25 Kata-Kata Bijak Prabowo Subianto yang Menginspirasi Kehidupan, Sarat Pesan Bermakna
Simak 80 kata-kata bijak Prabowo Subianto yang penuh makna dan inspirasi berikut ini.
Prabowo Subianto kini merupakan politikus yang berhasil menjadi Presiden Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh nasional yang kerap melontarkan kata-kata bijak dan inspiratif.
Kata-kata bijak Prabowo Subianto mengandung pesan-pesan mendalam tentang semangat perjuangan, cinta tanah air, kepemimpinan, optimisme, dan kebijaksanaan hidup. Ungkapan-ungkapan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Indonesia untuk terus berjuang membangun bangsa.
Meski beberapa di antaranya cukup singkat, namun pemikiran Prabowo dalam setiap kata-katanya mencerminkan visi dan harapannya bagi kemajuan Indonesia di masa depan. Berikut ini adalah contoh 80 kutipan dan ungkapan Prabowo yang bisa dijadikan sebagai motivasi meraih semangat juang kehidupan.
Semangat Perjuangan
1. "Kalau pendekar terjatuh, dia tidak akan sedih, dia tidak akan kecewa, dia tidak akan nangis. Dia akan berdiri lagi."
2. "Petarung itu kadang-kadang jatuh. Yang penting bukan jatuhnya, yang penting bagaimana kau berdiri kembali."
3. "Bagi seorang pejuang, jatuh itu biasa. Jatuh lagi, bangkit lagi."
4. "Kalau kau di dalam hatimu berpikir bahwa kau mungkin kalah, sesungguhnya kau sudah kalah."
5. "Semakin dihina dan dihantam semakin tegar, semakin kuat dan semakin membalas demi kebaikan."
6. "Kita butuh orang kaya yang cinta tanah air."
7. "Jangan kita salahkan perampok. Mereka emang jiwanya perampok. Kalau kita enggak pandai menjaga kekayaan kita sendiri, itu salah kita sendiri."
8. "Kalau rakyat kita tak bisa dan gak sadar menjaga kekayaaan sendiri, kalau pemimpin-pemimpinnya diam dan mengizinkan kekayaan rakyatnya diambil, itu salah kita sendiri dan kita akan malu pada sejarah sendiri."
9. "Kita enggak boleh antiasing, harus kerja sama dengan mereka, tapi ada hal-hal dari pandangan strategi dan geo-strategi, pertahanan, enggak boleh diserahkan ke negara lain."
10. "Dalam politik internasional, saya ingin Indonesia merdeka & berdikari. Tidak diinjak-injak, tidak jadi budak, tidak jadi kacung bangsa lain."
Cinta Tanah Air
11. "Kalau tidak bisa bantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau masih belum bisa, bantulah satu orang. Jika masih belum bisa, minimal jangan menyulitkan apalagi menyakiti orang lain."
12. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Artinya, berusaha untuk perbaiki hubunganmu, jangan mau dendam, jangan mau sakit hati."
13. "Jangan kita di sini untuk cari makan, jangan cari kaya. Hati kita yang harus kita mantapkan."
14. "Kita sadar rakyat mengharapkan kita untuk membela seluruh rakyat."
15. "Saat kau di atas ingatlah yang di bawah. Karena nanti kau ke bawah mereka akan menyapa kalian. Kalau di atas jahat, mereka tak akan lupa."
16. "You have to dream. Anda harus punya impian, Anda harus punya cita-cita, dari impian ini, kemudian Anda harus gali kehendak, kehendak dari hati."
17. "Mau jadi apapun Anda bisa. Ini pengalaman psikologi di seluruh dunia. Kalau Anda mau, Anda bisa."
18. "Kita percaya kebenaran selalu menang. Itu ajaran semua agama di dunia. Kebenaran selalu menang, jangan ragu. Kita berada di atas jalan yang benar."
19. "Saudara-saudara sekalian, kita sudah menghitung, kita sudah mengumpulkan data, fakta ternyata masa depan kita akan gemilang."
20. "Kita tidak mau jadi bangsa yang rakyatnya hanya terima upah murah, upah minimum, tidak mau lagi. Indonesia merdeka adalah rakyat yang harus hidup dengan baik."
Optimisme dan Harapan
21. "Kita semua akan mati, jangan takut mati karena itu ciri khas kita paket hemat. Yang penting hidup kita harus penuh arti."
22. "Kalau tujuan kita baik akan membawa ke arah yang baik."
23. "Perbedaan di masyarakat itu wajar-wajar saja, hanya saja jangan sampai perbedaan itu yang menjadikan kita tidak satu sebagai bangsa."
24. "Kita semakin menahan diri, jangan pernah emosional."
25. "Harapan saya, kalian sebagai pemimpin harus pemikir. The beauty of a commander is to think. Tugas pemimpin adalah untuk berpikir."