Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dengan mengalokasikan Dana Insentif Daerah (DID). Bantuan dari Kementerian Dalam Negeri ini dimanfaatkan untuk membangun rumah layak huni bagi warga prasejahtera. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mengungkapkan bahwa dari total DID Rp3 miliar, sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan 14 unit rumah khusus. Pembangunan rumah ini menargetkan masyarakat miskin ekstrem di wilayah Kabupaten Sigi. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi penerima manfaat.
Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan rumah khusus ini mencapai Rp1,12 miliar. Setiap unit rumah dibangun dengan biaya Rp80 juta, memastikan standar kelayakan yang memadai. Proyek ini menjadi prioritas untuk menjamin warga memiliki tempat tinggal yang layak dan manusiawi.
Advertisement
Advertisement
Alokasi Dana dan Standar Pembangunan Rumah
Pemerintah Kabupaten Sigi telah mengalokasikan Rp1,12 miliar dari Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp3 miliar untuk program pembangunan rumah miskin ekstrem. Anggaran tersebut secara spesifik ditujukan untuk membiayai pembangunan 14 unit rumah dari total 23 unit yang direncanakan. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan pentingnya pemanfaatan dana ini secara optimal.
Setiap unit rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dengan anggaran Rp80 juta per unit. Bupati Rizal menekankan bahwa rumah harus dilengkapi dengan fasilitas dasar yang layak. Ini termasuk penggunaan keramik, fasilitas MCK di dalam rumah, serta akses air bersih.
"Satu unit rumah itu kita bangun dengan biaya Rp80 juta, jadi dibangun rumah ukuran tipe 36 dan saya minta biar hanya keramik yang paling murah, yang penting pakai keramik. Biar memanusiakan manusia termasuk pembuatan MCK dalam rumah dan air bersihnya," ujar Bupati Rizal. Pembangunan ini dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sigi.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Rencana Lanjutan Program
Selain memanfaatkan Dana Insentif Daerah (DID), Pemerintah Kabupaten Sigi juga menerima dukungan dari sektor perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) turut berkontribusi dengan membantu pembangunan 3 unit rumah tambahan untuk masyarakat miskin ekstrem. Hal ini meningkatkan total unit rumah yang dibangun menjadi 17 unit pada tahun ini.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta ini mencerminkan upaya bersama dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem. Bantuan dari BSI menjadi bukti nyata kepedulian berbagai pihak terhadap kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk program-program serupa di masa depan.
Meskipun demikian, masih tersisa enam unit rumah yang belum dapat dibiayai pembangunannya. Bupati Rizal menyatakan bahwa usulan untuk pembangunan sisa rumah tersebut akan diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemkab Sigi dalam menuntaskan target pembangunan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Penurunan Kemiskinan dan Pemanfaatan Sisa DID
Upaya Pemerintah Kabupaten Sigi dalam program pembangunan rumah miskin ekstrem ini telah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data dari LP2KD Kabupaten Sigi, angka kemiskinan secara keseluruhan mengalami penurunan. Dari 12,06 persen pada tahun 2024, angka tersebut turun menjadi 10,47 persen pada tahun 2025.
Penurunan yang lebih signifikan terlihat pada angka kemiskinan ekstrem. Angka ini berhasil ditekan dari 2,66 persen pada tahun 2024 menjadi 1,57 persen pada tahun 2025. Ini berarti terjadi penurunan sebesar 1,09 persen dalam satu tahun. Pencapaian ini merupakan indikator keberhasilan program pengentasan kemiskinan di Sigi.
Sisa Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp1,88 miliar tidak hanya berhenti pada pembangunan rumah. Dana ini juga akan dialokasikan untuk berbagai program lain yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Program-program tersebut meliputi operasi pasar, gerakan pasar murah, pemberian bantuan subsidi pasar murah, serta pelaksanaan pelatihan UMKM di Kabupaten Sigi. Inisiatif ini bertujuan untuk menstimulasi ekonomi lokal dan membantu masyarakat secara lebih luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews