15 Ide Lomba Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, MTQ hingga Seni Kaligrafi
Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh semangat. Temukan 15 ide lomba yang kreatif dan edukatif untuk memeriahkan hari kelahiran Rasulullah.
Di berbagai daerah, ratusan panitia dari kampung, masjid, dan sekolah sedang sibuk mempersiapkan 15 jenis lomba untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M. Lomba-lomba yang akan diadakan mencakup berbagai kategori, seperti MTQ, azan, pildacil, dan karya kreatif digital. Meskipun peringatan Maulid Nabi Rasulullah SAW dijadwalkan berlangsung pada 12 Rabiul Awal atau Jumat, 5 September 2025, persiapan untuk acara ini sudah mulai dilakukan sejak sekarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah melalui karya tilawah yang benar, dakwah yang menyentuh, serta aksi kebersihan masjid yang langsung berdampak bagi umat.
Setiap lomba yang akan diadakan memiliki tujuan yang jelas, aturan yang sederhana, serta kriteria penilaian yang terukur. Panitia dapat merujuk pada beberapa inspirasi yang telah disediakan oleh merdeka.com sebagai bahan pertimbangan dalam meramaikan salah satu hari besar umat Muslim ini. Lantas, lomba-lomba apa saja yang cocok untuk diadakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simaklah 15 referensi yang telah kami rangkum untuk Anda semua pada Kamis, 4 September.
Lomba MTQ Bisa Jadi Pembuka Acara
MTQ diadakan pada awal rangkaian kegiatan karena memerlukan konsentrasi dan ketenangan. Tujuan utama dari pelaksanaan ini adalah untuk memastikan bahwa standar tajwid, makhraj, dan adab dalam membaca Al-Qur'an dapat disampaikan dengan baik sejak awal acara. Dengan demikian, atmosfer religius akan terbentuk lebih awal, yang menjadi acuan kualitas untuk lomba-lomba selanjutnya. Untuk pelaksanaan, kegiatan bisa dimulai dengan memanggil peserta berdasarkan kategori usia, yaitu anak, remaja, dan dewasa. Setiap peserta akan diberikan potongan surah secara acak dengan waktu tampil antara 4 hingga 5 menit. Persiapan seperti mikrofon, mimbar, dan daftar surah harus tersedia di meja juri, sementara panitia akan menempatkan petugas untuk mengatur antrean agar ritme acara berjalan lancar.
Kriteria penilaian yang dapat diterapkan dalam lomba ini adalah sebagai berikut:
- Tajwid (40%).
- Irama/lagu (30%).
- Fasih dan tartil (20%).
- Serta adab panggung (10%).
Tiga peserta terbaik dari setiap kategori akan mendapatkan sertifikat dan mushaf sebagai penghargaan. Rekap nilai akan dipasang di papan pengumuman agar proses penilaian dapat dilakukan dengan transparan.
Tahfiz Juz ‘Amma Bisa Digelar Setelah MTQ
Setelah melantunkan bacaan dengan benar, lomba tahfiz dapat dilanjutkan dengan kegiatan murojaah atau mengulangi hafalan. Proses ini penting karena membantu peserta menghubungkan antara tilawah yang baik dan hafalan yang kuat, mengingat hafalan dapat menjadi lemah jika tajwid tidak diperhatikan. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta untuk melanjutkan ayat dari nomor acak yang diambil dari Juz 'Amma. Waktu yang diberikan untuk setiap peserta adalah 3 menit, dengan maksimal dua kali kesempatan untuk menerima koreksi.
Pengujian dilakukan oleh dua orang penguji, di mana satu penguji fokus pada ketepatan lanjutan ayat, sementara penguji lainnya memperhatikan tajwid saat peserta melantunkan hafalan. Skor akhir akan dihitung berdasarkan beberapa aspek, yaitu:
- Ketepatan lanjutan ayat (50%).
- Kelancaran (30%).
- Tajwid (20%).
