Bagaimana Cara Ilmuwan Membuat Jaringan Internet di Planet Mars?
Astronot di Mars butuh jaringan komunikasi andal. Konsep internet khusus Mars sedang disiapkan demi koneksi stabil antarastronot dan ke Bumi.
Ketika manusia pertama kali mendarat di Mars, entah satu atau dua dekade dari sekarang, salah satu tantangan terbesar yang harus disiapkan adalah sistem komunikasi. Para astronot harus bisa terhubung satu sama lain, berkomunikasi dengan peralatan di sekitar mereka, serta berkirim data ke pusat kendali di Bumi.
Tentu saja, membangun jaringan Wi-Fi langsung ke internet Bumi bukan pilihan. Jarak antara Bumi dan Mars berkisar antara 55 juta hingga 400 juta kilometer, tergantung posisi orbit kedua planet. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi khusus.
Menurut Claire Parfitt, Systems Engineer di European Space Agency (ESA), komunikasi yang stabil adalah fondasi penting misi berawak ke Mars.
“Kami masih di tahap awal menentukan konsepnya,” ujar dia seperti dikutip dari ScienceNews, Jumat (28/2).
Beberapa metode tengah diuji, termasuk teknologi canggih berbasis laser. Melalui misi Psyche yang diluncurkan NASA pada Oktober lalu, laser komunikasi diuji untuk mengirim data antarplanet. Laser mampu membawa data jauh lebih banyak ketimbang gelombang radio yang selama ini digunakan.
Namun, meski teknologinya canggih, satu hal yang tak bisa dihindari adalah jeda waktu komunikasi antara Bumi dan Mars. Cahaya saja butuh waktu 4 hingga 24 menit untuk menempuh satu arah. Artinya, tidak mungkin melakukan panggilan video real-time dengan pusat kendali, apalagi sekadar mengirim pesan instan ke keluarga.
Masalah lain adalah solar conjunction, fenomena ketika matahari berada di antara Bumi dan Mars, yang memutuskan komunikasi selama beberapa minggu setiap dua tahun sekali.
Mars Butuh Jaringannya Sendiri
Saat ini, komunikasi di Mars mengandalkan Mars Relay Network, jaringan lima satelit pengorbit Mars yang berfungsi mengirim data dari rover ke Bumi. Misalnya, rover Perseverance mengirim foto dan data ilmiah melalui orbiter, sebelum diteruskan ke antena di Bumi.
Sistem ini masih cukup andal untuk robot tanpa awak. Tapi, jika manusia benar-benar mendarat di Mars, sistem itu dinilai tak cukup mumpuni.
“Untuk komunikasi jarak pendek di permukaan Mars, radio frekuensi biasa dan teknologi nirkabel seperti mini tower sudah cukup. Tapi untuk kirim data besar ke Bumi, perlu jaringan lebih kuat.,” kata Vincent Chan, pakar komunikasi satelit dari MIT.
ESA sedang merancang konsep Mars Communication and Navigation Infrastructure (MARCONI), jaringan komunikasi dan navigasi berbasis satelit yang bisa dipakai lintas misi. Payload komunikasi ini bisa ikut dalam misi-misi ke Mars dan tetap di orbit Mars untuk digunakan di misi berikutnya.
Laser, Masa Depan Komunikasi Antarplanet
Teknologi optik berpeluang besar menggantikan radio. Gelombang optik membawa data 100 kali lebih banyak. Teknologi ini sudah mulai diuji melalui Deep Space Optical Communications (DSOC) yang dibawa oleh misi Psyche.
November lalu, Psyche berhasil mengirim data dari jarak 16 juta kilometer menggunakan laser. Bulan berikutnya, video kucing bernama Taters dikirim dari jarak 31 juta kilometer. Meski menjanjikan, komunikasi laser butuh ketepatan tinggi dalam mengarahkan sinyal. Cuaca atau atmosfer juga bisa mengganggu transmisi.
Sebelum membangun internet Mars, NASA lebih dulu menguji 4G di Bulan melalui program Artemis. ESA pun mengembangkan Moonlight, jaringan satelit komunikasi untuk wilayah bulan yang tak terlihat dari Bumi. Semua ini, kata Tomas Navarro dari ESA, adalah langkah awal menuju Mars.