Geger Dunia Astronomi ada "Bulan" Kedua yang Tertarik Magnet Bumi
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa asteroid 2024 PT5, yang sempat tertangkap oleh gravitasi Bumi beberapa bulan lalu dan dijuluki sebagai "mini-moon".
Bulan lalu, dunia astronomi dihebohkan oleh kehadiran asteroid kecil yang tertangkap oleh gravitasi Bumi. Benda luar angkasa itu dijuluki sebagai "mini-moon". Kini, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa asteroid ini mungkin saja merupakan pecahan dari Bulan kita sendiri.
Asteroid 2024 PT5, dengan diameter sekitar 10 meter, sempat menjadi pusat perhatian karena terikat oleh gravitasi Bumi selama beberapa bulan pada September 2024. Meskipun tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, asteroid ini memiliki kesamaan menarik dengan planet kita, yaitu orbitnya mengelilingi Matahari.
Penelitian yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters mengungkapkan asal-usul lokal dari asteroid ini. Para peneliti menduga bahwa asteroid tersebut terbentuk dari pecahan batuan Bulan yang terlempar ke luar angkasa akibat tabrakan besar.
"Kami memang memiliki dugaan awal bahwa asteroid ini mungkin berasal dari Bulan, namun bukti kuatnya ditemukan ketika kami mengetahui bahwa asteroid ini kaya akan mineral silikat – jenis mineral yang tidak biasa ditemukan pada asteroid, melainkan sering ditemukan pada sampel batuan Bulan," ungkap Teddy Kareta, seorang astronom dari Lowell Observatory di Arizona, dikutip dari IndiaToday, Jumat (24/1).
Benda langit yang dijuluki "mini-moon" ini pertama kali terdeteksi pada 7 Agustus oleh sistem peringatan dini asteroid NASA, ATLAS. Berasal dari sabuk asteroid, kumpulan batuan luar angkasa yang memiliki orbit serupa dengan Bumi, 2024 PT5 tidak menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi planet kita. Sebaliknya, jalurnya sedikit terpengaruh oleh gravitasi Bumi, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya melalui tata surya.
Untuk mencapai status "mini-moon", sebuah asteroid harus mendekati Bumi dengan kecepatan yang relatif lambat. Hal ini memungkinkan gravitasi Bumi untuk menangkap objek tersebut sementara waktu, menciptakan satelit alami yang berumur pendek.
"Tampaknya asteroid ini belum berada di luar angkasa terlalu lama, mungkin hanya beberapa ribu tahun, karena tidak terlihat adanya tanda-tanda pelapukan luar angkasa yang biasanya menyebabkan spektrumnya menjadi merah," tambah Kareta.
Untuk memastikan bahwa 2024 PT5 bukan merupakan sampah luar angkasa, para ilmuwan menganalisis gerakannya. Perhitungan mereka yang presisi mengenai gerakan objek tersebut di bawah pengaruh gravitasi memungkinkan mereka untuk mencari gerakan tambahan yang disebabkan oleh tekanan radiasi matahari.
Penemuan 2024 PT5 menggandakan jumlah asteroid yang diketahui berasal dari Bulan. Asteroid 469219 Kamo’oalewa, yang ditemukan pada tahun 2016 dengan orbit mengelilingi Matahari yang mirip dengan Bumi, juga diduga berasal dari permukaan Bulan setelah mengalami tabrakan besar.
Temuan ini memberikan petunjuk penting tentang asal-usul objek-objek langit di sekitar Bumi dan memberikan wawasan baru tentang dinamika sistem tata surya kita.