Apa Jadinya jika Asteroid Tidak Memusnahkan Dinosaurus? Ini Kata Ilmuwan
Jika asteroid tidak menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, dinosaurus mungkin masih menguasai planet ini.
Sekitar 66 juta tahun lalu, asteroid berdiameter 15 kilometer menghantam wilayah yang kini dikenal sebagai Meksiko. Tsunami, kebakaran hutan, dan hujan asam mengikutinya, menyebabkan 75 persen spesies di Bumi punah, termasuk dinosaurus nonavian.
Namun, bagaimana jika asteroid tersebut tidak pernah menghantam Bumi? Apakah dinosaurus akan tetap menguasai planet ini? Atau bahkan berevolusi menjadi makhluk cerdas?
Mengutip LiveScience, Selasa (25/2), menurut Steve Brusatte, profesor paleontologi di University of Edinburgh, dinosaurus kemungkinan besar akan terus berevolusi dan menguasai Bumi.
“Mereka telah bertahan selama 165 juta tahun, menghadapi berbagai tantangan seperti kenaikan permukaan laut, letusan gunung berapi, dan perubahan iklim,” ujarnya.
Namun, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa dinosaurus akan punah juga, karena tingkat kepunahan diperkirakan melebihi kemunculan spesies baru. Meski begitu, Brusatte tidak setuju.
“Dinosaurus masih beragam, kuat, dan mendominasi ketika asteroid menghantam,” tegasnya.
Evolusi Mamalia akan Terhambat
Jika dinosaurus tetap hidup, evolusi mamalia kemungkinan akan terhambat. Mamalia kecil yang hidup berdampingan dengan dinosaurus mungkin tidak akan berkembang menjadi spesies yang lebih besar. Brusatte meyakini bahwa manusia kemungkinan besar tidak akan berevolusi.
“Kami berevolusi di dunia mamalia, yang tidak akan ada jika dinosaurus besar masih berkeliaran,” ujar Paul Sereno, profesor biologi di University of Chicago.
Dengan demikian, jika asteroid tidak menghantam Bumi, dinosaurus mungkin akan tetap menguasai planet ini. Manusia, seperti yang kita kenal saat ini, kemungkinan besar tidak akan pernah ada.
Sejarah evolusi akan berjalan dengan sangat berbeda, memperlihatkan betapa peristiwa tunggal dapat mengubah jalannya kehidupan di Bumi. Seperti kata Brusatte, “Nenek moyang kita tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk berevolusi.”