7 Alasan Kucing Selalu Merasa Lapar, Ketahui Perilakunya
Cari tahu berbagai alasan mengapa kucing selalu merasa lapar.
Kucing tidak hanya manja, tetapi juga sering kali merasa lapar. Terdapat berbagai faktor yang dapat menjelaskan nafsu makan si meong yang tak terpuaskan.
Dari masalah kesehatan seperti infeksi cacing hingga kebiasaan makan yang perlu diperbaiki, penting untuk memahami penyebab kucing yang selalu lapar dan langkah-langkah yang perlu diambil. Memahami pola makan kucingmu sangat penting demi menjaga kesehatannya.
Apakah dia sering mengeong meminta makanan di luar waktu makan yang telah ditentukan? Atau mungkin dia suka mencuri makanan dari meja? Semua perilaku ini bisa menjadi indikasi adanya masalah yang lebih serius.
Artikel ini akan menjelaskan berbagai kemungkinan penyebab kucing selalu lapar, baik yang berhubungan dengan kesehatan maupun perilaku. Selain itu, akan dibahas solusi yang tepat dan kapan saatnya kamu perlu membawa kucing kesayanganmu ke dokter hewan.
Berikut adalah penyebab kucing yang selalu terlihat lapar berdasarkan perilakunya, yang dirangkum dari Liputan6.com dan The Spruce Pets pada Kamis (22/5/2025).
Minta Makanan pada Saat yang Telah Ditentukan
Kucing dikenal sebagai hewan yang cerdas. Jika kamu rutin memberinya makanan pada waktu yang sama setiap hari, dia akan segera menyadari kapan saatnya untuk makan.
Dengan cara mengeong, menangis, dan menatapmu, kucing tersebut akan berusaha mendapatkan perhatianmu hingga makanan diberikan. Ini bukan hanya karena dia sangat lapar, tetapi memang ada rasa lapar yang dirasakannya.
Layaknya manusia, perut kucing yang kosong akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memberi tahu bahwa sudah saatnya untuk makan. Jika kamu adalah orang yang biasa memberinya makan, kucingmu akan berusaha keras agar kamu tidak melupakan jadwal makannya.
Perilaku ini sangat normal ketika terjadi pada waktu makan yang sudah ditentukan. Namun, jika kucingmu menunjukkan perilaku tersebut di luar jadwal makan yang biasa, mungkin ada masalah lain yang perlu kamu perhatikan.
Oleh karena itu, penting untuk mengamati pola makan kucingmu dan mencatat waktu-waktu ketika dia meminta makanan. Dengan cara ini, kamu bisa lebih memahami kebutuhannya dan memastikan kesehatan kucingmu tetap terjaga.
Kucing Mengeong untuk Meminta Camilan
Jika kamu menyimpan camilan untuk kucing di suatu tempat, dan kucingmu melihatmu berada di lokasi itu, kemungkinan besar dia akan berlari menghampirimu sambil mengeong meminta camilan.
Hal ini akan semakin mungkin terjadi jika kamu menggoyang-goyangkan tas atau wadah camilan, karena kucing sangat peka terhadap suara yang mereka kenal dan anggap menyenangkan, terutama saat mereka merasa lapar.
Memberikan camilan secara rutin dapat membuat kucingmu selalu menantikan saat-saat tersebut, sehingga dia akan terus mengeong meminta camilan. Untuk menjaga kesehatannya, sebaiknya batasi pemberian camilan dan gunakan hanya sebagai hadiah atau penghargaan.
Selain itu, berikan variasi camilan yang sehat agar kucingmu tidak merasa bosan dengan camilan yang itu-itu saja.
Mengambil Makanan dari Meja
Kucing memiliki kemampuan untuk melompat dengan mudah ke atas meja dan mengambil sepotong ayam atau menjilati mentega. Ketika mereka merasakan makanan yang lezat di luar mangkuknya, kebiasaan buruk ini bisa terbentuk dan sulit untuk dihilangkan.
Seperti hewan peliharaan lainnya, kucing juga tidak mampu menolak camilan yang menggoda, sama halnya dengan banyak manusia. Oleh karena itu, penting untuk menutup makanan jika kamu berencana meninggalkannya tanpa pengawasan.
Kucing yang sangat aktif dan tidak mendapatkan cukup makanan saat waktu makan mungkin lebih rentan untuk mencuri makanan dari meja. Untuk mencegah kucingmu melakukan perilaku tersebut, meningkatkan porsi makan atau memberikan makanan yang lebih tinggi kalori dapat menjadi solusi yang efektif.
Dengan cara ini, kamu dapat membantu menjaga kucingmu agar tidak tergoda untuk mencuri makanan yang tidak seharusnya mereka makan.
