Mantan Karyawan Elon Musk: Dia itu Jahat
Cristina Balan, mantan karyawan Tesla menyebut Elon Musk sebagai iblis yang jahat.
Cristina Balan, mantan insinyur Tesla yang kini menjadi penyintas kanker, melontarkan tuduhan keras terhadap Elon Musk.
Ia menyebut bos Tesla itu sebagai “iblis murni” setelah dipecat karena mengungkap potensi cacat desain yang berbahaya pada kendaraan Tesla Model S.
Dalam wawancara dengan Times Radio, Balan menyatakan bahwa ia telah mengirim email langsung kepada Musk pada 2014, memperingatkan bahwa karpet lantai yang melengkung di bawah pedal bisa berdampak fatal terhadap sistem pengereman.
Namun, bukannya mendapat respons positif, ia justru dipecat oleh tim hukum dan sumber daya manusia Tesla.
“Saya memulai gugatan ini untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah dan menunjukkan seberapa pendendamnya monster ini,” ujar Balan dikutip dari HindustanTimes, Rabu (23/4).
Balan mengklaim bahwa dirinya ditekan untuk mengundurkan diri, dengan ancaman bahwa seluruh timnya akan dideportasi jika ia menolak.
Ia menambahkan, “Tesla berusaha menutup penyelidikan internal yang kami buka untuk mengatasi isu keselamatan serius ini.”
Tak hanya itu, Balan juga mengungkap bahwa sekitar 90 persen karyawan Tesla yang berani mengungkapkan kekhawatiran kepada Musk berakhir dipecat.
Gugatan hukum yang telah lama bergulir kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya memenangkan perkara pemecatan tidak sah, kini Balan mendapat izin dari Pengadilan Banding AS untuk mengajukan kembali gugatan pencemaran nama baik yang sempat ditolak pada 2019.
Tesla sendiri menuduh Balan menyalahgunakan dana perusahaan untuk proyek rahasia, tuduhan yang dengan tegas ia bantah.
Namun, perjalanan hukum Balan masih menemui hambatan. Kontrak kerja yang pernah ia tandatangani bersama Tesla berpotensi menyeret proses hukum ke ranah arbitrase, sehingga memperlambat kemungkinan sidang terbuka.
Yang membuat perjuangannya kian emosional, Balan kini tengah berjuang sebagai penyintas kanker payudara stadium 3B yang tengah dalam masa remisi.
“Ketakutan terbesar saya adalah saya tidak akan sempat menjalani sidang dan mengatakan yang sebenarnya di pengadilan,” ujar Balan.