Ilmuwan Kembangkan Baterai Nuklir Pertama di Dunia, Terbuat dari Berlian dan Mampu Bertahan 5.730 Tahun

Baterai nuklir ini menggunakan reaksi berlian yang ditempatkan di dekat sumber radioaktif.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ilmuwan Kembangkan Baterai Nuklir Pertama di Dunia, Terbuat dari Berlian dan Mampu Bertahan 5.730 Tahun
Ilmuwan Kembangkan Baterai Nuklir Pertama di Dunia, Terbuat dari Berlian dan Mampu Bertahan 5.730 Tahun (Universitas Bristol)

Para ilmuwan dari Universitas Bristol, Inggris meluncurkan baterai bertenaga nuklir pertama di dunia yang menggunakan radioaktif yang tertanam dalam berlian.

Baterai nuklir ini menggunakan reaksi berlian yang ditempatkan di dekat sumber radioaktif untuk menghasilkan listrik secara spontan yang mampu memberi daya pada perangkat kecil selama ribuan tahun.

"Berlian adalah zat terkeras yang diketahui, secara harfiah tidak ada apa pun yang dapat kami gunakan untuk menawarkan perlindungan lebih baik," kata Neil Fox , seorang profesor di Universitas Bristol.

Para ilmuwan menjelaskan, baterai berlian ini memanen elektron yang bergerak cepat yang dipicu oleh radiasi, mirip dengan bagaimana tenaga surya menggunakan sel fotovoltaik untuk mengubah foton menjadi listrik.

Para ahli mengembangkan baterai nuklir ini dengan menggunakan isotop karbon-14. Baterai ini dibangun di atas rig deposisi plasma dekat Abingdon, Oxfordshire, Inggris oleh tim dari Universitas Bristol dan Otoritas Energi Atom Inggris (UKAEA).

Isotop karbon-14 banyak ditemukan di permukaan blok grafit yang digunakan untuk mengendalikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Satu baterai berlian nuklir yang mengandung 1 gram karbon-14 dapat menghasilkan 15 joule listrik per hari, seperti dikutip dari Live Science, pada Rabu(18/12).

Sebagai perbandingan, baterai AA alkali standar yang beratnya sekitar 20 gram memiliki penyimpanan energi 700 joule per gram. Meski baterai itu menghasilkan daya lebih besar daripada baterai berlian nuklir, baterai AA ini akan habis dalam waktu 24 jam.

Sebaliknya, waktu paruh karbon-14 adalah 5.730 tahun, yang berarti baterai berlian ini akan membutuhkan waktu selama itu untuk terkuras hingga daya 50 persen. Ini mendekati usia peradaban tertua di dunia.

Pesawat ruang angkasa yang menggunakan baterai berlian karbon-14 bahkan dapat mencapai Alpha Centauri, yang berjarak sekitar 4,4 tahun cahaya dari Bumi. Baterai ini dapat digunakan dalam berbagai hal, termasuk elektronik, perangkat medis, dan perjalanan luar angkasa, tutup para ilmuwan.

Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti

Rekomendasi