FOTO: Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Dunia dengan Fenomena Bulan Darah
Gerhana bulan total atau Bulan Darah menghiasi langit sejumlah negara pada 3 Maret 2026 dan menarik perhatian warga di berbagai belahan dunia.
Fenomena gerhana bulan total menghiasi langit di berbagai belahan dunia pada Selasa, 3 Maret 2026 malam waktu setempat. Peristiwa langka ini berlangsung selama beberapa jam dengan fase totalitas terjadi sekitar satu jam, menghadirkan pemandangan bulan berwarna merah tembaga yang dikenal sebagai Bulan Darah.
Di South Portland, Amerika Serikat, warga menyaksikan perubahan warna bulan secara bertahap hingga mencapai fase puncak. Pemandangan serupa juga terlihat di Golaghat, ketika foto multi-eksposur merekam pergerakan bulan purnama selama gerhana total. Di Limassol, bulan merah terbit di atas Laut Mediterania dengan latar kapal yang berlabuh, sementara di Savenay, Prancis barat, cahaya kemerahan tampak muncul perlahan di atas pepohonan.
Di Frankfurt am Main, bulan purnama Maret yang dikenal sebagai Worm Moon terbit di atas kawasan distrik perbankan. Gerhana juga teramati dari Quezon City, dengan latar Monumen Peringatan Quezon, serta di Beijing, ketika bulan terlihat sesaat sebelum memasuki fase total. Sementara itu, di kawasan dekat Moscow, bulan purnama tampak berwarna jingga saat mencapai puncak gerhana.
Gerhana bulan total terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan purnama sehingga bayangan bumi menutup seluruh permukaan bulan. Warna merah yang muncul disebabkan oleh sebagian cahaya matahari yang tetap menembus atmosfer bumi dan dibiaskan ke arah bulan, menghasilkan spektrum oranye kemerahan yang khas. Fenomena ini dapat disaksikan tanpa peralatan khusus selama kondisi langit cerah dan bebas awan. Masyarakat di berbagai negara memanfaatkan momen tersebut untuk mengamati langsung perubahan fase bulan hingga kembali ke kondisi semula.