Padahal Bukan Anak Pejabat, tapi Microsoft Pernah Minta Ampun Dihadapan Bocah Ini
Ini cerita tahun 2004 yang saat itu ramai menjadi perbincangan orang-orang.
Pada 2004 silam, Microsoft pernah bersitegang dengan seorang remaja (17). Bukan perkara sistemnya diretas, tapi lain hal. Melansir ABC.Net, Rabu (23/7), ceritanya bermula saat Mike Rowe mendaftarkan situs untuk website pribadinya dengan nama sendiri. Ia lalu membeli alamat domain mikerowesoft.com. Namun langkahnya itu membuat Microsoft gerah.
Bagi Microsoft, permainan kata itu dianggap pelanggaran serius terhadap merek dagang mereka. Akhirnya melalui pengacaranya di Kanada, mereka melayangkan surat ke Rowe, menuduhnya melakukan pelanggaran hak cipta. Mereka meminta Mike segera menyerahkan domain tersebut ke perusahaan, dan sebagai “kompensasi”, mereka menawarkan USD10.
Namun, Mike tidak tinggal diam. Alih-alih tunduk, ia memilih untuk melawan. Ia menyadari bahwa nama domain itu bukanlah bentuk peniruan atau penipuan, melainkan hanya permainan kata kreatif.
“Saya tidak menyangka ini bisa sejauh ini. Bahkan dalam mimpi pun tidak,” tulis Mike dalam situsnya.
Tindakan berani Mike menuai simpati. Ceritanya menyebar cepat ke berbagai media baik lokal maupun internasional. Hanya dalam waktu singkat, situsnya diserbu ratusan ribu pengunjung. Bahkan, Mike pernah menutup situs sementara karena tak sanggup menampung lonjakan trafik.
Ia kemudian memindahkan situsnya ke penyedia layanan yang lebih andal agar tetap bisa diakses. Dalam waktu singkat, ia juga membuka laman penggalangan dana untuk membayar jasa pengacara yang membelanya melawan Microsoft.
“Saya membentuk dana pembelaan hukum agar bisa menyewa pengacara yang membimbing saya dalam menghadapi Microsoft,” ujarnya.
Microsoft Mulai Melunak
Melihat respons publik yang luar biasa dan sorotan media yang membanjiri kasus ini, Microsoft akhirnya melunak. Juru bicara Microsoft, Jim Desler, menyatakan bahwa perusahaan mungkin telah bertindak terlalu agresif.
“Kami memang sangat serius dalam melindungi merek dagang, tapi kali ini, mungkin kami terlalu serius,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan sedang berusaha menyelesaikan persoalan ini dengan adil bagi Mike, sekaligus tetap memenuhi kewajiban hukum mereka. Desler juga menyampaikan apresiasi terhadap Mike Rowe sebagai “wiraswasta muda yang kreatif”.
Dari Digugat Jadi Menuntut
Tidak mau rugi, Mike kini balik menuntut kompensasi dari Microsoft. Ia menyebut nominal USD10.000 sebagai harga yang pantas untuk menyerahkan domain mikerowesoft.com—1.000 kali lipat dari tawaran awal Microsoft.
Permintaan Mike bukan tanpa dasar. Domain tersebut kini punya nilai jauh lebih tinggi karena telah dikenal luas dan memiliki nilai eksposur media yang besar. Dalam logika bisnis digital, domain dengan trafik tinggi dan daya tarik publik bisa bernilai sangat besar, terlebih jika menyangkut nama besar seperti Microsoft.
Belum ada pernyataan resmi soal bagaimana kisah ini akan berakhir. Namun sinyal sudah jelas—Microsoft sedang mencari jalan damai. Dengan tekanan publik dan kesadaran reputasi, perusahaan kemungkinan akan merundingkan penyelesaian yang lebih baik dari sekadar uang USD 10.
Bagi Mike Rowe, kasus ini telah membuka mata dunia bahwa kadang kreativitas anak muda bisa membuat perusahaan raksasa berpikir dua kali.