5 Doa yang Wajib Dibaca Pendaki Gunung Agar Selamat dari Marabahaya
Inilah 5 doa yang wajib dibaca pendaki gunung agar selamat dan terhindar dari marabahaya selama pendakian.
Mendaki gunung adalah kegiatan yang menantang dan memacu adrenalin. Selain persiapan fisik dan mental, keselamatan juga menjadi prioritas utama. Salah satu ikhtiar batin yang penting dilakukan adalah dengan memanjatkan doa.
Sebenarnya, tidak ada doa "wajib" khusus untuk pendaki gunung. Namun, dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk selalu berdoa dan berzikir. Tujuannya adalah memohon perlindungan Allah SWT sebelum, selama, dan sesudah melakukan pendakian.
Berikut adalah beberapa doa yang bisa dipanjatkan dilansir dari berbagai sumber, Kamis (26/6).
1. Doa Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa ini berisi permohonan agar dilindungi dari berbagai bahaya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, selama pendakian. Salah satu contoh doa yang bisa dipanjatkan adalah:
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat." (HR. Abu Daud)
Imam Nawawi memasukkan doa ini dalam bab 'Doa-doa Penting yang Sunnah Dibaca Kapan Saja'. Doa ini bisa dipahami sebagai permohonan agar dicegah dari bahaya longsoran, jatuh akibat getaran, terbakar oleh panas, lemah fisik menghadapi kesulitan, dan semacamnya.
2. Doa Mengakui Kekuasaan Allah
Doa ini bertujuan untuk mengingat dan mengakui kebesaran Allah SWT serta memohon pertolongan-Nya. Berikut adalah contoh doa yang bisa dibaca:
"La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syaiin qadir, ayibun, taibun, 'abidun, sajidun, li robbina hamidun, shodaqollohu wa'dah, wa nashoro 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah."
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa tak ada sekutu bagi-Nya. Kekuasaan dan pujian hanya milik-Nya. Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami berkembali, bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji pada Tuhan kami. Allah memastikan janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan membuat lari musuh-musuh-Nya dengan kekuatan-Nya sendiri."
3. Doa Umum untuk Keselamatan
Doa ini adalah doa umum yang bisa dipanjatkan untuk keselamatan dalam perjalanan, termasuk saat mendaki gunung. Contohnya:
"Bismillah, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billah. Allahumma innî as-aluka yâ Allah bi 'adhamatika wa jalâlika wa karamika wa qudratika 'ala kulli syai'in, an taj'al lî salâmatan fi sam'î wa bashari wa dînî wa ahli wa mâlî, wa an tatawaffanî musliman wa an tudkhilanî al-jannata."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, wahai Allah, dengan keagungan-Mu, kemuliaan-Mu, kemurahan-Mu, dan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, agar Engkau menjadikan keselamatan bagi pendengaranku, penglihatanku, agamaku, keluargaku, dan hartaku. Dan agar Engkau wafatkan aku dalam keadaan muslim dan memasukkanku ke dalam surga."
4. Doa Berlindung dari Hewan Buas
Saat mendaki gunung, risiko bertemu hewan buas selalu ada. Oleh karena itu, penting untuk memanjatkan doa perlindungan. Contohnya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukanmu dan keburukan yang ada padamu, dan keburukan apa yang diciptakan padamu, dari keburukan apa yang merayap di atasmu. Dan aku berlindung kepada Allah dari Singa, dan sesuatu yang hitam, dari ular dan kalajengking, dan dari penghuni negeri serta dari orang yang melahirkan serta apa yang ia lahirkan."
5. Membaca Ayat Kursi
Selain doa-doa di atas, membaca Ayat Kursi juga sangat dianjurkan. Ayat Kursi dipercaya dapat memberikan perlindungan dari gangguan makhluk halus dan marabahaya lainnya.
Selain berdoa, persiapan fisik dan mental serta mengikuti aturan pendakian juga sangat penting. Doa adalah ikhtiar batiniah, sedangkan persiapan fisik dan mental serta mengikuti prosedur pendakian adalah ikhtiar lahiriah. Keduanya harus dilakukan secara seimbang agar pendakian berjalan lancar dan selamat.
Selain itu, doa lain yang juga bisa dibaca rutin setiap hari adalah: Bismillhil ladz l yadlurru ma'asmihi syaiun fil ardli wa l fis sam-I wa huwas sam'ul alm.
Artinya: 'Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu di bumi dan di langit tak dapat memberikan mudarat (bahaya). Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'
Dalam Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan, hadis ini bersanad pada Sayyidina Utsman bin 'Affan yang bercerita bahwa Rasulullah pernah mengatakan, barangsiapa yang membaca doa tersebut tiap pagi dan tiap petang sebanyak tiga kali maka ia akan terbebas dari bahaya apa pun. Doa ini memuat keyakian kuat bahwa Allahlah pencegah bahaya sejati.