Menelusuri Asal-usul Alat Musik Gambus, Pengaruh Budaya Timur Tengah yang Kental Nuansa Islam
Alat musik dari Timur Tengah ini mirip dengan gitar pada umumnya, dimainkan dengan cara dipetik dan terdiri dari 3 sampai 12 senar.
Alat musik dari Timur Tengah ini mirip dengan gitar pada umumnya, dimainkan dengan cara dipetik dan terdiri dari 3 sampai 12 senar.
Menelusuri Asal-usul Alat Musik Gambus, Pengaruh Budaya Timur Tengah yang Kental Nuansa Islam
Tidak semua alat musik tradisional Indonesia merupakan produk asli dari suku-suku tertentu. Beberapa di antaranya juga ada pengaruh percampuran budaya dari luar, tepatnya saat aktivitas perdagangan.
Alat musik Gambus merupakan salah satu bukti adanya proses akulturasi dari orang-orang Timur Tengah yang pada zaman dahulu melakukan perdagangan di wilayah Nusantara. Gambus mulai berkembang di wilayah pesisir pantai pada rentang abad ke-7 sampai ke-15. (Foto: Wikipedia)
Melihat dari sisi sejarah, daerah Kepulauan Riau menjadi tempat peradaban perkembangan alat musik Gambus. Sebagian dari mereka percaya bahwa Gambus adalah hasil modifikasi alat musik Al'ud yang berasal dari Arab.
Awal Mula Penggunaan Gambus
Dihimpun dari beberapa sumber, penggunaan alat musik Gambus sendiri bermula dari masyarakat Melayu Riau dalam mengiringi lagu-lagu yang bernuansa islami bertema asmara atau kehidupan sehari-hari.
Dulunya, kesenian yang diiringi dengan alat musik menjadi sebuah sarana hiburan masyarakat. Kerennya, Gambus sendiri biasanya dimainkan secara spontan tanpa ada persiapan (latihan) terlebih dahulu.
Selain sebagai sarana hiburan masyarakat, Gambus juga bisa dimainkan sebagai hiburan untuk individu dan disajikan di dalam rumah
Pengiring Kesenian Tradisional
Di Nusantara, alat musik Gambus tak hanya berkembang di tanah Melayu saja. Melainkan sudah tersebar hingga ke Aceh, Deli, Belitung, hingga Lampung. Bahkan, beberapa kesenian tradisional daerah pun juga sudah diiringi dengan alat musik ini.
Seiring berjalannya waktu, alat musik Gambus digunakan masyarakat Melayu Belitung dalam acara tradisi makan bedulang. Sementara di Melayu Deli, Gambus menjadi salah satu alat musik pengiring dari Tari Zapin.
Sedangkan di Lampung, Gambus menjadi instrumen penting dalam tarian adat dan juga tarian kreasi. Namun, seiring pergeseran zaman, Gambus tak lagi sebagai alat musik pengiring yang bernuansa Islam, melainkan lagu-lagu yang lebih berwarna.
Bentuk yang Unik
Alat musik Gambus memiliki ciri khas yang unik, terutama dari segi bentuk fisiknya. Dari bentuknya cenderung mirip dengan Mandolin yang juga berasal dari Timur Tengah.
Dari segi permainannya, Gambus sangat mirip dengan gitar yakni dengan cara dipetik. Kemudian, letak perbedaannya ada pada jumlah senar yang variatif dari gitar biasa, mungkin bisa berjumlah 3 sampai 12 senar.
Gambus dimainkan sambil ditemani dengan gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan Orkes Gambus atau disebut Gambus. Di TVRI dan RRI, Orkes Gambus pernah membawakan acara irama padang pasir.