Makan dengan Segera
Kucing yang pernah mengalami persaingan atau perkelahian untuk mendapatkan makanan biasanya cenderung menghabiskan makanan mereka dengan cepat atau rakus. Beberapa kucing bahkan bisa menggerutu atau menggeram saat makan dan tampak menelan makanan tanpa mengunyahnya.
Hal ini sering terjadi pada kucing yang memiliki latar belakang sebagai kucing liar atau berasal dari kelompok anak kucing yang banyak, di mana waktu makan menjadi ajang kompetisi ketika makanan sangat terbatas.
Kucing yang telah terbiasa makan dengan cepat mungkin akan menjadi lebih tenang dan belajar bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang ketersediaan makanan. Setelah mendapatkan makanan secara rutin, kebanyakan kucing tidak merasa perlu untuk makan dengan cepat, kecuali jika mereka menghadapi masalah kesehatan yang membuat mereka merasa selalu lapar.
Makan Kemudian Muntah
Muntah pada kucing domestik merupakan fenomena yang cukup umum. Kucing sangat rajin dalam merawat diri, sehingga seringkali bulu-bulu mereka terakumulasi di saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan pembentukan bola bulu.
Ketika kucing tidak mampu mengeluarkan bola bulu tersebut melalui kotorannya, bulu itu akan dikeluarkan saat kucing muntah, atau bisa juga terjebak di perut atau usus. Jika bola bulu terperangkap pada kucing, ia akan memuntahkan makanan karena makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik.
Apabila kamu menduga kucingmu mengalami masalah dengan bola bulu atau benda lain yang terjebak di saluran pencernaannya, segera bawa hewan peliharaanmu ke dokter hewan.
Sinar-X akan menunjukkan apakah kucingmu perlu mengeluarkan benda atau bola bulu yang tertelan. Prosedur pengangkatan biasanya dilakukan melalui bedah, namun dalam beberapa kasus, endoskopi dapat digunakan untuk mengambil benda-benda dari kerongkongan atau perut kucing.
Berat Badan Meningkat
Jika kucingmu terus-menerus meminta makanan dan mengalami peningkatan berat badan, ini menandakan bahwa kamu perlu mengurangi porsi makannya, terlepas dari apa yang mungkin dia sampaikan. Beberapa kucing, sama seperti beberapa manusia, memiliki kecenderungan besar terhadap makanan, dan semakin banyak kamu memberinya makan, semakin cepat mereka akan mengalami obesitas yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Masalah seperti diabetes, gangguan sendi, kanker, dan banyak penyakit lainnya lebih mungkin terjadi pada hewan peliharaan yang mengalami kelebihan berat badan.
Kebanyakan kucing hanya memerlukan sekitar seperempat hingga setengah cangkir makanan kering setiap harinya, meskipun jumlah ini dapat bervariasi tergantung pada tingkat aktivitas kucingmu dan kandungan kalori dalam makanan yang diberikan.
Jika kucing betinamu belum disterilisasi dan berpotensi telah berinteraksi dengan kucing jantan yang belum dikebiri, ada kemungkinan kucingmu merasa lapar dan mengalami peningkatan berat badan karena kehamilan.
Berat Badan Mengalami Penurunan
Kucing yang selalu tampak lapar namun mengalami penurunan berat badan sering kali didiagnosis dengan berbagai jenis penyakit. Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan hal ini antara lain:
- Parasit usus: Dikenal juga sebagai cacing, parasit ini mengkonsumsi makanan yang dimakan kucing dan menyerap sebagian besar nutrisi dari makanan tersebut. Akibatnya, meskipun kucing terus makan, ia tetap merasa lapar karena sebagian besar makanan yang dikonsumsinya diberikan kepada parasit, sehingga nutrisi yang didapatkan untuk dirinya sendiri sangat sedikit.
- Hipertiroidisme: Kucing yang memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif menderita hipertiroidisme, yang membuatnya selalu merasa lapar.
- Diabetes: Pada kucing yang mengidap diabetes, pankreas tidak dapat memproduksi insulin dengan baik. Hal ini mengakibatkan kucing tidak bisa memanfaatkan gula yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan untuk mendapatkan energi. Kucing akan merasa lapar karena tubuhnya kekurangan energi yang diperlukan meskipun sudah makan.
- Kanker: Jika penyakit lain telah dikesampingkan dan kucing tetap merasa lapar tanpa penambahan berat badan, kanker bisa menjadi penyebab yang dicurigai.
Semoga informasi ini dapat membantu kamu memahami alasan di balik kucing yang selalu merasa lapar. Jika kamu masih memiliki keraguan, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat!