Ihsg
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Nadiem Makarim dalam 'The Last Dance': Hukum Diterima dan Pembelaan Diajukan
-
Nadiem Makarim: Terima Kasih Para Pengemudi Ojol, Salam Satu Aspal
-
Sosok Andi Saputra, Hakim Beda Pendapat Dalam Sidang Vonis Nadiem Makarim
-
Perjalanan Kasus Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Kasus Korupsi Chromebook
-
Hakim Vonis Nadiem 10 Tahun dan Ganti Rugi Rp 1 Miliar Kasus Korupsi Chromebook
Berita Utama Lainnya
BEI mengumumkan sembilan saham yang memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi. Investor diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat regulasi transparansi dengan mewajibkan pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO).
Tingginya volatilitas tidak lepas dari tekanan eksternal, terutama eskalasi konflik geopolitik serta dinamika kondisi ekonomi global dan domestik.
Meskipun pasar saham mengalami koreksi dan volatilitas meningkat, investor masih melihat reksadana sebagai instrumen yang relatif stabil dan terdiversifikasi.
Kondisi ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam.
Seluruh sektor saham mengalami penurunan, yang berdampak pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan saham pada hari Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, kuartal II menjadi momentum yang lebih ideal bagi perusahaan untuk melantai di bursa dibandingkan kuartal sebelumnya.
IHSG diproyeksi lanjut menguat dan menguji level 7.400. Pergerakan dipengaruhi sentimen global, arus dana asing, dan nilai tukar rupiah.
Di tengah penguatan IHSG, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan bahwa tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang.
IHSG berpotensi terkoreksi dan volatil usai libur Lebaran akibat sentimen global. Analis menyebut risiko gap down dan tekanan dari arus dana asing.