pada tahun 1894, Kongres Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang yang menetapkan Senin pertama di bulan September sebagai hari libur nasional federal yang dikenal sebagai Hari Buruh. Presiden Grover Cleveland menandatangani undang-undang ini pada tanggal 28 Juni 1894.
Penetapan Hari Buruh pada bulan September, khususnya pada hari Senin pertama, merupakan hasil dari usulan awal dari gerakan buruh, adopsi oleh organisasi buruh besar seperti Knights of Labor, dan kemudian pengakuan hukum oleh negara bagian sebelum akhirnya menjadi hari libur nasional.
Pemilihan bulan September dan hari Senin memberikan waktu yang tepat untuk merayakan kontribusi pekerja tanpa berbenturan dengan hari libur besar lainnya dan memberikan kesempatan untuk parade dan perayaan yang lebih luas setelah akhir pekan.
Kanada
Kanada juga mengadopsi peringatan Hari Buruh di Amerika Serikat yaitu pada hari Senin pertama di bulan September. Menurut sejarahnya, Hari Buruh di Kanada memiliki kaitan erat dengan gerakan buruh di Amerika Serikat. Pada abad ke-19, kondisi kerja yang buruk mendorong para pekerja untuk mengorganisir diri dan menuntut perbaikan.
Perayaan Hari Buruh pertama yang tercatat di Kanada terjadi di Toronto pada tahun 1872. Serikat-serikat pekerja mengadakan parade besar untuk mendukung para pekerja percetakan yang sedang melakukan mogok kerja menuntut jam kerja yang lebih pendek (sembilan jam sehari). Parade ini, yang melibatkan ribuan pekerja, menjadi momen penting dalam sejarah gerakan buruh Kanada.
Pada tahun selanjutnya, ide untuk menetapkan hari libur khusus untuk menghormati pekerja terus bergulir. Ada pengaruh kuat dari gerakan buruh di Amerika Serikat, di mana Hari Buruh mulai dirayakan pada bulan September.
Akhirnya, pada bulan Juli 1894, Parlemen Kanada secara resmi menetapkan Senin pertama di bulan September sebagai hari libur nasional yang disebut Labour Day. Penetapan ini dilakukan sebagai pengakuan atas kontribusi para pekerja terhadap masyarakat dan perekonomian Kanada.
Sama seperti di Amerika Serikat, Hari Buruh di Kanada kini menjadi hari libur panjang di akhir pekan yang menandai akhir tidak resmi musim panas. Orang Kanada sering merayakannya dengan piknik, barbekyu, dan acara keluarga. Namun, akarnya tetap tertanam dalam perjuangan para pekerja untuk kondisi kerja yang lebih baik.
Australia
Hari Buruh di Australia diperingati dengan tanggal yang berbeda-beda tergantung setiap negara bagian dan teritori, dan tidak jatuh pada tanggal 1 Mei seperti di banyak negara lain.
Sebagai contoh, Australia Barat tahun ini akan memperingati pada Senin, 3 Maret 2025. Victoria dan Tasmania tahun ini telah menyelenggarakan seminggu setelahnya pada Senin, 10 Maret 2025 (di Tasmania dikenal sebagai Eight Hours Day).
Queensland dan Northern Territory akan memperingati pada Senin, 5 Mei 2025 (di Northern Territory dikenal sebagai May Day). Terakhir, Australian Capital Territory (ACT), New South Wales, dan South Australia akan memperingati pada Senin, 6 Oktober 2025.
Perbedaan tanggal ini disebabkan oleh sejarah unik gerakan buruh di setiap wilayah dan waktu dicapainya tuntutan delapan jam kerja sehari. Australia merupakan salah satu negara pertama di dunia yang memperjuangkan dan meraih sistem delapan jam kerja.
Perayaan Hari Buruh di Australia juga dikenal sebagai "Eight Hours Day" untuk memperingati perjuangan tersebut.
Britania Raya
Britania Raya memperingati Hari Buruh sebagai Early May Bank Holiday, yang jatuh pada hari Senin pertama di bulan Mei. Pada tahun 2025, Early May Bank Holiday dan Hari Buruh di Britania Raya jatuh pada tanggal 5 Mei 2025.
Tanggal 1 Mei secara tradisional telah lama dirayakan di Eropa sebagai May Day, sebuah festival musim semi dengan akar pagan yang menandai awal musim panas. Tradisi-tradisi seperti menari di sekitar maypole, memilih Ratu Mei, dan menghias dengan bunga adalah bagian dari perayaan ini.
Pada akhir abad ke-19, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan hak-hak pekerja, tanggal 1 Mei juga menjadi penting sebagai Hari Buruh Internasional, untuk memperingati perjuangan pekerja untuk jam kerja yang lebih pendek dan kondisi kerja yang lebih baik, yang dipicu oleh peristiwa seperti Haymarket Affair di Chicago pada tahun 1886.
Britania Raya menetapkan Early May Bank Holiday pada tahun 1978. Meskipun bertepatan dengan waktu perayaan Hari Buruh Internasional, penetapannya sebagai hari libur lebih bersifat umum untuk memberikan libur panjang di awal bulan Mei.
Saat ini, Early May Bank Holiday di Britania Raya dirayakan dengan berbagai cara. Banyak orang menikmati libur akhir pekan yang panjang untuk beristirahat dan rekreasi. Meskipun tidak selalu memiliki fokus yang kuat pada isu-isu buruh seperti di beberapa negara lain, acara-acara serikat pekerja dan demonstrasi untuk hak-hak pekerja juga terkadang diadakan.
Tradisi-tradisi May Day seperti maypole dancing dan festival musim semi juga masih dapat ditemukan di beberapa komunitas.
Selandia Baru
Selandia Baru memperingati Hari Buruh pada hari Senin keempat di bulan Oktober. Pada tahun 2025, Hari Buruh di Selandia Baru akan jatuh pada tanggal 27 Oktober 2025.
Sejarah Hari Buruh di Selandia Baru terkait erat dengan perjuangan untuk kondisi kerja yang lebih baik, terutama tuntutan delapan jam kerja sehari. Gerakan buruh di Selandia Baru terinspirasi oleh gerakan serupa di Australia.
Akhir abad ke-19, serikat-serikat pekerja mulai aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk jam kerja yang lebih pendek. Seperti yang terjadi di banyak negara lain, gerakan buruh di Australia, dengan keberhasilan awal mereka dalam memperjuangkan delapan jam kerja, memberikan dorongan bagi para pekerja di Selandia Baru.