Apabila peserta melakukan kesalahan sebanyak dua kali, mereka akan diberi tanda "peringatan", namun tetap diharapkan untuk menyelesaikan sesi agar semua peserta mendapatkan pengalaman yang utuh.
Azan Remaja Bisa Jadi Referensi Selanjutnya di Siang Hari
Setelah menyelesaikan pembacaan Al Quran, lomba selanjutnya yang dapat diadakan adalah lomba adzan untuk kalangan remaja. Acara ini sebaiknya dilaksanakan pada siang hari, mendekati waktu Zuhur, agar para peserta dapat merasakan suasana yang lebih nyata. Dengan demikian, mereka dapat melatih disiplin waktu dan menjadikan kekhidmatan suara sebagai kebiasaan, bukan hanya sekadar untuk penampilan.
Untuk teknis pelaksanaan, peserta akan tampil secara bergiliran dan diundang untuk melantunkan adzan secara lengkap serta iqamah yang singkat. Mikrofon harus diatur pada posisi tetap agar penilaian tidak dipengaruhi oleh jarak. Petugas sound juga perlu memastikan bahwa gema suara tidak berlebihan. Selanjutnya, panitia dapat mencatat beberapa kriteria penilaian yang meliputi:
- Lagu dan napas (35%).
- Lafal dan harakat (35%).
- Volume/ketegasan (20%).
- Adab muadzin (10%).
Pemenang lomba akan diberikan jadwal untuk melaksanakan adzan pekanan di masjid sebagai bagian dari tindak lanjut pembinaan.
Lomba Pildacil Jadi Opsi yang Edukatif dan Melatih Keberanian
Pildacil, atau pemilihan dai cilik, merupakan salah satu metode yang efektif untuk melatih kemampuan menyampaikan pesan dengan bahasa yang sederhana. Keberanian untuk berbicara di depan publik memerlukan lingkungan yang aman dan terarah, sehingga kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk membentuk mental dan memastikan akurasi materi yang disampaikan.
Mengenai pelaksanaannya, panitia dapat menyediakan tema yang relevan, seperti akhlak Nabi, adab bertetangga, atau cinta Al-Qur'an. Durasi acara dapat diselenggarakan secara singkat, yaitu antara 5 hingga 7 menit, dan setiap peserta diwajibkan untuk menyertakan dalil atau kisah teladan dari Rasulullah SAW dalam materi mereka. Penggunaan properti diperbolehkan, asalkan tetap sopan dan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi audiens.
Panitia juga bisa menetapkan kriteria penilaian yang mencakup beberapa aspek, yaitu:
- Ketepatan materi (40%).
- Cara menyampaikan (30%).
- Struktur (20%).
- Interaksi audiens (10%).
Juri diharapkan memberikan catatan singkat sebagai masukan untuk perbaikan peserta di kesempatan mendatang.
Lomba Marawis/Hadroh Bisa Jadi Pencair Suasana
Marawis atau hadroh dapat dilaksanakan pada waktu berikutnya untuk meningkatkan suasana acara. Dengan irama yang energik, penonton akan tertarik kembali ke area panggung dan menjaga semangat acara tetap tinggi. Irama sholawat juga bisa berfungsi sebagai pengingat akan perjuangan Rasulullah SAW, yang merupakan pembawa rahmat. Untuk pelaksanaan, disarankan agar grup terdiri dari 7 hingga 12 anggota. Tim perlu menyiapkan durasi penampilan antara 6 hingga 8 menit. Selain itu, daftar syair shalawat harus diseleksi oleh panitia, dan sound-check harus dilakukan dengan cepat di antara pergantian grup untuk menghindari jeda yang terlalu lama.
Penilaian penampilan dapat didasarkan pada beberapa kriteria berikut:
- Ketepatan pukulan (30%).
- Harmoni vokal (30%).
- Koreografi panggung (20%).
- Kekompakan kostum/etiket (20%).
Grup yang dinyatakan terbaik akan diminta untuk mengisi penampilan saat jeda sebelum pengumuman pemenang. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi para penonton dan menjaga semangat acara tetap terjaga.
