Ini yang Terjadi pada Otak saat Pikiran Ngeblank
Dalam kondisi ini, meskipun tubuh tetap sadar dan aktif, sebagian kecil otak ternyata memasuki fase tidur.
Fenomena ketika seseorang tiba-tiba kehilangan fokus atau merasa pikirannya kosong tanpa sebab, kini dijelaskan secara ilmiah sebagai “local sleep” atau tidur lokal. Dalam kondisi ini, meskipun tubuh tetap sadar dan aktif, sebagian kecil otak ternyata memasuki fase tidur.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pikiran kosong atau mind blanking bisa terjadi sekitar 5–20 persen dari waktu aktif seseorang, terutama setelah aktivitas mental yang intens, kurang tidur, atau kelelahan fisik.
Namun kondisi ini juga ditemukan pada penderita gangguan neurologis seperti kecemasan berat, trauma otak, dan sindrom langka Kleine-Levin.
“Tidur lokal ini seperti istirahat diam-diam yang diambil otak untuk memulihkan fungsinya,” tulis para peneliti dalam laporan yang dikutip dari IFLScience, Jumat (25/4).
Studi elektroensefalografi (EEG) menunjukkan bahwa saat mind blanking terjadi, aktivitas listrik otak melambat seperti dalam kondisi tidur. Hal ini disertai dengan penurunan detak jantung dan penyempitan pupil, yang menunjukkan perubahan fisiologis meski individu tetap terjaga secara kasat mata.
Temuan diperkuat oleh riset fMRI pada 2019 yang memperlihatkan penurunan aktivitas pada beberapa area penting otak ketika peserta diminta untuk tidak memikirkan apa pun.
Area-area tersebut meliputi girus frontal inferior, korteks motorik tambahan, area Broca yang berperan dalam bicara, hingga hippocampus yang terkait dengan memori.
Meski tampak sepele, fenomena ini menjadi fokus baru dalam neurosains karena dapat menjelaskan gangguan kognitif sementara, hilangnya konsentrasi mendadak, hingga potensi solusi bagi mereka yang mengalami kelelahan mental kronis.
Para peneliti berharap pemahaman lebih dalam tentang tidur lokal ini dapat membuka jalan bagi terapi baru untuk meningkatkan kinerja otak, fokus, dan keseimbangan psikologis dalam aktivitas sehari-hari.