Warganet dihebohkan dengan aksi tak terpuji yang dilakukan seorang wanita berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, inisial RA. Pelaku mencaci maki seorang kurir masalah paket.
Kejadian itu dialami kurir inisial BY, warga Indralaya Ogan Ilir. Peristiwa itu bermula saat pelaku RA menghubungi korban terkait pengantaran pengembalian paket cargo, Rabu (11/6).
Pelaku bermaksud menanyakan alamat ekspedisi kargo untuk melakukan pengembalian barang. Korban pun meminta pelaku untuk mengirim foto resi return.
Pelaku bingung dengan apa yang diminta. Dia justru memfoto resi pengiriman paket yang sudah ia terima. Ternyata resi yang ia kirim bukan pengiriman cargo, melainkan paket ekspres dari ekspedisi lain. Meski beda ekspedisi, pelaku ngotot kepada korban agar paketnya bisa dikembalikan.
Dari situlah cacian pelaku terjadi. Dia menghina korban profesi korban sebagai kurir berulang kali, baik melalui chat maupun voice note.
Salah satu hinaan pelaku menyinggung status sosial. "Men kau pintar dak jadi kurir. Men miskin kan tetap miskin tulah pola pikir ny (Jika kau pintar tidak bakal jadi kurir, dasar miskin tetap miskin pola pikirnya)," tulis pelaku.
"Manusia tidak berpendidikan. Cak ini cak ini aku PNS ye kampang. Cak kepintaran eleh... mun wong miskin tu dak tau sopan santun dak pernah belajar (Manusia tidak berpendidikan. Kayak aku, PNS. Kalau orang miskin itu tidak tahu sopan santun, tidak pernah belajar," tulis pelaku.
"Memang kau layak jadinya wong miskin tula selamonyo jadi wong miskin jadi kurir sepanjangan jadi pesuruh wong (memamg mau layak jadi orang miskin selamanya. Jadi orang miskin jadi kurir selamanya, jadi pesuruh orang)," sambung pelaku.
Cacian itu membuat BY tersinggung. Dia lantas menyampaikan surat pengaduan dugaan pelanggaran disiplin ASN dan pengakuan status palsu dan penghinaan profesi ke Pemkab Ogan Ilir. Dari penelusuran, pelaku seorang PPPK di Dinas Pemadam Kebakaran Ogan Ilir.
"Tadinya mengaku PNS, padahal berstatus PPPK. Saya tidak terima dicaci maki begitu, dia merendahkan profesi kami," ungkap BY kepada merdeka.com, Jumat (12/6).
Advertisement
Pelaku Bertemu Korban
BY mengaku sudah bertemu dengan pelaku disaksikan beberapa kurir lain. Saat itu, pelaku menyampaikan permintaan maaf disertai dengan pembuatan video maaf.
Namun BY tidak menerima permintaan maaf itu dan mengancam akan melaporkan kasus ini ke polisi. Dia ingin pelaku diberikan sanksi tegas dari tempatnya bekerja.
Advertisement
Ngaku PNS
"Kalau bisa dipecat tak hormat karena merusak nama baik dinas. Ucapannya telah menimbulkan keresahan, amarah, dan mencoreng harkat martabat profesi kurir secara kolektif dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal antara ASN atau PPPK dengan ribuan pekerja jasa pengiriman di Ogan Ilir," tegasnya.