Prabowo: Kalau Mau Belajar Hadapi Kegagalan, Belajarlah dari Prabowo Subianto
"Pak Prabowo Subianto itu berkali-kali gagal, berkali-kali jatuh, tapi Prabowo Subianto selalu berdiri kembali," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memuji pidato salah satu wisudawati Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang berbicara tentang pentingnya keberanian menghadapi kegagalan.
Hal itu disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah dalam wisuda 521 sarjana UKRI di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10).
“Saudara-saudara sekalian para wisudawan dan wisudawati, perjalanan perjuangan hidupmu baru mulai. Tadi saya senang pemberi pidato menyampaikan bahwa kalian sebagai anak muda harus berani menatap masa depan dengan tantangannya bahwa hidup tidak gampang, hidup penuh perjuangan, penuh tantangan, penuh kesulitan. Tadi saya dengar ada kata-kata siap menghadapi kegagalan,” ujar Prabowo.
‘Belajar dari Pak Prabowo’
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung pengalamannya sendiri yang berulang kali mengalami kegagalan dalam kontestasi pemilihan presiden.
Dengan nada setengah berseloroh, ia menyebut dirinya sebagai contoh nyata tentang bagaimana menghadapi kegagalan dengan semangat pantang menyerah.
“Jadi kalau mau belajar menghadapi kegagalan, belajarlah dari Pak Prabowo Subianto. Pak Prabowo Subianto itu berkali-kali gagal, berkali-kali jatuh, tapi Prabowo Subianto selalu berdiri kembali. Jatuh, bangkit, jatuh, berdiri lagi. Itu baru pejuang,” ucapnya.
Kepala Negara juga mengingatkan para lulusan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi rintangan dalam hidup. Menurutnya, setiap kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk karakter dan keteguhan seseorang.
“Saya sudah ikut pemilihan umum lima kali. Empat kali kalah. Yang terakhir baru diberi kemenangan oleh Yang Maha Kuasa. Tapi mungkin itulah kehendaknya, agar saya ditempa, dicoba, diberi kesabaran, pengetahuan, dan pengalaman,” tuturnya.
Pesan Tentang Kasih Ibu
Di sela pidatonya, Prabowo juga menyinggung peran seorang ibu yang menurutnya selalu menjadi tumpuan saat seseorang jatuh atau gagal. Ia mengingatkan para wisudawan agar selalu menghormati dan mengingat jasa ibu yang telah berjuang membesarkan anak-anaknya.
Prabowo bahkan mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu “Kasih Ibu” karya SM Mochtar yang disebutnya sebagai salah satu lagu favorit.
“Bagaimana lagunya itu? ‘Hanya memberi tak harap kembali.’ Itu salah satu lagu favorit aku itu. Bisa nyanyi enggak? Nyanyi dulu,” ucapnya sambil mengajak peserta wisuda dan paduan suara UKRI bernyanyi bersama.
Setelah lagu selesai dinyanyikan, Presiden kembali menekankan pesan bahwa kehidupan selalu menghadirkan ujian, dan setiap orang harus siap menghadapi kegagalan dengan hati yang kuat dan semangat untuk terus bangkit.