Rambut Keriting Diyakini Ilmuwan Jadi Cikal Bakal Evolusi Otak Manusia
Ini alasan mengapa rambut keriting menurut penelitian ilmuwan dasar evolusi otak manusia.
Ini alasan mengapa rambut keriting menurut penelitian ilmuwan dasar evolusi otak manusia.
Rambut Keriting Diyakini Ilmuwan Jadi Cikal Bakal Evolusi Otak Manusia
Rambut keriting diduga berperan sangat penting dalam proses evolusi manusia jutaan tahun yang lalu.
Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang dikerjakan para ilmuwan di Universitas Penn State, Amerika Serikat.
Dikutip dari laman Indy100 (5/9), dalam studi tersebut terungkap bahwa memiliki rambut keriting bisa menjadi alasan utama mengapa manusia berkembang, tumbuh lebih tinggi, dan memiliki otak yang lebih besar.
Dulu, manusia berevolusi di Afrika Khatulistiwa, di mana matahari bersinar dengan sangat terik dan kulit kepala manusia lebih sering terkena radiasinya.
Dalam kondisi ini, diduga tekstur rambut sangat berpengaruh dalam evolusi awal otak manusia.
Ilmuwan membuktikan hal ini dengan menciptakan kondisi-kondisi yang mungkin dialami oleh manusia awal, menggunakan berbagai jenis wig yang berbeda kepada model manusia.
Setelah eksperimen ini selesai, para ilmuwan mendapati bahwa rambut keriting merupakan jenis yang paling efektif dalam menjaga kepala tetap sejuk dalam lingkungan dengan suhu 30 derajat celcius dan kelembaban 60 persen.
Memang ada hipotesis yang menyatakan bahwa rambut kepala yang sangat keriting akan memberikan beberapa manfaat, tetapi sejauh mana manfaat itu bekerja masih belum pasti.
“Studi sebelumnya tentang mantel mamalia telah menunjukkan bahwa rambut dapat membatasi jumlah sinar matahari yang mencapai kulit, tetapi kami sangat terkejut dengan penurunan signifikan dalam dampak radiasi panas matahari yang disediakan oleh rambut yang sangat keriting,” ujar Tina Lasisi, penulis utama studi ini.
Penurunan panas yang disebabkan oleh rambut keriting ini diduga juga berpengaruh terhadap perkembangan otak yang lebih besar.
Setelah otak manusia membesar dan berkembang, manusia mulai menggunakan strategi lainnya untuk menutupi kulit kepalanya dari terik matahari.
Karena itulah rambut keriting mulai berevolusi ke tekstur rambut yang beragam di dunia. Seperti manusia yang tinggal di daerah-daerah dingin yang memiliki kecenderungan rambut lurus.
Meski begitu, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum dijawab oleh penelitian ini.
Tim peneliti dari Universitas Penn State berharap bahwa penelitian di masa depan akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan dilakukannya eksperimen dengan subjek manusia atau penggabungan ke dalam model matematika fisiologi manusia.