Daftar Pertanyaan Elon Musk saat Wawancara Kandidat Karyawan
Elon Musk punya daftar pertanyaan sederhana yang kerap dia tanyakan kepada kandidat karyawan.
Pada 2017 di acara KTT Pemerintah Dunia di Dubai, Elon Musk membeberkan rahasia yang dirinya sering tanyakan kepada kandidat karyawan. Ia membagikan metode sederhana namun efektif. Terutama untuk mendeteksi kebohongan saat merekrut kandidat. Tekniknya dengan cepat mendapatkan popularitas di media sosial.
Sebagaimana diketahui, biasanya untuk mendeteksi kebohongan bisa menggunakan tes poligraf dan pemetaan otak fMRI. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan, seolah-olah berlebihan.
Lantas, apa saja yang Elon Musk tanyakan kepada kandidat karyawannya untuk mendeteksi kebohongan?
Mengutip Good.is, Senin (29/7), terus terang dia hanya mengandalkan firasatnya tetapi juga menanyakan pertanyaan spesifik untuk membuat keputusan akhir.
“Pertanyaan wawancara saya selalu sama. Saya katakan, ceritakan kisah hidup Anda dan keputusan yang Anda buat selama ini serta mengapa Anda membuat keputusan tersebut,” kata dia.
Setelah segmen perkenalan, dia mengajukan pertanyaan penting kepada para kandidat tentang pengalaman masa sulit dan bagaimana mereka mencari solusinya.
“Ceritakan tentang beberapa masalah tersulit yang pernah Anda tangani dan bagaimana Anda menyelesaikannya. Orang-orang yang benar-benar memecahkan masalah tahu persis bagaimana mereka menyelesaikannya. Mereka tahu dan bisa menjelaskan detail-detail kecilnya,” ungkap dia.
Pada saat yang sama, kandidat yang berbohong tidak akan menjelaskan secara detail atau mereka akan menggunakan cerita orang lain.
“Orang yang berpura-pura menyelesaikan masalah mungkin bisa naik satu tingkat dan kemudian mereka terjebak! Oleh karena itu, ini adalah pertanyaan yang bagus untuk mengenali para pembohong,” ujarnya.
Apa yang dikatakan Elon Musk, memang telah terkonfirmasi efektivitasnya dari beragam jurnal. Misalnya saja, penelitian yang dipublikasikan di Nature Journal menunjukkan bahwa ketika seseorang tidak bersalah, kepolosannya akan tercermin dalam isyarat verbalnya.
Sementara itu, berbohong lebih membutuhkan usaha daripada mengatakan kebenaran. Jadi ketika melakukan wawancara, perekrut harus melihat apakah kandidat menceritakan peristiwa persis seperti yang terjadi atau ada tanda-tanda manipulasi.
Sifat ilmiah lain di balik pertanyaan Musk adalah membuat para kandidat mengungkapkan pernyataan rinci tentang pengalaman kerja mereka.
Dan menurut teknik pendeteksi kebohongan Manajemen Informasi Asimetris, yang dijelaskan dalam Nature Journal, semakin detail pernyataannya, semakin mudah pernyataan tersebut diklasifikasikan sebagai asli atau dibuat-buat.