Qasidah Rebana Jadi Opsi Lain yang Bisa Ditandingkan Berkelompok
Qasidah rebana menekankan pentingnya sinkronisasi antara pukulan dan vokal. Penampilan ini biasanya disajikan setelah marawis, sehingga penonton dapat menikmati variasi irama yang berbeda tetapi tetap syahdu. Kegiatan ini juga berfungsi untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam pelaksanaannya, formasi duduk atau berdiri dapat diatur berdasarkan kesepakatan anggota tim. Selain itu, lirik lagu yang digunakan haruslah sopan dan santun. Setiap grup diwajibkan menyiapkan dua lagu yang masing-masing berfungsi sebagai pembuka dan penutup.
Panitia juga akan menandai "batas panggung" agar formasi tidak keluar dari frame yang telah ditentukan. Penilaian akan dilakukan berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan, yaitu:
- Kekompakan (40%).
- Variasi ritme (25%).
- Vokal utama dan backing (25%).
- Penampilan (10%).
Komentar dari juri akan dibacakan secara singkat untuk memberikan edukasi kepada publik, sekaligus menjadi masukan bagi tim agar dapat meningkatkan kualitas penampilan di masa mendatang.
Lomba Sholawat Kreatif Diperlombakan
Shalawat kreatif memberikan kesempatan untuk menciptakan aransemen baru tanpa mengabaikan adab yang ada. Hal ini memungkinkan generasi muda merasa lebih dekat dengan syair pujian kepada Nabi melalui gaya yang mereka kuasai. Dengan keunikan dalam gaya sholawat ini, masyarakat dapat lebih mudah menangkap pesan yang ingin disampaikan. Pelaksanaannya dapat dilakukan dalam format solo, duo, atau kolaborasi dengan tim kecil. Peserta diperbolehkan menggunakan alat musik ringan atau minus-one yang tetap sopan. Durasi penampilan ditentukan antara 3 hingga 4 menit, dan penting untuk mencantumkan sumber syair yang telah dicatat oleh panitia.
Berikut adalah kriteria penilaian yang dapat digunakan:
- Orisinalitas aransemen (35%).
- Kesantunan lirik (30%).
- Teknik vokal (25%).
- Presentasi penampilan (10%).
Karya yang dianggap terbaik akan diunggah ke kanal resmi panitia. Dengan adanya penilaian ini, diharapkan peserta dapat lebih bersemangat dalam berkreasi dan memberikan yang terbaik dalam penampilan mereka.
Lomba Kaligrafi Al-Qur’an
Kaligrafi mengajak para peserta untuk menyelami makna ayat melalui tulisan yang indah. Lomba ini dapat dilaksanakan pada pagi, siang, atau sore hari. Namun, umumnya, waktu yang paling efektif untuk kegiatan yang memerlukan konsentrasi tinggi adalah pada pagi atau sore hari. Mengenai teknis pelaksanaan, panitia dapat menentukan tema ayat atau shalawat yang akan digunakan. Selain itu, ukuran kertas yang dipakai harus minimal A3. Peserta diharapkan membawa alat tulis sendiri, dengan waktu pengerjaan yang ditetapkan selama 90 menit di lokasi yang telah disediakan. Panitia juga akan menyiapkan papan alas dan penjepit untuk mendukung proses karya peserta.
Para juri akan menilai karya berdasarkan beberapa kategori penilaian yang telah ditentukan, yaitu:
- Ketepatan kaidah huruf (40%).
- Komposisi (30%).
- Kebersihan karya (20%).
- Kesesuaian tema (10%).
Setelah penilaian, karya-karya yang telah dihasilkan akan dipajang hingga acara penutupan sebagai galeri Maulid, untuk menambah kemeriahan acara tersebut.
