Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gorontalo secara aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan kepribadian bagi anak binaannya. Inisiatif ini dilakukan melalui lomba cerdas cermat Islami yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan keagamaan ini berlangsung di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dengan melibatkan 21 anak binaan. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk evaluasi dan pengembangan diri.
Kepala LPKA Kelas II Gorontalo, Parlian Hutabarat, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan menjadi tolok ukur kemampuan anak binaan. Ini sekaligus mengukur efektivitas penyuluhan dan bimbingan keagamaan yang diberikan oleh Kementerian Agama serta para petugas.
Advertisement
Advertisement
Tujuan Mulia Lomba Cerdas Cermat Islami
Lomba cerdas cermat Islami ini memiliki beberapa tujuan strategis yang ingin dicapai oleh LPKA Gorontalo. Salah satunya adalah menanamkan rasa cinta dan keteladanan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui peringatan Maulid.
Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar di kalangan peserta. LPKA berharap dapat memupuk sportivitas dan kompetensi yang sehat di antara anak-anak binaan.
Parlian Hutabarat menegaskan, “Ini menjadi evaluasi anak binaan terhadap tingkat kemampuan belajar tentang keagamaan.” Hal ini menunjukkan fokus pada peningkatan pemahaman dan praktik keagamaan.
Advertisement
Secara keseluruhan, lomba ini berfungsi sebagai sarana untuk mengukur sejauh mana bimbingan keagamaan yang telah diberikan berhasil diserap dan dipahami oleh anak-anak.
Advertisement
Membangun Karakter Religius dan Akhlak Mulia
Melalui kegiatan keagamaan semacam ini, LPKA Gorontalo berupaya memberikan pengalaman positif yang konstruktif. Pengalaman ini diharapkan dapat membangun karakter religius serta akhlak mulia pada diri anak binaan.
LPKA memandang kegiatan keagamaan sebagai sarana vital untuk pembinaan mental dan spiritual. Proses ini krusial dalam membentuk pribadi yang lebih baik di masa depan.
Parlian Hutabarat menambahkan, “Kegiatan ini sebagai sarana pembinaan spiritual, intelektual dan moral bagi anak-anak binaan LPKA." Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan holistik dalam pembinaan.
Advertisement
Pembinaan kepribadian ini diikuti oleh 21 anak binaan LPKA Kelas II Gorontalo. Kegiatan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 16 hingga 17 September 2025, menunjukkan komitmen terhadap program berkelanjutan.
Advertisement
Dukungan Penuh dari Kementerian Agama
Penyelenggaraan lomba cerdas cermat Islami ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Agama Kota Gorontalo. Juri pada kegiatan ini bahkan berasal langsung dari Kementerian Agama Kota Gorontalo, menjamin objektivitas penilaian.
Wahyuna Rahma, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kota Gorontalo, menyatakan rasa bangganya. Ia sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti yang dilaksanakan oleh LPKA ini.
“Kami optimistis, setelah kegiatan ini anak binaan akan lebih baik lagi dan menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Wahyuna Rahma. Optimisme ini menjadi motivasi bagi para peserta dan penyelenggara.
Advertisement
Wahyuna Rahma juga berharap agar anak binaan dapat menerapkan ilmu yang didapatkan. Mereka diharapkan mampu menyosialisasikan pengetahuan tersebut ketika kembali ke masyarakat, sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Sumber: AntaraNews