Ilmuwan ini Mampu Melunakkan Hati Napoleon Bonaparte yang Terkenal Keras
Ilmuwan ini malah diundang Napoleon Bonaparte untuk memperlihatkan inovasinya.
Alessandro Volta, fisikawan asal Como, Italia, tiba di Paris pada 1801 atas undangan langsung dari Napoleon Bonaparte. Penemuannya, Voltaic Pile, menjadi sumber listrik kontinu pertama yang membuka era baru dalam riset ilmiah dan teknologi.
Dalam sebuah sesi resmi di Institut National de France, Volta memamerkan cara kerjanya di hadapan Napoleon dan sejumlah ilmuwan terkemuka.
Tumpukan logam berbeda yang dipisahkan kain basah mampu menghasilkan arus listrik stabil—penemuan yang dianggap sebagai cikal bakal baterai modern.
Mengutip History, Selasa (15/7), sejumlah saksi sejarah mencatat kekaguman Napoleon pada demonstrasi itu.
Sang Kaisar, yang terkenal kritis dan keras kepala, disebut begitu terkesima hingga menganugerahkan Volta gelar bangsawan Kekaisaran Prancis. Volta diangkat menjadi Count sebagai bentuk pengakuan atas jasa ilmiahnya.
Penemuan Volta dinilai memiliki dampak besar terhadap perkembangan ilmu elektro-kimia dan teknologi Eropa. Selain memperkuat posisi Prancis sebagai pusat riset ilmiah di benua itu, Napoleon memanfaatkan momen ini untuk menegaskan dukungannya pada ilmu pengetahuan sebagai pilar modernisasi kekaisaran.
Volta sendiri dikenal sebagai ilmuwan yang rendah hati. Meski mendapat penghormatan besar di Paris, ia kemudian kembali ke kampung halamannya di Como dan memilih hidup sederhana. Namun penemuannya terus memengaruhi perkembangan teknologi hingga hari ini.
Hingga kini, nama Volta diabadikan menjadi satuan tegangan listrik “volt” dan diakui secara internasional. Voltaic Pile tetap dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah kelistrikan.