Lomba Cerdas Cermat Islami Akan Menciptakan Keseruan
Cerdas cermat tidak hanya menjaga semangat publik, tetapi juga memperkuat pemahaman literasi agama. Kegiatan ini dapat dijadwalkan setelah sesi seni rupa agar suasana kembali dinamis dan interaktif. Alternatif lain, lomba ini juga bisa dilaksanakan pada sore atau malam hari untuk membangkitkan semangat warga. Format pelaksanaan dapat melibatkan tim yang terdiri dari 3 orang, yang bisa berasal dari SD, SMP, SMA, atau umum. Terdapat beberapa babak dalam lomba ini, seperti cepat-tepat, lempar-bonus, dan rebutan. Materi yang diujikan mencakup sirah, fiqih dasar, adab, serta tafsir ringkas yang relevan dan mudah dipahami oleh peserta. Skor akan dihitung secara real-time dan ditampilkan di layar, dengan kriteria sebagai berikut:
- Bobot jawaban benar cepat (40%).
- Rebutan (30%).
- Kedisiplinan dan sportivitas (30%).
Bagi para pemenang, hadiah menarik menanti, seperti buku keislaman untuk tiga pemenang teratas atau Al Quran terjemahan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menantang pengetahuan, tetapi juga memberikan penghargaan yang bermanfaat bagi para peserta.
Poster Maulid Nabi Bisa Diadakan untuk Membawa Pesan Kebaikan
Poster atau infografis dapat digunakan untuk menyampaikan pesan Maulid Nabi Muhammad dengan cara yang lebih mudah dipahami. Lomba ini sebaiknya diadakan menjelang sore agar hasil karya dapat dipasang untuk menyambut pengunjung pada malam hari, atau untuk dipamerkan selama rangkaian perlombaan berlangsung.
Teknis pelaksanaan lomba dapat difokuskan pada format A3 vertikal, dengan konten yang mencakup tema, dalil, dan ajakan untuk meneladani Rasulullah SAW. Karya bisa dibuat secara manual atau digital, kemudian dicetak dan dipajang. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan karya adalah 60 menit (on the spot) atau bisa juga mengumpulkan karya sebelumnya.
Penilaian lomba akan didasarkan pada beberapa kriteria berikut:
- Akurasi pesan (40%).
- Hierarki visual (30%).
- Keterbacaan (20%).
- Kreativitas (10%).
Poster yang terpilih akan digunakan oleh panitia sebagai materi edukasi lingkungan, atau akan dipajang di gedung desa, pos kamling, serta di tempat-tempat umum lainnya.
Lomba Video Dakwah 60 Detik Bisa Diadakan
Video singkat dirancang untuk menyesuaikan dengan kebiasaan menonton masyarakat. Tujuan utamanya adalah agar pesan Maulid dapat tersebar dengan cepat melalui kanal resmi RW, masjid, atau sekolah. Untuk menarik perhatian, video ini dapat dibuat dengan berbagai gaya yang mencerminkan seorang pendakwah. Panitia diharapkan dapat menyusun format video dengan durasi antara 30 hingga 60 detik, menggunakan tampilan vertikal, serta menyertakan teks ajakan yang sopan.
Karya video yang telah dibuat dapat dikirim melalui tautan unggah, dan panitia akan memutar video pilihan finalis di layar. Juri akan melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
- Ketajaman pesan (40%).
- Alur (25%).
- Audio-visual (25%).
- Kepatuhan etika (10%).
Video yang dinyatakan sebagai juara akan diunggah secara terjadwal sepanjang bulan Rabiul Awal, untuk disebarkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Lomba Busana Muslim Anak Bisa Jadi Opsi Lomba yang Menarik
Busana muslim untuk anak-anak dapat menjadi sarana yang efektif bagi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai kesopanan dalam berpakaian. Dengan mengenakan busana yang sesuai, anak-anak akan merasa lebih percaya diri dan bangga saat menghadiri acara keagamaan. Selain itu, hal ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ajaran Islam melalui tren fashion yang tetap stylish dan modern. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui pertunjukan catwalk singkat yang disertai penjelasan mengenai makna dari busana yang dikenakan. Setiap peserta memiliki waktu maksimal 30 detik untuk tampil, dan kriteria kesopanan akan dijelaskan dengan jelas pada saat briefing.
