Ini Fitur xAI Grok 3, Platform AI Terbaru Besutan Elon Musk
xAI telah merilis Grok 3, Grok 3 Mini, dan Deepsearch yang menawarkan peningkatan signifikan dalam kemampuan komputasi.
Perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk, xAI, baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang bernama Grok 3. Selain itu, mereka juga memperkenalkan Grok 3 Mini, yang merupakan versi lebih kecil, serta Deepsearch, alat pencarian inovatif yang diakui sebagai mesin pencari generasi baru.
Pembaruan lain yang dilakukan mencakup peningkatan fitur pada aplikasi web dan seluler Grok 3, serta layanan berlangganan eksklusif yang dinamakan SuperGrok.
Dalam siaran langsung xAI di platform X, Elon Musk mengungkapkan, "Kami sangat antusias menghadirkan Grok 3, yang kami yakini jauh lebih unggul dibandingkan Grok 2 dalam waktu yang relatif singkat," seperti yang dikutip dari CNET pada Kamis (20/2).
Grok 3 dibangun dengan memanfaatkan 200.000 unit GPU Nvidia H100, yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pendahulunya, Grok 2. Tim xAI menyatakan bahwa mereka memerlukan waktu 92 hari untuk memperluas superkomputer mereka di Memphis, yang diberi nama Colossus, guna mendukung pelatihan model baru ini.
Musk juga menambahkan bahwa Grok 3 memiliki daya komputasi yang 15 kali lebih besar dibandingkan Grok 2. Namun, dalam sebuah unggahan sebelumnya di X, ia menyebutkan bahwa peningkatan yang dicapai adalah 10 kali lipat.
Model ini dilatih dengan menggunakan beragam sumber informasi, termasuk unggahan pengguna di X dan dokumen hukum. Grok 3 kini harus bersaing dengan perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Anthropic, yang masing-masing telah atau akan meluncurkan model AI terbaru mereka pada tahun 2025.
Pada awal Februari 2025, Google telah merilis Gemini 2.0 yang dilengkapi dengan sejumlah peningkatan fitur. Di sisi lain, OpenAI berencana untuk mengintegrasikan semua model AI mereka saat GPT-5 diluncurkan pada tahun yang sama.
Sementara itu, model AI terbaru dari Anthropic diperkirakan akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan, menambah persaingan di pasar AI yang semakin ketat.
Metode untuk Menguji Grok 3
Mulai tanggal 18 Februari, Grok 3 resmi tersedia bagi pengguna aplikasi X Premium Plus, yang memberikan mereka akses eksklusif sementara ke fitur-fitur seperti DeepSearch. Ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengguna, terutama setelah X baru saja meningkatkan harga langganan Premium Plus dari $16 menjadi $22.
Di masa mendatang, xAI memiliki rencana untuk meluncurkan SuperGrok, sebuah layanan berlangganan yang dirancang khusus untuk Grok 3. Layanan ini akan menawarkan fitur tambahan seperti DeepSearch dan batas pembuatan gambar yang lebih tinggi. Namun, informasi mengenai harga untuk layanan ini masih belum diungkapkan dalam presentasi yang ada.
Dikatakan sangat cerdas
Elon Musk mengungkapkan bahwa "Grok 3 mempunyai kemampuan berpikir yang sangat baik," dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada tanggal 13 Februari.
Dia juga menyatakan bahwa "Dalam uji yang dilakukan oleh tim kami, sejauh ini Grok 3 menjadi pemenang dari semua inovasi terdahulu yang pernah kami buat."
Menurut Musk, Grok 3 menunjukkan kecerdasan yang mengesankan. Namun, saat ini belum ada cara yang tepat untuk mengevaluasi kemampuan Grok 3 secara menyeluruh.
Tim pengembang menjelaskan bahwa Grok mungkin memberikan respons berdasarkan apa yang dianggapnya benar.
Meskipun demikian, mereka tidak memberikan penjelasan mengenai kemungkinan kecenderungan Grok 2 dalam menghasilkan informasi yang tidak akurat, atau seberapa sering Grok 3 mungkin mengalami masalah yang sama.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keandalan dan konsistensi jawaban yang diberikan oleh Grok 3 di masa mendatang. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi performa dari sistem ini.
Kemampuan untuk melakukan 'Pencarian Mendalam'
Tim xAI telah meluncurkan DeepSearch bersamaan dengan Grok 3, yang berfungsi sebagai agen generasi pertama dari Grok 3.
Dengan adanya DeepSearch, pengguna dapat mengajukan berbagai pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang diinginkan, serta sistem ini diungkapkan sebagai "mesin pencari generasi berikutnya," seperti yang diungkapkan oleh Musk dalam siaran langsungnya.
Selain xAI, OpenAI dan Google juga memiliki sistem pencarian berbasis agen yang serupa, yang dikenal dengan istilah penelitian mendalam.
DeepSearch menunjukkan bagaimana Grok 3 berpikir dalam menjawab pertanyaan, melalui proses analisis dan pencarian informasi yang mendalam. Dalam sebuah demonstrasi yang berlangsung selama sekitar satu menit, sistem ini merujuk pada 15 unggahan di X dan 32 halaman web sebagai sumber informasi.
Salah satu fitur unggulan dari DeepSearch adalah kemampuannya untuk menjelaskan alasan di balik jawaban yang diberikan oleh Grok 3. Misalnya, ketika ditanya mengenai March Madness, sistem ini memberikan penjelasan tentang langkah-langkah yang diambil untuk mencapai kesimpulan tersebut.
Grok 3 menjelaskan bahwa dalam mengevaluasi suatu tim, ia mempertimbangkan berbagai faktor, seperti peringkat, performa selama musim reguler, kondisi pemain kunci, serta data historis terkait kinerja tim di turnamen.
Peluncuran DeepSearch ini juga mengikuti jejak perusahaan AI asal Tiongkok, DeepSeek, yang telah menerapkan proses penalaran serupa dalam menjawab pertanyaan sejak Januari lalu. Dengan inovasi ini, diharapkan pengguna dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan relevan melalui pencarian berbasis agen yang canggih.