DANA Indonesia Dorong Inovasi Digital Menuju Ekosistem Keuangan yang Aman dan Terpercaya
Lewat inovasi teknologi dan perlindungan canggih, DANA hadir sebagai solusi keuangan digital yang cerdas dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.
Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong transformasi besar di berbagai sektor, termasuk layanan keuangan. Mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), peningkatan keamanan siber, dan kemudahan akses menjadi fokus utama dalam membentuk ekosistem digital yang efisien dan inklusif. Di tengah perubahan ini, DANA Indonesia hadir sebagai salah satu platform dompet digital yang tak sekadar memfasilitasi transaksi, tetapi juga menawarkan solusi keuangan cerdas bagi para penggunanya.
Dalam wawancara eksklusif, Norman Sasono, Chief Technology Officer DANA Indonesia, menegaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini tidak bisa diabaikan. Setiap perkembangan harus diikuti dan diadopsi secara strategis agar dapat memberikan nilai tambah dan dampak nyata bagi keberlangsungan bisnis secara menyeluruh.
Secara khusus, Norman menjelaskan bahwa sejak sekitar dua tahun terakhir, DANA telah menginisiasi program DANA AI Everywhere, sebuah langkah sistematis untuk mengintegrasikan AI ke seluruh lini perusahaan. "Kami melihat bahwa teknologi AI berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak yang luas dan signifikan. Terlebih, AI ini termasuk dalam kategori general purpose technology, yang berpotensi mengubah berbagai aspek kehidupan, baik secara individu, profesional, maupun bisnis," jelasnya.
Lebih lanjut, Norman menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang dengan pendekatan top-down yang sistematis dan terprogram. Implementasi pun dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem yang berinteraksi langsung dengan pengguna (external facing), hingga sistem internal yang digunakan oleh tim DANA. Termasuk pula sistem operasional harian serta sistem yang menjadi kompetensi inti dan keunggulan kompetitif perusahaan.
"Saat ini, kami telah mencapai tahap adopsi yang signifikan dan mulai merasakan hasilnya. Ke depannya, fokus kami tidak lagi hanya pada penerapan AI generatif seperti LLM atau Gen AI, tetapi bergeser pada pengembangan teknologi agentic AI yang lebih maju dan kontekstual," ungkapnya.
Strategi Komprehensif DANA Hadapi Ancaman Kejahatan Siber
Dalam upaya menjaga keamanan pengguna di tengah maraknya kejahatan siber, DANA Indonesia juga mengambil langkah serius, baik dari sisi teknologi maupun pendekatan edukatif yang tetap berpedoman aman - Safe Tech. Menurut Norman, saat ini pelaku kejahatan digital seperti scammer dan fraudster juga telah memanfaatkan teknologi canggih, termasuk AI, untuk menjalankan modus operandi mereka.
"Kami menemukan bahwa pelaku serangan siber sudah mulai menggunakan teknologi seperti deepfake untuk mengelabui sistem pengenalan wajah, yang tentu menjadi tantangan baru dalam menjaga keamanan digital," jelasnya.
Menyadari bahwa ancaman terbesar justru kerap menyasar pengguna melalui teknik social engineering, DANA pun memperkuat sistem autentikasi dan otorisasi dengan berbagai teknologi lanjutan seperti face recognition, silent verification, passkey berbasis standar FIDO, serta digital fingerprinting. Upaya ini tentunya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada OTP, yang rawan disalahgunakan karena kurangnya pemahaman sebagian pengguna terhadap keamanan digital.
Selain aspek teknis, DANA juga aktif melakukan edukasi melalui media sosial, kerja sama dengan mitra dan instansi pemerintah, serta kampanye literasi digital. "Kami ingin membangun kesadaran agar pengguna lebih tangguh dalam menghadapi upaya penipuan, dan lebih memahami cara melindungi diri mereka sendiri di dunia digital," tuturnya.
Perlindungan Real-Time untuk Pengguna Lewat Fitur DANA Protection
Tak hanya itu, sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi pengguna, DANA menghadirkan fitur DANA Protection yang dapat diakses langsung melalui halaman utama aplikasi. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengidentifikasi potensi penipuan sebelum melakukan transaksi. Jika pengguna ragu terhadap nomor tujuan transfer, mereka dapat memeriksanya melalui DANA Protection.
Sistem ini bekerja dengan mengandalkan teknologi pendeteksi hubungan antar nomor yang memiliki afiliasi dengan akun berisiko tinggi. "Dari analisa tersebut, kami bisa memberikan umpan balik secara real-time kepada pengguna jika nomor tujuan terindikasi mencurigakan. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan dan mencegah mereka melanjutkan transaksi yang berisiko," jelas Norman.
"Namun, jika pengguna sudah terlanjur menjadi korban penipuan, mereka dapat melaporkan kasusnya melalui layanan pelanggan DIANA dan menyampaikan kronologinya secara lengkap. Dalam kasus tertentu, jika terbukti bahwa masalah timbul akibat kesalahan dari sisi sistem DANA, perusahaan memiliki kebijakan pengembalian dana (money back guarantee) sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengguna," lanjutnya.
Terapkan Prinsip Built-in Security dalam Setiap Inovasi Produk
Sementara itu, Norman juga menegaskan bahwa fokus utama DANA terletak pada kualitas layanan (quality of service) dan pengalaman pengguna yang mulus (seamless user experience). Quality of service ini mencakup berbagai aspek penting seperti ketersediaan sistem (availability), keandalan (reliability), tingkat keberhasilan transaksi (success rate), kinerja sistem (performance), hingga kemampuan skala (scalability) saat menghadapi lonjakan trafik. Selain itu, resiliensi sistem dalam merespons gangguan serta keamanan (security) juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pilar kualitas layanan tersebut.
"Setiap pengembangan produk atau fitur baru di DANA selalu melalui proses evaluasi menyeluruh, termasuk pengujian terhadap aspek keamanan dan performa. Di sisi lain, pengalaman pengguna juga menjadi perhatian utama agar tetap berjalan tanpa hambatan atau friksi," jelas Norman.
Ia pun menambahkan bahwa pengembangan fitur keamanan, seperti sistem autentikasi dan otorisasi, dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas fungsi, mulai dari tim keamanan (security), manajemen risiko, produk, hingga engineering.
Komitmen DANA Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif dan Berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Norman juga menyebutkan bahwa DANA Indonesia telah berkomitmen dalam meningkatkan literasi digital dan mendorong kesejahteraan finansial masyarakat dengan membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif serta solutif.
"Visi akhir kami adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang memiliki financial health, yakni kondisi finansial yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, kami percaya bahwa akses ke layanan keuangan yang aman, mudah, dan relevan harus tersedia bagi semua kalangan, tanpa terkecuali," pungkas Norman.
Komitmen tersebut tercermin dari pencapaian DANA sejak diluncurkan, yang kini telah menjangkau lebih dari 200 juta pengguna di seluruh Indonesia. Angka ini mencerminkan tingginya adopsi masyarakat terhadap layanan pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat potensi besar dalam transformasi layanan finansial digital, DANA juga berencana untuk terus memperluas portofolio produknya ke depan. Tidak hanya berhenti di pembayaran dan cicilan, DANA mulai merambah ke layanan-layanan yang lebih komprehensif, seperti layanan keuangan digital.
Dengan menghadirkan akses terhadap produk-produk seperti cash loan, reksa dana (mutual funds), emas digital, hingga asuransi mikro, DANA menargetkan untuk menjangkau segmen masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal, khususnya mereka yang unbanked maupun underbanked.
"Tujuan kami bukan hanya memperluas akses, tetapi juga memperdalam pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perencanaan dan perlindungan finansial. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga menjadi individu yang lebih sadar dan cakap secara finansial," tutup Norman.