Orang tua diharapkan mendampingi anak-anak mereka di sisi panggung, bersamaan dengan kehadiran dewan juri yang akan menilai penampilan. Beberapa aspek yang akan dinilai dalam lomba ini mencakup:
- Kesopanan dan kelayakan busana (40%).
- Kecocokan tema yang diusung (25%).
- Kebersihan dan kerapian penampilan (25%).
- Kepercayaan diri peserta saat tampil (10%).
Setiap anak yang berpartisipasi akan menerima medali sebagai bentuk penghargaan yang dapat memotivasi mereka untuk terus bersemangat.
Lomba Hias Botol Bertema Maulid Bisa Jadi Alternatif untuk Menyatukan Warga
Tradisi menghias botol saat perayaan Maulid berfungsi untuk mempererat rasa kebersamaan dan ungkapan syukur. Botol-botol yang telah dihias diletakkan menjelang malam agar dekorasi tersebut dapat memperindah suasana hingga acara selesai. Menariknya, botol-botol ini dapat diolah dengan tambahan cahaya sehingga tampil semakin menarik. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh kelompok keluarga atau RT, dengan menyiapkan berbagai botol hias, janur, dan bunga kertas. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 60 menit, di mana peserta membawa bahan utama, sementara alat bantu akan disediakan oleh panitia.
Dewan juri akan menilai hasil lomba berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
- Kekokohan rangkaian (30%).
- Keindahan dan kerapian (30%).
- Kesesuaian simbol Maulid (25%).
- Keterlibatan anggota keluarga (15%).
Karya yang dinilai terbaik akan menjadi latar untuk foto resmi dan akan dipajang oleh panitia untuk menambah kemeriahan acara.
Lomba Tumpeng Sedekah Bisa Mempererat Kebersamaan
Tumpeng sedekah memiliki makna yang mendalam tentang pentingnya berbagi. Dalam lomba ini, setiap RT atau kelompok ibu-ibu diundang untuk membuat tumpeng di rumah masing-masing dan membawanya untuk dinikmati bersama jamaah. Sebelum acara berlangsung, panitia telah melakukan penilaian berdasarkan beberapa kategori, yang meliputi visual, rasa, dan kesesuaian tema. Presentasi tumpeng dilakukan dengan waktu maksimal satu menit, di mana setiap peserta perlu menyampaikan pesan tentang sedekah serta mengutip ajaran Rasulullah mengenai arti berbagi. Porsi tumpeng yang disajikan harus cukup untuk minimal 20 orang, dan wadah yang digunakan harus ramah lingkungan. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain:
- Kebersamaan & kebermanfaatan (40%).
- Kebersihan & keamanan pangan (30%).
- Kreativitas penyajian (20%).
- Narasi makna (10%).
Setelah proses penjurian selesai, tumpeng yang telah dinilai akan dibagikan secara merata kepada semua warga yang hadir, sehingga setiap orang dapat merasakan kebersamaan dalam acara tersebut.
Lomba Menulis Puisi Islami
Puisi Islami menjadi media ekspresi untuk menyalurkan kecintaan kepada Rasulullah. Peserta dapat menulis puisi bertema Maulid, syukur, atau akhlak mulia.Puisi yang indah akan menambah semarak suasana dan bisa dibacakan di acara puncak Maulid. Dengan begitu, perayaan menjadi lebih bernuansa seni sekaligus dakwah
.Kriteria penilaian: isi pesan (40%), keindahan bahasa (30%), orisinalitas (20%), teknik penulisan (10%).
Penilaian lomba akan difokuskan pada beberapa aspek, yaitu:
- Isi Pesan (40%)
- Keindahan Bahasa (30%).
- Orisinalitas (20%).
Setelah penilaian selesai, panitia akan mengumumkan pemenang dan menutup acara dengan doa serta salawat.