Fenomena Langka Bulan Tampak Tersenyum Bisa Dilihat Minggu Ini
Minggu ini, masyarakat dapat menyaksikan fenomena langka, yaitu pemandangan Bulan Tersenyum yang bersamaan dengan hujan meteor Lyrid.
Pecinta fenomena langit dapat menyaksikan fenomena langka yang disebut "Bulan Tersenyum" atau Smile Moon pada akhir pekan ini. Hal ini disebabkan oleh posisi Venus yang diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan Bulan dan Saturnus.
Menurut Brenda Culbertson, Ambassador Tata Surya dari NASA, penempatan ini akan membuat penampakan bulan sabit yang tipis menyerupai senyuman dalam formasi tersebut.
Para astronom menjelaskan bahwa formasi ini akan tampak sangat rendah di langit dan mungkin terhalang dari pandangan, sehingga tidak terlihat di semua tempat.
Mengutip dari Independent, Kamis (24/4), dengan kondisi pengamatan yang tepat, pengamat langit di seluruh dunia dapat melihat fenomena langka "Bulan Tersenyum" ini. Ini berbeda dengan peristiwa langit lainnya yang hanya dapat dilihat di wilayah tertentu, seperti gerhana matahari total.
NASA juga menyebutkan bahwa formasi menawan dari Bulan Tersenyum ini kemungkinan hanya akan berlangsung sekitar satu jam, yaitu sekitar pukul 05.30 pagi.
"Siapa pun yang ingin mencoba melihat sekilas konjungsi tersebut harus mencari cakrawala timur yang cerah untuk mengamatinya," ujar astronom dari NASA tersebut.
Ada Fenomena Hujan Meteor Lyrid
Minggu ini, langit akan menyuguhkan pemandangan menarik dengan hadirnya bintang jatuh. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melewati aliran debu komet yang tersisa dari hujan meteor tahunan Lyrid.
Hujan meteor Lyrid sendiri memiliki sejarah panjang, karena sudah diamati sejak tahun 687 SM. Meteor ini berasal dari serpihan yang ditinggalkan oleh komet periode panjang Thatcher, yang melintasi Matahari setiap 415 tahun sekali.
Diperkirakan, puncak hujan meteor ini akan terjadi pada pagi hari Selasa hingga Rabu, dengan kemungkinan kemunculan sekitar 15 meteor per jam di bawah langit yang gelap.