Fakta Ilmiah Soal Cas HP 100 Persen, Apakah Baterai Cepat Rusak?
Mengisi daya ponsel hingga 100 persen tidak selalu dianggap baik untuk kesehatan baterai. Apakah pernyataan tersebut benar?
Banyak pengguna memiliki kebiasaan mengisi daya ponsel mereka semalaman atau sampai baterai mencapai 100 persen. Namun, terdapat anggapan bahwa kebiasaan ini dapat mempengaruhi masa pakai baterai dalam jangka panjang.
Direktur Pusat Mesin Elektrokimia di Penn State University, Chao-Yang Wang, menjelaskan bahwa pandangan tersebut ada benarnya dan bukan sekadar mitos.
Dia menyatakan bahwa baterai cenderung mengalami penurunan performa lebih cepat jika terus diisi hingga penuh, ketimbang jika daya dipertahankan pada level yang sedikit lebih rendah.
Wang menegaskan, "Faktanya, baterai akan menurun lebih cepat jika kamu mengisi dayanya hingga 100 persen versus status pengisian daya yang sedikit lebih rendah," seperti yang dikutip dari Huffpost pada Kamis (19/2/2026).
Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa kebiasaan mengisi daya hingga 100 persen dapat menyebabkan penurunan kualitas baterai sekitar 10 hingga 15 persen lebih cepat selama masa pakainya.
Hal ini menunjukkan pentingnya untuk mempertimbangkan tingkat pengisian daya yang lebih rendah, seperti 90 persen, untuk memperpanjang umur baterai ponsel.
Jangan Cas HP hingga 100 persen
Mengisi daya ponsel hingga 100 persen secara terus-menerus dapat berdampak negatif pada kesehatan baterai.
Oleh karena itu, pengguna sebaiknya tidak membiarkan baterai terisi penuh terus-menerus. Wang menjelaskan bahwa hal ini tergantung pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing pengguna.
Ia juga menambahkan bahwa saat menghadapi hari yang padat atau krusial, disarankan untuk mengisi daya hingga 100 persen agar memiliki cadangan daya yang lebih besar dan waktu pemakaian yang lebih panjang.
Pada situasi tertentu, pengisian daya ponsel bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Contohnya, jika pengguna akan melakukan perjalanan yang padat, mengisi baterai hingga penuh adalah pilihan yang bijak.
Namun, jika lebih banyak beraktivitas di rumah, mengisi daya hingga 85 persen hingga 90 persen dapat membantu memperpanjang usia baterai dalam jangka panjang.
Selain itu, penting untuk tidak membiarkan baterai turun hingga 0 persen secara rutin. Idealnya, pengisian daya sebaiknya dilakukan ketika baterai berada di kisaran 20 persen.
Menjaga level baterai di rentang 20 persen hingga 80 persen dianggap sebagai kondisi paling optimal untuk menjaga kesehatan baterai ponsel.
Dengan cara ini, pengguna dapat memastikan bahwa baterai ponsel mereka tetap dalam kondisi baik dan berfungsi dengan maksimal. Oleh karena itu, memperhatikan cara pengisian daya ponsel sangat penting untuk memperpanjang umur baterai dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Jaga Suhu Baterai HP
Mengisi daya ponsel dalam kondisi suhu yang ekstrem dapat berisiko bagi kesehatan baterai. Wang menyatakan bahwa baterai menjadi lebih rentan terhadap suhu yang sangat dingin maupun sangat panas.
Ia juga menambahkan bahwa potensi kerusakan yang terjadi pada baterai dalam kondisi suhu ekstrem bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan mengisi daya hingga 100 persen dalam suhu yang normal.
Sebagian besar smartphone telah dirancang untuk menyesuaikan tingkat pengisian daya saat digunakan di berbagai kondisi iklim. Hal ini menyebabkan notifikasi peringatan suhu yang terlalu panas sering muncul di layar perangkat.
Wang mengingatkan bahwa jika peringatan tersebut muncul berulang kali, pengguna harus lebih waspada dan mulai memperhatikan pola penggunaan baterai mereka.
Sejalan dengan peringatan tersebut, seorang profesor madya di bidang teknik mesin dan industri dari New Jersey Institute of Technology, Dibakar Datta, merekomendasikan agar ponsel sebaiknya digunakan dan disimpan pada suhu ruangan.
Dengan cara ini, kesehatan baterai dapat tetap terjaga dengan optimal. Menghindari suhu ekstrem sangat penting untuk memperpanjang umur baterai dan menjaga performa perangkat.
Hati-hati Pakai Fast Charger
Mengisi daya ponsel dengan cepat sering kali dianggap sebagai pilihan yang praktis. Namun, para ahli merekomendasikan agar fitur ini tidak digunakan secara berlebihan.
Pengisian daya yang dilakukan secara perlahan lebih disarankan karena dapat menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Menurut Datta, pengisian daya yang terlalu cepat dapat menghasilkan panas berlebih pada baterai, yang dapat mempercepat penurunan kualitasnya seiring berjalannya waktu.
"Baterai yang terlalu panas juga berisiko membahayakan, bahkan dalam beberapa kasus ponsel pernah terbakar," ungkap Datta.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memeriksa kesehatan baterai melalui pengaturan ponsel atau di pusat layanan resmi. Jika tingkat kesehatan baterai berada di bawah 80 persen, Datta menyarankan agar pengguna segera menggantinya untuk mencegah masalah yang lebih serius.