Dari Prabowo: 4 Kali Gagal Pilpres, Ini Kiat Hadapi Kegagalan Menurut Presiden untuk Para Wisudawan UKRI
Presiden Prabowo Subianto berbagi pengalaman dan kiat hadapi kegagalan kepada wisudawan UKRI, termasuk bangkit dari empat kali kekalahan Pilpres. Pelajari rahasia ketangguhannya!
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Ia menekankan pentingnya ketangguhan dalam menghadapi berbagai rintangan hidup, termasuk kegagalan. Pesan ini disampaikan dalam acara wisuda yang berlangsung di Trans Convention Centre, Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Prabowo secara terbuka membagikan pengalaman pribadinya terkait kegagalan. Ia menyebut bahwa dirinya adalah contoh nyata seseorang yang telah berulang kali menghadapi kekalahan, namun selalu berhasil bangkit kembali. Hal ini disampaikan di hadapan 521 sarjana UKRI yang baru saja menyelesaikan studinya.
Momen tersebut menjadi ajang refleksi bagi para wisudawan untuk memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir. Justru, kegagalan dapat menjadi pembelajaran berharga menuju kesuksesan yang lebih besar. Presiden Prabowo mengajak mereka untuk meneladani semangat pantang menyerah dalam setiap perjuangan.
Belajar Kiat Hadapi Kegagalan dari Prabowo Subianto
Prabowo secara lugas menyatakan bahwa jika ada yang ingin belajar cara menghadapi kegagalan, maka belajarlah dari dirinya. Ia mengakui telah berkali-kali merasakan pahitnya kegagalan. Namun, setiap kali jatuh, ia selalu berusaha untuk bangkit kembali dengan semangat juang.
Salah satu contoh paling menonjol adalah pengalamannya dalam kontestasi pemilihan presiden. Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah empat kali mengalami kegagalan dalam Pilpres. Namun, pada akhirnya ia berhasil meraih kemenangan pada Pilpres terakhir yang diikutinya.
Menurut Prabowo, pengalaman ini adalah kehendak Tuhan yang memberinya kesabaran dan pelajaran berharga. Kiat hadapi kegagalan ini membentuknya menjadi pribadi yang lebih peka. Ia kini lebih cepat menangkap upaya-upaya yang merongrong atau merusak bangsa.
Pentingnya Peran Orang Tua dan Semangat Perjuangan
Selain membahas kiat hadapi kegagalan, Presiden Prabowo juga menyoroti peran vital orang tua, khususnya ibu. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Oleh karena itu, rasa syukur dan terima kasih kepada ibu adalah hal yang sangat penting.
Tidak hanya ibu, peran ayah juga ditekankan sebagai fondasi keluarga yang tak tergantikan. Prabowo berpesan agar generasi muda tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Tantangan adalah bagian tak terpisahkan dari setiap perjuangan yang baik dan benar.
Presiden menegaskan bahwa seseorang yang berniat melakukan kebaikan akan dihadapkan pada rintangan besar. Hal ini karena masih banyak individu yang zalim dan berusaha menghambat. Namun, ia mengajak untuk terus berjuang menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran.
"Kalau kita mau menegakkan kebenaran kita pasti akan menghadapi tantangan dan kesulitan, tapi masalahnya adalah apa kita tunduk? Apa kita menyerah? Apa kita kalah? Apa kita lari? Atau kita terus berjuang, terus berusaha untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran," ucap Presiden. Ia berharap wisudawan memilih jalan perjuangan yang benar.
Sumber: AntaraNews